Nasib PSSI Jawa Barat: Antara Pembinaan dan Organisasi

PASUNDANEKSPRES - Berakhirnya masa kepemimpinan Tomi Aprianto di PSSI Jawa Barat menyisakan pekerjaan rumah yang tidak ringan. Saat ini, roda organisasi dijalankan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua dan Plt Sekretaris Jenderal PSSI Jawa Barat. Kondisi tersebut tentu menimbulkan pertanyaan mengenai arah dan marwah organisasi sepak bola terbesar di Jawa Barat.
Di tengah situasi tersebut, hadir terobosan berupa Liga Jabar Istimewa yang menjadi salah satu program yang mendapat perhatian publik sepak bola Jawa Barat. Namun, perlu dipahami bahwa lahirnya kompetisi tersebut bukan semata-mata hasil keputusan Plt Ketua maupun Plt Sekjen PSSI Jawa Barat.
Ketua PSSI Kabupaten Subang, Hendra Boeng menilai program itu merupakan hasil kesepakatan bersama yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan sepak bola Jawa Barat, yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam pertemuan bersama para Ketua PSSI Kabupaten/Kota dan klub anggota PSSI Jawa Barat.
Meski demikian, menurutnya persoalan yang lebih mendasar saat ini bukan hanya soal kompetisi atau pembinaan usia muda. “Yang lebih penting adalah keberlangsungan organisasi sebagai rumah besar sepak bola Jawa Barat,” kata Boeng pada Pasundan Ekspres, Selasa 23 Juni 2026.
Dia menambahkan, selayaknya sebuah organisasi tentu membutuhkan kepemimpinan yang definitif agar memiliki legitimasi kuat dalam mengambil keputusan strategis dan menjalankan program-program jangka panjang.
“Kehadiran pemimpin definitif diyakini akan mampu menciptakan suasana organisasi yang lebih kondusif, stabil, dan memberikan kepastian bagi seluruh elemen sepak bola Jawa Barat,” tegasnya.
”Dengan kepemimpinan yang sah melalui mekanisme organisasi, berbagai agenda pembinaan, kompetisi, hingga pengembangan prestasi dapat berjalan lebih terarah,” lanjut Boeng.
Atas dasar itulah, PSSI Kabupaten Subang mendorong agar Plt Ketua dan Plt Sekjen PSSI Jawa Barat segera menyelenggarakan Kongres Pemilihan Ketua PSSI Jawa Barat.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengakhiri masa transisi kepemimpinan sekaligus mengembalikan organisasi kepada tata kelola yang lebih ideal.
Menurutnya, Subang berharap kongres pemilihan dapat segera dilaksanakan sehingga rumah sepak bola Jawa Barat memiliki ketua definitif yang mampu memimpin organisasi secara penuh.
Dengan demikian, fokus pembinaan sepak bola Jawa Barat tidak terganggu oleh persoalan organisasi, melainkan dapat bergerak seiring untuk mewujudkan prestasi yang lebih baik di masa mendatang.
Pada akhirnya, sepak bola Jawa Barat membutuhkan dua hal yang sama pentingnya: pembinaan yang berkelanjutan dan organisasi yang kuat. Tanpa kepemimpinan definitif, sulit bagi organisasi untuk menjalankan perannya secara maksimal.
“Karena itu, percepatan pelaksanaan Kongres Pemilihan Ketua PSSI Jawa Barat menjadi kebutuhan yang mendesak demi masa depan sepak bola Jawa Barat yang lebih baik,” tukasnya.
