Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Motor Pelajar Dilarang, Respons Warga: Jangan Bebani Pelajar! Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Dinilai Perlu Solusi Nyata

R
Rian AlfianEditor: Dobi Maulana
|10:00 WIB
Bagikan:
Motor Pelajar Dilarang, Respons Warga: Jangan Bebani Pelajar! Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Dinilai Perlu Solusi Nyata
Ilustrasi: Pelajar dilarang naik motor ke sekolah

PASUNDANEKSPRES.ID - Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang membatasi penggunaan sepeda motor bagi pelajar kembali menjadi sorotan publik. Aturan ini digulirkan sebagai upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas usia sekolah, namun di sisi lain memunculkan kekhawatiran serius terkait akses pelajar menuju sekolah, terutama di daerah yang minim transportasi umum.

Di atas kertas, kebijakan tersebut dinilai berpihak pada keselamatan. Namun, banyak pihak menilai penerapannya belum sepenuhnya siap jika dilakukan secara menyeluruh dan serentak.

MTI: Kebijakan Baik, Tapi Jangan Lepas dari Realitas

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menyambut langkah ini sebagai kebijakan progresif. Meski demikian, MTI menekankan bahwa pelarangan sepeda motor bagi pelajar tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan sistem transportasi publik yang memadai.

Ketua Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah MTI, Djoko Setijowarno, menegaskan bahwa persoalan utama bukan pada larangan, melainkan ketersediaan alternatif.

“Membatasi motor memang ideal dari sisi keselamatan, tetapi akan berisiko jika negara belum hadir menyediakan angkutan yang layak, aman, dan terjangkau,” ujarnya.

Djoko mencontohkan wilayah Purwakarta, Subang, Sukabumi, Garut hingga Cianjur yang hingga kini masih kekurangan angkutan umum. Di daerah tersebut, sepeda motor menjadi alat vital bagi pelajar yang harus menempuh jarak sekolah cukup jauh.

Data BPS: Motor Bukan Sekadar Gaya Hidup

Kondisi ini diperkuat oleh data Badan Pusat Statistik (BPS). Dari total 17,03 juta kendaraan bermotor di Jawa Barat, sebanyak 14,12 juta merupakan sepeda motor. Angka ini mencerminkan bahwa motor telah menjadi kebutuhan utama masyarakat, termasuk bagi keluarga pelajar.

Solusi yang Dinilai Bisa Diterapkan

Agar kebijakan tidak justru menyulitkan pelajar, sejumlah solusi dinilai perlu segera diwujudkan, antara lain:

1. Pengadaan Transportasi Sekolah Gratis atau Bersubsidi
Pemerintah daerah dapat menyediakan bus sekolah khusus, terutama di wilayah pinggiran dan pedesaan yang minim angkutan umum.

2. Revitalisasi Angkutan Umum Lokal
Angkot dan elf desa perlu dihidupkan kembali dengan subsidi operasional agar rutenya menjangkau sekolah-sekolah.

3. Penerapan Bertahap dan Zonasi
Larangan sepeda motor sebaiknya diterapkan bertahap, dimulai dari daerah perkotaan yang sudah memiliki transportasi memadai, bukan langsung menyeluruh.

4. Kerja Sama dengan Desa dan Sekolah
Pemerintah desa, sekolah, dan komite orang tua dapat dilibatkan untuk menyediakan kendaraan antar-jemput berbasis komunitas.

5. Pengawasan Penjualan Motor ke Anak di Bawah Umur
Selain melarang penggunaan, pengawasan terhadap penjualan sepeda motor kepada pelajar juga perlu diperketat agar kebijakan berjalan dari hulu ke hilir.

Respons Warga: Jangan Bebani Pelajar

Di media sosial, suara warga terus bermunculan. Banyak yang menilai kebijakan ini berpotensi tidak adil jika diterapkan tanpa solusi konkret.

Seorang warganet menulis, “Kalau sekolah jauh dan orang tua bekerja, lalu tidak ada angkutan umum, siapa yang bertanggung jawab?”

Pendapat lain menyebutkan bahwa pemerintah perlu lebih dulu membenahi sistem transportasi, sebelum menerapkan larangan yang berdampak langsung pada aktivitas belajar.

Keselamatan Penting, Akses Pendidikan Tak Boleh Terganggu
Keselamatan lalu lintas memang krusial, namun akses pendidikan juga tidak kalah penting. Tanpa transportasi publik yang merata, kebijakan pembatasan motor pelajar dikhawatirkan justru memperlebar kesenjangan akses pendidikan.

Kini publik menanti langkah lanjutan Pemerintah Provinsi Jawa Barat: apakah kebijakan ini akan diiringi solusi nyata, atau hanya berhenti pada larangan semata.

Berita Terbaru

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Headline3 jam lalu
Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Bandung Barat3 jam lalu
Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Purwakarta4 jam lalu
Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Subang4 jam lalu
ADVERTISEMENT
HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

Lifestyle4 jam lalu
Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Subang4 jam lalu
Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Purwakarta5 jam lalu
Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Purwakarta5 jam lalu
Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital,  Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital, Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Karawang5 jam lalu
DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

Karawang5 jam lalu
Motor Pelajar Dilarang, Respons Warga: Jangan Bebani Pelajar! Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Dinilai Perlu Solusi Nyata | Pasundan Ekspres