Lucky Hakim Siapkan Strategi Besar, Investor Mulai Dibidik Masuk ke Indramayu

PASUNDAN EKSPRES.ID - Pemerintah Kabupaten Indramayu mulai bergerak agresif untuk menarik minat investor masuk ke wilayahnya. Di tengah persaingan kawasan industri di wilayah Rebana yang semakin ketat, Bupati Lucky Hakim menyiapkan berbagai strategi besar agar Indramayu mampu bersaing dengan daerah lain seperti Subang dan Majalengka.
Langkah tersebut dilakukan karena pemerintah daerah melihat potensi besar Indramayu sebagai pusat pertumbuhan industri baru di Jawa Barat bagian utara.
Selama ini, perhatian investor lebih banyak tertuju ke Subang yang lebih dulu berkembang berkat proyek strategis nasional dan dukungan infrastruktur besar.
Namun kini, Indramayu mulai membangun kekuatan baru untuk mengejar ketertinggalan.
Strategi Lucky Hakim Gaet Investor
Salah satu strategi utama yang disiapkan Lucky Hakim adalah penetapan Kawasan Peruntukan Industri seluas 14.110 hektare melalui RTRW 2024–2044.
Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat pengembangan industri baru yang mampu menampung investasi skala besar dalam jangka panjang.
Dari total lahan yang telah ditetapkan, sekitar 3.340 hektare saat ini sudah digunakan untuk kebutuhan industri.
Sementara sisanya masih disiapkan untuk membuka peluang investasi baru dari berbagai sektor seperti manufaktur, energi, logistik, hingga industri pengolahan hasil pertanian.
Menurut Lucky Hakim, salah satu kekuatan utama Indramayu adalah kombinasi sektor energi dan ketahanan pangan yang tidak dimiliki banyak daerah lain di kawasan Rebana.
Ia menilai potensi tersebut bisa menjadi daya tarik kuat bagi investor yang ingin mengembangkan usaha jangka panjang.
Keberadaan Kilang Balongan juga disebut menjadi modal penting dalam strategi pengembangan industri Indramayu.
Kilang tersebut selama ini menjadi salah satu pusat energi strategis nasional yang memiliki peran besar dalam distribusi energi di Indonesia.
Lucky Hakim menegaskan bahwa Indramayu tidak hanya ingin dikenal sebagai daerah pertanian, tetapi juga sebagai kawasan industri modern yang mampu mendukung kebutuhan energi nasional.
Karena itu, pemerintah daerah mulai aktif menawarkan potensi industri kepada investor melalui berbagai rencana pengembangan kawasan industri baru.
Selain menyiapkan lahan luas, pemerintah daerah juga fokus mendorong pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas kawasan industri.
Salah satu proyek yang paling diharapkan adalah pembangunan Tol Indramayu–Kertajati atau Tol Indrajati.
Proyek jalan tol tersebut dinilai sangat penting karena dapat mempercepat akses menuju kawasan industri dan Bandara Internasional Kertajati.
Dengan konektivitas yang lebih baik, distribusi barang dan mobilitas tenaga kerja diperkirakan akan jauh lebih efisien.
Selama ini, keterbatasan akses menuju Tol Cipali menjadi salah satu hambatan terbesar yang membuat Indramayu kalah cepat dibanding Subang dalam menarik investor.
Oleh sebab itu, pembangunan infrastruktur kini menjadi fokus utama pemerintah daerah untuk meningkatkan daya saing wilayah.
Pemerintah Kabupaten Indramayu optimistis strategi tersebut dapat membuka peluang investasi baru dalam beberapa tahun ke depan.
Apalagi, kawasan Rebana saat ini mulai menjadi perhatian banyak investor karena dinilai memiliki potensi pertumbuhan industri yang sangat besar.
Pengamat menilai bahwa jika strategi pengembangan kawasan industri dan pembangunan infrastruktur berjalan sesuai rencana, Indramayu berpotensi menjadi salah satu pusat industri baru di Jawa Barat.
Dukungan sektor energi, pertanian, dan lahan industri yang luas dinilai menjadi kombinasi kuat untuk menarik investor masuk ke wilayah tersebut.
Dengan langkah agresif yang mulai dilakukan pemerintah daerah, persaingan kawasan industri di Rebana diprediksi akan semakin menarik.
Indramayu kini tidak lagi hanya dikenal sebagai daerah pertanian, tetapi dengan Lucky Hakim ia mulai membangun identitas baru sebagai calon kekuatan industri masa depan di Jawa Barat.
