Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Mantan Pekerja Migran Kembangkan Usaha Rumahan, Dari Modal Rp 60 Ribu Jualan Donat hingga Timbel Ayam Goreng

E
EgiEditor: Egi
|04:33 WIB
Bagikan:
Mantan Pekerja Migran Kembangkan Usaha Rumahan, Dari Modal Rp 60 Ribu Jualan Donat hingga Timbel Ayam Goreng
Yanti  bersama Wati rekan kerjanya menunjukkan  produksi makanan olahan Sistik Mangga di Warjos Purnama Subang yang dikelolanya.(Dadan Ramdan/Pasundan Ekspres)

SUBANG-Yanti bersama Wati rekan purna pekerja migran Indonesia di Kp. Sukaseneng Desa Compreng Kecamatan Compreng, berhasil mengembangkan usaha rumahan, hingga mampu miliki Warjos Purnama (Warung Pojok Sahabat Purnama).

Warjos Purnama itu, tidak hanya sebagai warung tempat makan dan nongkrong saja, tetapi juga dijadikan tempat konsultasi bagi para calon TKI dan belajar.

Konsultasi yang dimaksud yaitu tempat diskusi bagi para calon TKI, juga seputar pengembangan usaha para purna pekerja migran Indonesia. Selain itu juga sebagai tempat belajar, bagaimana mengawali usaha dan cara mengembangkannya.

Seperti yang disampaikan Yanti pemilik Warjos Purnama Subang ini, bahwa modal usaha sedikit kalau dikembangkan dengan sungguh-sungguh, maka lama-lama usaha itu akan berkembang dan mungkin saja bisa menjadi besar. "Saya ingat, waktu itu sekitar tahun 2016 kebutuhan keluarga begitu banyak, ada uang Rp 60.000, lalu terpikir uang kecil ini lebih baik, buat modal usaha kecil kecilan, bikin donat," katanya mengingat cerita tempo dulu.

Sebelum kemudian dia milki Warjos Purnama, melalui Program Pengembangan Masyarakat Pertamina EP Zona 7 Subang Field dengan nama "Purnama Subang"  yang artinya Purna Pekerja Migran Indonesia Berdaya Bersama Subang.

Dari uang Rp 60.000 itulah, sekira tahun 2016  sambung Yanti, mulai mencoba usaha rumahan. Karena uang hasil kerja di luar negeri (Taiwan) lama kelamaan habis, untuk bangun rumah, biaya sekolah anak, nikahkah anaknya dan kebutuhan keluarga lainnya.
Kondisi Sulit

Dari kondisi sulit itulah, Yanti akhirnya mencoba usaha rumahan dengan modal Rp 60.0000 tadi, mulai membuat donat. Donat produksinya itu, ia jual ke tetangga dan warga kampung lainnya dengan cara keliling.

Selain donat, kemudian Yanti juga memproduksi es lilin, yang ia jual ke sekolah sekolah dan menyimpannya di warung warung. "Alhamdulillah ada kemajuan usaha kecil kecilan ini, cukup  membantu  memenuhi kebutuhan keluarga,"  kata Yanti.

Idenya untuk mengembangkan usaha tak hanya disitu, Yanti kemudian mencoba produksi krupuk pangsit, yang ia kemas sederhana di jual dengan cara keliling kampung-kampung, pelangganpun terus bertambah seiring berjalannya waktu.

Selain krupuk pangsit, dia pun menambah kembali produksi makanan olahan lainnya yaitu rempeyek, dipasarkan dengan cara yang sama, keliling kampung.

Setelah empat tahun berjalan, kemudian sempat ada kenaikan harga bahan pokok terutama minyak goreng, akhirnya dia pun sempat berhenti, sambil menunggu harga stabil kembali.

Setelah harga stabil, Yanti kembali memproduksi usaha rumahan itu.
Dan sekitar tahun 2022 mulai kenal dengan orang Pertamina EP melalui Pak Supi, akhirnya ketemu sama Bu Aslik, bu Saripah, mereka mencoba makanan produk  olahannya, mungkin karena pas dan cocok di lidah dagangannya laku. Karena kejujuran juga, akhirnya Yanti disuport dibantu pembuatan kemasan bermerk Purnama. 

"Maka saya didukung dan masuk program Purnama Subang dari Pertamina EP Zona 7 Subang Field, dengan nama Warjos Purnama Subang," tuturnya.

Dan sekitar bulan Agustus lalu, kemudian Yanti mendapat bantuan dari Pertamina EP, yaitu fasilitas yang mendukung usahanya itu.
Bantuan itu berupa warung contemer, toilet, pelataran warung, juga pembuatan kemasan dan label produk yang bisa ditempel di plastik transparan.

