Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Tiga Profesor The University Kitakyushu Jepang Kunjungi UPI Purwakarta, Berbagi Ilmu Pendidikan Kebencanaan

A
Adam SumartoEditor: Dede
|04:10 WIB
Bagikan:
Tiga Profesor The University Kitakyushu Jepang Kunjungi UPI Purwakarta, Berbagi Ilmu Pendidikan Kebencanaan
Para peserta pelatihan tampak berdiskusi pada sesi pembuatan Kamishibai, gambar bercerita sebagi media untuk menyampaikan pendidikan kebencanaan agar mudah dipahami anak-anak.(Adam Sumarto/Pasundan Ekspres)

PURWAKARTA-Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Purwakarta menerima kunjungan tim dari The University Kitakyushu, Jepang, Rabu (20/8/2025).

Kehadiran tim yang terdiri atas Prof Murae Fumitoshi, Prof Yayoi Kodama dan Prof Miyake Hiroyuki ini disambut oleh Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UPI Purwakarta Dr. Idat Muqodas, M.Pd., Kons.

Turut mendampingi ketiga profesor tersebut, Indriyani Rachman, Ph.D., warga Indonesia yang merupakan seorang Reseracher atau Peneliti di The University Kitakyushu.

"Kehadiran tim dari The University Kitakyushu ini dalam rangka projek penelitian sekaligus memberikan pelatihan pendidikan kebencanaan," kata Idat kepada wartawan saat ditemui di sela kegiatan. 

Adapun sasaran atau peserta pelatihan adalah mahasiswa program studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). 

"Para peserta merupakan calon guru, baik guru PAUD maupun guru SD, sehingga diharapkan pengetahuan yang didapat hari ini bisa diaplikasikan kelak pada saat mengajar," ujar Idat.

Hal ini diamini Ketua Program Studi PG-PAUD Dr. Asep Kurnia, M.Pd. Ia menyebutkan, pentingnya pendidikan kebencanaan bagi anak PAUD maupun SD.

"Menanamkan kesadaran sejak dini dapat membentuk karakter anak yang tanggap bila terjadi bencana, sehingga dapat mengurangi dampak risiko bencana tersebut," ucap Asep.

Sementara itu, Prof Murae Fumitoshi menyampaikan keterangannya dalam Bahasa Jepang yang diterjemahkan oleh Indriyani Rachman.

"Kehadiran kami di UPI Purwakarta untuk menjalankan projek penelitian, yakni penggunaan metode pendidikan kebencanaan di Jepang untuk diujicobakan di Indonesia," kata Prof Murae.

Hal ini, sambungnya, meliputi langkah-langkah sebelum terjadi bencana, saat terjadi bencana maupun setelah terjadinya bencana atau dengan kata lain, mulai dari pencegahan hingga mengevaluasinya.

"Indonesia dan Jepang memiliki potensi bencana alam yang cukup banyak, bahkan hampir setiap tahun ada saja bencana yang mengakibatkan banyak korban," ujar Prof Murae.

Atas dasar tersebut, Prof Murae yang merupakan ahli mitigasi bencana, berpikir bahwa Indonesia membutuhkan pendidikan kebencanaan sama seperti di Jepang.

"Melalui workshop ini kami melatih para peserta yang merupakan calon guru, bagaimana memasukan tema pendidikan kebencanaan ke dalam berbagai mata pelajaran," ucapnya.

Pihaknya juga mengenalkan metode Kamishibai yang merupakan teknik bercerita dengan menggabungkan gambar dan mendongeng.

Kamishibai ini terdiri atas 12 lembar kertas yang memuat gambar bercerita, sehingga cocok digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan pendidikan kebencanaan kepada anak-anak di tingkat PAUD maupun SD.

"Para peserta dilatih membuat Kamishibai tentang pendidikan kebencanaan sehingga dapat menyampaikan pesannya dengan menarik dan mudah dimengerti anak-anak," kata Prof Murae.

Dia berharap projek penelitian dan workshop ini nantinya bisa disisipkan ke mata pelajaran. "Dengan demikian dapat menanamkan bahwa pendidikan kebencanaan adalah hal yang penting untuk disampaikan," ujarnya.(add)

Berita Terbaru

Perbedaan PPPK Paruh Waktu dan Penuh Waktu Terbaru

Perbedaan PPPK Paruh Waktu dan Penuh Waktu Terbaru

Nasional18 menit lalu
Kenali Gejala Super Flu H3N2 Subclade K, Apa Bedanya dengan Influenza Biasa?

Kenali Gejala Super Flu H3N2 Subclade K, Apa Bedanya dengan Influenza Biasa?

Lifestyle22 menit lalu
World Pharmacists Day 2026, IAI Subang Perang Melawan Peredaran Gelap Tramadol hingga Alprazolam

World Pharmacists Day 2026, IAI Subang Perang Melawan Peredaran Gelap Tramadol hingga Alprazolam

Subang22 menit lalu
World Pharmacists Day 2026, IAI Subang Perang Melawan Peredaran Gelap Tramadol hingga Alprazolam

World Pharmacists Day 2026, IAI Subang Perang Melawan Peredaran Gelap Tramadol hingga Alprazolam

Headline40 menit lalu
ADVERTISEMENT
Divonis 1 Tahun 6 Bulan, Kades Banggalamulya Masih Pertimbangkan Upaya Hukum

Divonis 1 Tahun 6 Bulan, Kades Banggalamulya Masih Pertimbangkan Upaya Hukum

Headline1 jam lalu
Ini Dia Peluang Kerja Fresh Graduate di Kawasan Industri Subang

Ini Dia Peluang Kerja Fresh Graduate di Kawasan Industri Subang

Lifestyle1 jam lalu
Hasil Undian Badminton AG 2026 Perorangan: Rachel/Febi Langsung Jumpa Tan/Thinaah

Hasil Undian Badminton AG 2026 Perorangan: Rachel/Febi Langsung Jumpa Tan/Thinaah

Olahraga1 jam lalu
SMP Negeri 3 Purwakarta Bentuk Karakter Siswa, Ditempa di Mako Brimob

SMP Negeri 3 Purwakarta Bentuk Karakter Siswa, Ditempa di Mako Brimob

Purwakarta1 jam lalu
Camat Purwakarta Perkuat Koordinasi dan Optimalisasi Pelayanan Masyarakat

Camat Purwakarta Perkuat Koordinasi dan Optimalisasi Pelayanan Masyarakat

Purwakarta1 jam lalu
Kelola Sampah Rumah Tangga, DLH dan HWB Purwakarta Teken Kerjasama

Kelola Sampah Rumah Tangga, DLH dan HWB Purwakarta Teken Kerjasama

Purwakarta1 jam lalu