Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Siswa Subang Sudah Gunakan Pakaian Adat

E
EgiEditor: Egi
|18:40 WIB
Bagikan:
Siswa Subang Sudah Gunakan Pakaian Adat
MUHAMMAD FAISHAL/PASUNDAN EKSPRES TRADISIONAL: Siswa SDN Dr. Satiman saat mengenakan baju adat.

SUBANG-Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menerbitkan Permendikbud Nomor 50 Tahun 2022 tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. 

Pada pasal 10 Permendikbud nomor 50 tahun 2022, ada tiga jenis seragam sekolah yang dikenakan siswa. Pertama, pakaian seragam nasional yang dikenakan peserta didik setiap hari Senin dan Kamis serta pelaksanaan upacara bendera. 

Jenis seragam kedua adalah Pramuka dan seragam khas sekolah. Pakaian ini dikenakan peserta didik pada hari yang telah ditetapkan oleh masing-masing sekolah. Seragam ketiga adalah pakaian adat. Dikenakan peserta didik pada hari atau acara adat istiadat tertentu. 

Namun, pada aturan seragam yang ketiga terjadi pro dan kontra di masyarakat. Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur Aries Agung Paewai menjadi salah satu pihak yang kurang setuju dengan aturan tersebut. 

Menurutnya, meskipun memiliki maksud dan tujuan yang baik, tapi diperlukan kajian mendasar dan berbagai pertimbangan agar tidak memberatkan masyarakat. Ia juga menilai keputusan Kemendikbud kurang relevan dengan kondisi masyarakat di daerah-daerah. 

Walaupun adanya perdebatan seperti itu, nyatanya ada beberapa wilayah yang sudah mengaplikasikan Permendikbud Nomor 50 Tahun 2022 terkait seragam adat tersebut, salah satunya adalah Kabupaten Subang. 

Kepala Sekolah SDN Dr. Satiman, Engkos Koswara mengatakan, di Subang sendiri peraturan menggunakan baju adat tersebut sudah diterapkan. 

"Di Subang sudah berjalan dari peraturan sebut keluar. Untuk laki-laki menggunakan baju pangsi, sedangkan untuk perempuan menggunakan baju kebaya putih," ucapnya. 

Ia mengatakan, meskipun terdapat beberapa murid yang bukan berasal dari suku Sunda, tapi tidak pernah ada komplain untuk mengenakannya. 

"Walaupun mungkin mereka bukan dari suku Sunda, tapi mereka tidak pernah komplain, mungkin karena mereka bersekolah di Jawa Barat dan sudah kesepakatan" ucapnya.(fsh/ysp) 

Berita Terbaru

Rekomendasi Villa untuk Gathering di Subang yang Pas Buat Acara Rame-rame

Rekomendasi Villa untuk Gathering di Subang yang Pas Buat Acara Rame-rame

Lifestyle17 menit lalu
Apa Itu Eskul Korp Kadet di SMA? Ini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya

Apa Itu Eskul Korp Kadet di SMA? Ini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya

Nasional1 jam lalu
Bagaimana Cara Melamar Di Kawasan Industri Subang Terbaru 2026, Lengkap dengan Jalur Resmi

Bagaimana Cara Melamar Di Kawasan Industri Subang Terbaru 2026, Lengkap dengan Jalur Resmi

Subang2 jam lalu
Belum Dieksekusi, Silfester Matutina Malah Sempat Jadi Komisaris BUMN, Cuma 5 Hari Menjabat

Belum Dieksekusi, Silfester Matutina Malah Sempat Jadi Komisaris BUMN, Cuma 5 Hari Menjabat

Nasional3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kawasan Industri Subang Makin Ramai, Hotel dan Penginapan Bakal Ketiban Berkah

Kawasan Industri Subang Makin Ramai, Hotel dan Penginapan Bakal Ketiban Berkah

Subang4 jam lalu
Tiga Calon Sekda Subang Jalani Cek Kesehatan di RSUD Ciereng

Tiga Calon Sekda Subang Jalani Cek Kesehatan di RSUD Ciereng

Headline4 jam lalu
Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang Terungkap

Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang Terungkap

Nasional5 jam lalu
Rekomendasi Tempat Ngopi untuk Meeting di Subang Paling Nyaman, Cek di Sini!

Rekomendasi Tempat Ngopi untuk Meeting di Subang Paling Nyaman, Cek di Sini!

Lifestyle6 jam lalu
Jasad ABK Kapal Pembawa Rombongan Jurnalis Ditemukan di Pulau Enggano, Ini Kronologi Penemuannya

Jasad ABK Kapal Pembawa Rombongan Jurnalis Ditemukan di Pulau Enggano, Ini Kronologi Penemuannya

Nasional7 jam lalu
Tips Lolos Melamar Kerja di Pabrik Subang, Kuasai Hal Ini!

Tips Lolos Melamar Kerja di Pabrik Subang, Kuasai Hal Ini!

Lifestyle8 jam lalu