Produksi rumahannya itu saat ini, yaitu sistik mangga, tempe kriuk, kembang goyang,  rempeyek renyah, yang kemasannya sudah bermerk Purnama.

Berjalan dari bulan Agustus 2024 atau hampir dua bulan berjalan ini,  penjualan omzet terus berputar untuk modal jualan yang lain. Aneka makanan ringan dan minuman panas atau dingin siap saji.

Ada pula untuk menu makan seperti, Ayam Goreng Timbel, Ikan bawal, tongkol,  ikan etong sesuai pesanan. "Alhamdulillah mas, jualan jalan terus, dan menambah aneka dagangan lain di Warjos ini. Ada minuman panas dan dingin, juga nasi timbel, ayam goreng, sayur asem plus sambal, dan siap menerima pesanan, untuk acara acara atau hajatan," kata Yanti.

Dengan kegigihan dan keuletan itu, Yanti memberi pesan kepada mereka yang berminat dan hendak  bekerja ke luar negeri menjadi TKI atau pekerja migran Indonesia. "Saya ingatkat untuk calon TKI ke luar negeri, pertama harus bisa bahasa negara tujuan  tempat bekerja nanti, bahasa menjadi dasar kita berkomunikasi di sana. Selain itu harus  beretika dan sopan santun, dan kalau bisa punya keterampilan khusus,"  pesanya.

Sementara untuk para purna pekerja migran Indonesia yang sudah kembali ke kampung halaman, harus  bisa berhemat. Karena saat kerja di sana, tiap bulan dapat gaji, sementara hidup di kampung lain lagi, kebutuhan hidup terus berjalan dan terus bertambah. Bahkan mada panen juga ada masanya. Mulailah untuk membuka usaha mandiri apa saja, yang penting halal. 

"Hidup sehemat mungkin, jangan bergaya di negeri orang, dan mulailah untuk punya usaha sendiri, warungan atau memproduksi apa saja, yang modalnya enteng di kantong, untung di kantong,"  pungkasnya.(dan/sep)

Berita Terbaru

Jadwal Persib Bandung Terbaru: Hadapi Madura United 22 Oktober, Lanjut Lawan Garudayaksa FC

Jadwal Persib Bandung Terbaru: Hadapi Madura United 22 Oktober, Lanjut Lawan Garudayaksa FC

Olahraga1 jam lalu
Cara Dapat Diskon Sari Ater Hot Springs Ciater Khusus Peserta Trail Race 2026

Cara Dapat Diskon Sari Ater Hot Springs Ciater Khusus Peserta Trail Race 2026

Subang1 jam lalu
Presiden Prabowo Sambut Sekjen PBB Antonio Guterres di Hambalang, Bahas Isu Ini

Presiden Prabowo Sambut Sekjen PBB Antonio Guterres di Hambalang, Bahas Isu Ini

Nasional2 jam lalu
Ditemukan Lahan Bekas Karhutla di Dharmasraya Ditanami Sawit, Polisi Turun Tangan

Ditemukan Lahan Bekas Karhutla di Dharmasraya Ditanami Sawit, Polisi Turun Tangan

Nasional3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Singapura Bongkar 7 Perusahaan Diduga Terlibat Karhutla, Tiga Pemasok APP

Singapura Bongkar 7 Perusahaan Diduga Terlibat Karhutla, Tiga Pemasok APP

Nasional3 jam lalu
Sumpah Pemuda dengan Konteks Kekinian (Versi Modern)

Sumpah Pemuda dengan Konteks Kekinian (Versi Modern)

Opini3 jam lalu
Demonstrasi Ekonomi di Lima Negara Eropa Berujung Kerusuhan, Biaya Hidup Mencekik

Demonstrasi Ekonomi di Lima Negara Eropa Berujung Kerusuhan, Biaya Hidup Mencekik

Nasional3 jam lalu
Pojokan 327: Akhir Kritisisme

Pojokan 327: Akhir Kritisisme

Opini3 jam lalu
Polda Jabar Gruduk Pabrik Tramadol Dan Heximer? Simak Berita Updatenya Disini!

Polda Jabar Gruduk Pabrik Tramadol Dan Heximer? Simak Berita Updatenya Disini!

Jawa Barat3 jam lalu
Viral Video Dugaan Penganiayaan Petugas SPPG di Bogor, BGN Turun Tangan

Viral Video Dugaan Penganiayaan Petugas SPPG di Bogor, BGN Turun Tangan

Jawa Barat3 jam lalu