Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Peringatan Hari Lahir Pancasila 2025, Andhika Surya Gumilar: Momentum Perkuat Ideologi Bangsa dan Kebijakan Pro-Rakyat

Y
Yusup SuparmanEditor: Yusup Suparman
|14:48 WIB
Bagikan:
Peringatan Hari Lahir Pancasila 2025, Andhika Surya Gumilar: Momentum Perkuat Ideologi Bangsa dan Kebijakan Pro-Rakyat
Anggota DPRD Jabar Andhika Surya Gumilar.

SUBANG–Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2025 kembali menjadi momen refleksi kebangsaan bagi seluruh elemen masyarakat Indonesia. Tahun ini, peringatan Hari Lahir Pancasila menghadirkan Burung Garuda Pancasila sebagai elemen utama, simbol negara yang mengandung filosofi mendalam tentang dasar dan arah kehidupan berbangsa.

Bagi Anggota DPRD Jawa Barat Komisi V, Andhika Surya Gumilar, Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat akan tanggung jawab bersama untuk menjaga nilai-nilai luhur bangsa, memperkuat semangat gotong royong, dan mewujudkan keadilan sosial sebagaimana tertuang dalam sila-sila Pancasila.

“Pancasila adalah rumah besar kita bersama, payung pemersatu segala perbedaan suku, agama, ras, dan golongan. Di tengah dinamika global dan tantangan sosial saat ini, memperkuat ideologi Pancasila menjadi hal yang sangat mendesak,” kata Andhika yang merupakan wakil rakyat dari Dapil Subang, Majalengka dan Sumedang itu pada Minggu (1/6/2025).

Pemilihan Burung Garuda Pancasila sebagai simbol utama dalam peringatan tahun ini dianggap Andhika sebagai pengingat penting bahwa kekuatan bangsa Indonesia bukan hanya berasal dari sejarah perjuangan fisik, tetapi juga dari landasan ideologis yang kuat.

"Garuda Pancasila bukan sekadar lambang negara. Ia adalah representasi dari jati diri bangsa. Di dada Garuda terukir lima sila yang menjadi penuntun kita dalam bernegara, dan setiap bagian dari Garuda mengandung makna filosofis yang dalam," ujarnya.

Menurutnya, kesadaran terhadap nilai-nilai Pancasila harus ditanamkan sejak dini, terutama kepada generasi muda yang kini tumbuh di era digital dan globalisasi. 

"Pancasila harus hidup di ruang-ruang pendidikan, ruang publik, dan ruang kebijakan," tambahnya.

Sebagai anggota DPRD Jabar yang membidangi pendidikan, kesehatan, sosial dan pemberdayaan masyarakat, Andhika menekankan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila harus tercermin dalam kebijakan-kebijakan pemerintah daerah. Mulai dari pemerataan pendidikan, jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, hingga pemberdayaan ekonomi di desa-desa.

"Kalau kita bicara Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, itu tidak bisa hanya menjadi slogan. Harus diterjemahkan menjadi program nyata, seperti peningkatan akses pendidikan di daerah terpencil, bantuan untuk UMKM, serta kebijakan yang pro terhadap kelompok rentan," tegas Andhika.

Ia menambahkan Komisi V DPRD Jabar terus mendorong agar anggaran daerah dapat berpihak pada rakyat. 

"Di Hari Lahir Pancasila ini, kita harus berani mengevaluasi: Apakah program-program kita di DPRD dan pemerintah provinsi sudah mencerminkan nilai-nilai Pancasila? Apakah sudah adil? Sudah merata?"

Andhika juga mengaitkan Pancasila dalam konteks lokal Kabupaten Subang. Dengan berkembangnya kawasan industri dan pariwisata di Subang, ia menilai perlindungan terhadap masyarakat lokal, keadilan sosial, dan pelestarian budaya lokal harus menjadi bagian dari pembangunan.

"Subang ini sedang tumbuh pesat. Tapi jangan sampai pertumbuhan itu timpang. Kita tidak ingin ada warga lokal yang tersingkir oleh pembangunan. Pancasila menuntun kita untuk menciptakan pembangunan yang adil dan merata," katanya.

Ia juga mengapresiasi berbagai inisiatif lokal di Subang yang menjaga semangat gotong royong, seperti pelestarian budaya, gerakan sosial berbasis desa, dan partisipasi pemuda dalam pembangunan.

Di akhir pernyataannya, Andhika menyerukan agar generasi muda tidak hanya mengenal Pancasila secara teori, tetapi juga mampu menjadi pelopor dalam praktik kehidupan sehari-hari.

“Generasi muda jangan malu untuk jadi agen perubahan. Mulailah dari hal kecil: jujur, adil, peduli sesama, tidak membeda-bedakan teman karena latar belakangnya. Itulah Pancasila yang hidup dan membumi,” tegasnya.(hdi)

Berita Terbaru

Di Tengah Kesibukan, Warga Manfaatkan PELATARAN untuk Urusan Pertanahan saat Akhir Pekan

Di Tengah Kesibukan, Warga Manfaatkan PELATARAN untuk Urusan Pertanahan saat Akhir Pekan

Nasional1 jam lalu
Anggota DPRD Subang Yayang Ari Wijaya Minta Penerima Tak Jual Becak Listrik Bantuan Prabowo

Anggota DPRD Subang Yayang Ari Wijaya Minta Penerima Tak Jual Becak Listrik Bantuan Prabowo

Headline1 jam lalu
Dulu Pemohon yang Cari Petugas Ukur, Sejak Ada Pengukuran Terjadwal Kini Tanah Diukur Lebih Pasti dan Cepat

Dulu Pemohon yang Cari Petugas Ukur, Sejak Ada Pengukuran Terjadwal Kini Tanah Diukur Lebih Pasti dan Cepat

Headline1 jam lalu
Bantu PPAT dalam Manajemen Waktu, PERINTIS 10 Hari Bawa Manfaat bagi Masyarakat

Bantu PPAT dalam Manajemen Waktu, PERINTIS 10 Hari Bawa Manfaat bagi Masyarakat

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Sejarah Pertemuan Timnas Indonesia vs Timnas Thailand: Rivalitas Panjang di Asia Tenggara

Sejarah Pertemuan Timnas Indonesia vs Timnas Thailand: Rivalitas Panjang di Asia Tenggara

Olahraga2 jam lalu
Wisata Curug Subang: Rekomendasi Air Terjun Tersembunyi dengan Akses Mudah

Wisata Curug Subang: Rekomendasi Air Terjun Tersembunyi dengan Akses Mudah

Lifestyle3 jam lalu
3 Curug Tersembunyi Subang yang Mudah Diakses dan Trek Tak Terlalu Panjang

3 Curug Tersembunyi Subang yang Mudah Diakses dan Trek Tak Terlalu Panjang

Lifestyle6 jam lalu
Pojokan 325: “Nu Salawase, PBNU Sacukupe”

Pojokan 325: “Nu Salawase, PBNU Sacukupe”

Opini6 jam lalu
Andrew Mandala Apresiasi Becak Listrik Bantuan Presiden, Dorong Pengayuh Becak Semakin Produktif

Andrew Mandala Apresiasi Becak Listrik Bantuan Presiden, Dorong Pengayuh Becak Semakin Produktif

Subang6 jam lalu
Tegar Jasa Priatna: 200 Becak Listrik Jadi Bukti Perhatian Presiden kepada Pejuang Nafkah di Subang

Tegar Jasa Priatna: 200 Becak Listrik Jadi Bukti Perhatian Presiden kepada Pejuang Nafkah di Subang

Subang6 jam lalu