Puluhan Anggota Tertimbun, TNI AD Selidiki Dugaan Prajurit Jadi Korban Longsor di Pasirlangu Bandung Barat

PASUNDANEKSPRES.ID - TNI Angkatan Darat masih mendalami informasi terkait dugaan adanya prajurit yang menjadi korban bencana longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Hingga saat ini, upaya pencarian korban yang dilaporkan hilang masih terus berlangsung meski dihadapkan pada kondisi cuaca buruk dan medan yang sulit.
Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi Kolonel Inf Mahmuddin mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan apakah ada anggota TNI yang turut menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 83 orang masih dinyatakan hilang akibat tertimbun material longsor.
“Sampai sekarang saya belum menerima informasi pasti apakah ada anggota TNI di antara personel yang dilaporkan hilang. Hal ini masih akan kami konfirmasi lebih lanjut,” ujar Mahmuddin saat ditemui di Kantor Desa Pasirlangu, Sabtu, 24 Januari 2026.
Ia menegaskan, TNI bersama unsur terkait akan terus melanjutkan proses pencarian dan evakuasi korban. Namun, pelaksanaan di lapangan menghadapi sejumlah hambatan, terutama akibat cuaca yang belum mendukung.
“Kami tetap melakukan pencarian, meskipun kendalanya cukup besar. Curah air masih tinggi dan material longsor terus bergerak, sehingga alat berat belum bisa diturunkan ke lokasi,” jelasnya.
Mahmuddin menambahkan, Kodam III/Siliwangi masih menunggu kejelasan informasi mengenai keberadaan personel TNI yang dilaporkan belum diketahui nasibnya.
Koordinasi lintas instansi terus dilakukan guna memastikan data korban secara akurat dan menyeluruh.
Bencana longsor di kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat malam.
Material tanah dari lereng gunung menimbun puluhan rumah warga. Akibat kejadian itu, delapan orang dilaporkan meninggal dunia dan 83 lainnya masih dalam pencarian.
Hingga kini, status tanggap darurat bencana masih diberlakukan, sementara tim gabungan terus mengintensifkan upaya pencarian korban di lokasi terdampak.
