Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Seniman Purwakarta Ikut Kawal Putusan MK

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|18:24 WIB
Bagikan:
Seniman Purwakarta Ikut Kawal Putusan MK
Sejumlah seniman Purwakarta menggelar aksi sebagai bentuk dukungan atas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 60/PUU-XXII/2024 dan menolak gugatan Nomor 70/PUU-XXII/2024.

PURWAKARTA-Sejumlah seniman Purwakarta menggelar aksi sebagai bentuk dukungan atas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 60/PUU-XXII/2024 dan menolak gugatan Nomor 70/PUU-XXII/2024.

Dimotori seniman kawakan Purwakarta Ali Novel Magad dan Rudy Aliruda dari Sanggar Sastra Purwakarta, aksi dukungan tersebut disuarakan melalui pertunjukan musik dan pembacaan puisi.

"Kami seniman dan aktivis Purwakarta menggelar aksi yang kami namakan Aksi Keprihatinan untuk Indonesia yang Sedang Rarudet (serbasusah, red)," kata Ali kepada wartawan di sela aksi yang digelar di depan Pasar Jumat - GS, Jumat (23/8) sore.

Ali menyebutkan, saat ini sedang terjadi aksi untuk mengawal putusan MK, tak hanya di Jakarta tapi juga di seluruh wilayah Indonesia, tak terkecuali di Purwakarta. 

"Seperti diketahui, MK baru saja mengubah ambang batas pencalonan calon kepala dan wakil kepala daerah di Pilkada Serentak 2024 melalui putusan MK Nomor 60/PUU-XXII/2024. Artinya, partai politik yang tak memiliki kursi bisa turut mencalonkan," ujarnya.

Ali menambahkan, MK juga menolak permohonan gugatan perkara Nomor 70/PUU-XXII/2024 mengenai pengujian ketentuan persyaratan batas usia minimal calon kepala daerah, sehingga batas usia tetap menjadi syarat saat pendaftaran, bukan pelantikan.

"Tapi tiba-tiba para anggota DPR RI yang diwakili Badan Legislatif menggelar rapat pengesahan RUU Pilkada menjadi UU. Ini adalah sesuatu pengkhianatan atau pembangkangan atas putusan MK," ucap Ali. 

Karena itu, lanjut Ali, rakyat jangan tinggal diam. "Bahkan kami dari kalangan seniman dan aktivis ikut turun ke jalan. Ini sebagai bentuk empati kepada kawan-kawan yang sedang menggelar aksi di Gedung DPR RI," kata Ali.

Ditanya apakah aksinya itu akan berdampak, Ali tak ambil pusing. "Meski aksi kali ini hanya dilakukan segelintir seniman dan aktivis, minimal kami tidak diam," ujar Ali.(add)

Berita Terbaru

Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Nasional9 menit lalu
Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Headline31 menit lalu
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Subang49 menit lalu
Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline1 jam lalu
80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

Nasional1 jam lalu
Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Ribuan Lowongan Kerja Buka Di Bursa Kerja Online Subang, Gubernur KDM Ajak Pencari Kerja Daftar Lewat Aplikasi Nyari Gawe!

Subang1 jam lalu
Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Retribusi Parkir Subang Baru 33 Persen dari Target Rp1,5 Miliar, Ini Kendalanya

Subang1 jam lalu
Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Bulan Imunisasi Kejar Subang Fokus Lengkapi Dosis Anak, DPT-HB-Hib Jadi Prioritas

Subang1 jam lalu
Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Karhutla Meluas di Kalimantan Tengah, Orang Utan Berbobot 56 Kg Alami Luka di Tangan dan Kaki

Nasional1 jam lalu