Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pedagang Pasar Pujasera Tolak Pembangunan Mall, Harga Sewa Terlalu Mahal

E
EgiEditor: Egi
|04:56 WIB
Bagikan:
Pedagang Pasar Pujasera Tolak Pembangunan Mall, Harga Sewa Terlalu Mahal
Sejumlah pedagang Pasar Pujasera menolak rencana pembangunan Pesona Subang Mall (PSM) dan menginginkan pembangunan Pasar Tradisional Modern.(Nisa Atiatul/Pasundan Ekspres)

SUBANG-Sejumlah pedagang Pasar Pujasera menolak rencana pembangunan Pesona Subang Mall (PSM) dan menginginkan pembangunan Pasar Tradisional Modern.

Penolakan tersebut dikarnakan harga sewa yang terlalu tinggi, terlebih Pemerintah Kabupaten Subang belum melakukan sosialisasi kepada para pedagang pasar Pujasera mengenai pembangunan Mall tersebut.

Selain itu, keinginan mayoritas para pedagang ialah pasar tradisional modern, bukan pembangunan mall. "Pihak pemerintah, belum ada kebersamaan. Kalo pedagang itu mau nya Pasar Tradisional Moderen. Soalnya kalo mall disituasi sekarang ini tidak terjangkau," kata Heri Suryadi selaku pengurus Pasar Pujasera kepada Pasundan Ekspres, kemarin.

Heri menuturkan bahwa untuk harga sewa mencapai Rp 3,5 milyar hingga Rp 6,5 milyar per satu toko dengan luas ukuran 4mx8,5m. "Harganya itu Rp.3,5 milyar sampai yang paling mahal itu Rp. 6,5 milyar per satu tokonya, ukurannya itu 4 m x 8,5 m," tuturnya. 

Terlebih barang yang dijajarkan oleh para pedagang Pasar Pujasera saat ini tidak cocok dengan mall yang kelasnya menengah ke atas. "Barang dagangannya pun tidak masuk di mall, mall itukan sudah kelas atas, kalo kita kan masih menengah ke bawah," ucapnya.  

Selaras dengan keinginan dari pengurus Pasar Pujasera, Komisariat Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPSI), Isak menolak rencana pembangunan Pesona Subang Mall dan menginginkan pasar tradisional moderen. 

Isak menjelaskan penolakan tersebut melihat dari penyesuaian para pedagang, terlebih tempat saat ini tidak cocok jika dibuat untuk pembangunan mall. "Kenapa menginginkan pasar moderen, karna melihat kemampuan para pedagang. Apalagi tempat ini yang luasnya hanya 2,1 hektar, sedangkan untuk pembangunan mall itu harus mempunyai luas sekitar 3 hektar," jelasnya. 

Isak mengharapkan, pemerintah bisa membuat pasar tradisional modern bukan Pesona Subang Mall yang hingga saat ini digembor-gemborkan. "Bukan pesona subang mall yang kami inginkan tapi pasar tradisional moderen, sampai kapanpun kami menginginkan pasar moderen bukan mall," harapnya.

Saat ini Pasar pujasera menampung lebih dari 300 pedagang yang telah bejualan lebih dari 10 tahun, dan menolak adanya pembangunan mall di sana.(nsa/sep)

Berita Terbaru

Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Cara Mudah Report Akun TikTok yang Bermasalah

Lifestyle36 menit lalu
LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

LaLaLa Fest Hadir Lagi di Jakarta Januari 2027, Olivia Dean jadi Headliner

Lifestyle2 jam lalu
JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

JNE Raih Sertifikasi Halal untuk Layanan Logistik dari BPJPH, Perkuat Standar Layanan Terpercaya

Nasional2 jam lalu
Poster Baru Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Tampilkan Detail Kehidupan Ale

Poster Baru Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Tampilkan Detail Kehidupan Ale

Lifestyle2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Tiga Tahun Berjuang Melawan Sakit Komplikasi, BAZNAS Subang Hadir Bantu Ibu Tiga Anak

Tiga Tahun Berjuang Melawan Sakit Komplikasi, BAZNAS Subang Hadir Bantu Ibu Tiga Anak

Headline3 jam lalu
Botram Bersama Warga, TMMD ke-130 di Cupunagara Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Botram Bersama Warga, TMMD ke-130 di Cupunagara Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Headline3 jam lalu
Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lowongan Kerja di Subang Oktober 2026: PT Handsomekovi Indonesia Buka Posisi Ini

Lifestyle4 jam lalu
Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Lifestyle5 jam lalu
Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Nasional5 jam lalu
Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Nasional5 jam lalu