Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Mikroba PA 63 Garuda Pulihkan 250 Ha Lahan Petani, Kakang Prabu Juga Bagikan Bibit

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|14:46 WIB
Bagikan:
Mikroba PA 63 Garuda Pulihkan 250 Ha Lahan Petani, Kakang Prabu Juga Bagikan Bibit
Kakang Prabu saat mengecek kondisi lahan dan pertumbuhan padi yang menggunakan cairan Mikroba PA 63 Garuda di Pakisjaya, Karawang. ADAM SUMARTO/PASUNDAN EKSPRES

PURWAKARTA-Kaluruhan Galuh Pakuan Pajajaran (KGPP) bekerja sama dengan Agen Spesial Garuda Sakti RI (Asgas RI) berhasil memulihkan 250 hektare (ha) lahan para petani di Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang.

Keberhasilan tersebut tak lepas dari program Siliwangi Tadabur Alam Bumi Nusantara dengan cairan Mikroba PA 63 Garuda yang diaplikasikan ke lahan dan bibit padi para petani. Ke-250 ha lahan tersebut mulai ditanami padi pada awal Februari 2025 lalu. 

Pembina Asgas RI yang juga perwakilan KGPP Ramlan Samsuri, akrab disapa Kakang Prabu, mengecek langsung pertumbuhan padi tersebut, Kamis (13/3) sore. 

Ada tiga desa di Pakisjaya yang jadi tujuan Kakang Prabu. Ketiga desa tersebut adalah Desa Selokan, Desa Tanah Baru dan Desa Teluk Buyung.

Tak hanya mengecek, Kakang Prabu juga membawa dua ton bibit padi Putri Raja yang terdiri atas 400 kemasan seberat 5 kg.

Bibit padi tersebut dibagikan secara gratis kepada para petani di tiga desa tersebut, khususnya kepada petani yang lahannya terkena banjir akibat cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini.

"Alhamdulillah, saya melihat pertumbuhan padi secara langsung. Berkat Mikroba PA 63 Garuda pertumbuhannya lebih cepat. Penggunaan pupuk pun jauh berkurang," kata Kakang Prabu saat ditemui di kediamannya di Purwakarta, Jumat (14/3).

Dengan keberhasilan ini, sambungnya, semakin banyak petani yang menginginkan lahannya turut menggunakan Mikroba PA 63 Garuda. "Ini semakin membuktikan keunggulan Mikroba PA 63 Garuda, terlebih sudah ada contoh yang berhasil, semakin banyak yang tertarik," ujarnya.

Kakang Prabu menyebutkan, jauh sebelum di Karawang, Mikroba PA 63 Garuda sudah berhasil di berbagai wilayah di Indonesia.

Di antaranya di Bima, Dompu, Keli, Wera dan Roka NTB. Kemudian di Jeneponto, Jampea dan Selayar Sulawesi Selatan. 

Bahkan, belum lama ini, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menghadiri Lokasi Ketahanan Pangan Puslatpur Kodiklatad seluas 276 Hektar di Dusun Talang Masri, Desa Peracak, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan. 

Ketahanan pangan yang juga menggunakan Mikroba PA 63 Garuda ini juga dihadiri Danpuslatpur Kodiklat TNI AD Brigjen TNI Dani Rakca.

Turut hadir pula Iman Untung Slamet atau dikenal Prof Jiun yang bersama-sama Kakang Prabu menciptakan Mikroba PA 63 Garuda.

Sementara itu, Sekretaris Camat Pakisjaya, Matpakar mengapresiasi program Siliwangi Tadabur Alam Bumi Nusantara dengan cairan Mikroba PA 63 Garuda. 

"Para petani di wilayah kami ini merupakan petani ortodok, harus ada yang berhasil dulu, harus ada buktinya dulu. Nah, sekarang sudah terbukti berhasil maka semakin banyak yang menginginkan penggunaan Mikroba PA 63 Garuda," ucap Matpakar.

Ketua Tani Bugis Jaya, Desa Tanah Baru, Boisin mengaku, penggunaan Mikroba PA 63 Garuda berdampak positif terhadap pertumbuhan padi miliknya. "Bisa dilihat langsung ke sawah. Pertumbuhannya cepat dan sehat," kata Boisin.

Senada disampaikan Ketua Kelompok Herang Tani Desa Teluk Buyung Nurhadi. Dirinya menyebutkan, awal penggunaan Mikroba PA 63 Garuda di lahannya malah sempat diejek sesama kelompok tani.

"Akan tetapi, setelah melihat keberhasilan Mikroba PA 63 Garuda yang membuat pertumbuhan padi milik saya cepat dan sehat, mereka malah balik mencari-cari saya dan meminta cairan mikroba tersebut," ujarnya.

Tak hanya itu, kata Nurhadi, penggunaan pupuk pun berkurang sampai 50 persen. Dengan begitu biaya produksi pun dapat ditekan. 

"Saya ucapkan terima kasih juga atas bantuan bibit padi. Ini sangat bermanfaat bagi petani, terutama yang lahannya terkena banjir," ucap Nurhadi.(add)

Berita Terbaru

Persiapan Persib Siapkan Rotasi Pemain Jelang Hadapi Persik, Maung Bandung Waspadai Jadwal Padat

Persiapan Persib Siapkan Rotasi Pemain Jelang Hadapi Persik, Maung Bandung Waspadai Jadwal Padat

Olahraga1 jam lalu
Dilema: Hutan Mangrove dan Tambak Udang, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Dilema: Hutan Mangrove dan Tambak Udang, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Opini1 jam lalu
7 Tempat Wisata di Subang yang Cocok Dikunjungi Bulan Oktober, Ada Pantai hingga Pegunungan!

7 Tempat Wisata di Subang yang Cocok Dikunjungi Bulan Oktober, Ada Pantai hingga Pegunungan!

Jawa Barat2 jam lalu
Hidup Sebatang Kara di Rumah Tak Layak Huni, Mak Turci Terima Bantuan Rutilahu BAZNAS Subang

Hidup Sebatang Kara di Rumah Tak Layak Huni, Mak Turci Terima Bantuan Rutilahu BAZNAS Subang

Headline4 jam lalu
ADVERTISEMENT
Tempat Wisata Murah Meriah di Subang, Tetap Seru Meski Hemat Budget

Tempat Wisata Murah Meriah di Subang, Tetap Seru Meski Hemat Budget

Headline5 jam lalu
Ada Konser Musik di Alun-Alun, Satlantas Polres Subang Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas

Ada Konser Musik di Alun-Alun, Satlantas Polres Subang Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas

Headline6 jam lalu
Asap Karhutla di Pulau Jawa: BMKG Ingatkan Pentingnya Pemantauan Kualitas Udara

Asap Karhutla di Pulau Jawa: BMKG Ingatkan Pentingnya Pemantauan Kualitas Udara

Nasional7 jam lalu
Aktor Senior Yadi Timo Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun, Joko Nugroho Ungkap Sifat Asli Almarhum

Aktor Senior Yadi Timo Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun, Joko Nugroho Ungkap Sifat Asli Almarhum

Headline14 jam lalu
Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan, Masyarakat Diimbau Tidak Khawatir

Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan, Masyarakat Diimbau Tidak Khawatir

Nasional16 jam lalu
Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital

Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital

Nasional16 jam lalu