UPI Purwakarta Kenalkan Unplugged Coding Berbasis STEAM untuk Guru SD

PURWAKARTA-Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta memberikan Pelatihan Unplugged Coding Berbasis STEAM bagi guru sekolah dasar, beberapa waktu lalu.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan dasar mengenai pengenalan coding secara sederhana tanpa memerlukan perangkat komputer (unplugged).
Pelatihan ini juga sekaligus menunjukkan penerapan coding pada berbagai mata pelajaran melalui pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics).
Ketua Panitia Kegiatan, Fitri Nuraeni, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini dilatarbelakangi dengan diwajibkannya pengenalan coding di tingkat sekolah dasar.
Akan tetapi, sambungnya, implementasinya masih menghadapi kendala. Di antaranya, seperti guru yang belum familiar dengan konsep coding dan keterbatasan fasilitas pendukung.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan gambaran kepada guru SD bahwa coding dapat diperkenalkan dengan cara yang sederhana, menyenangkan, dan tanpa harus menggunakan komputer," kata Fitri kepada wartawan saat dikonfirmasi, Senin (18/8/2025).
Selain itu, kata Fitri, guru juga dapat mengintegrasikan konsep coding ke dalam berbagai mata pelajaran melalui pendekatan STEAM.
Sementara itu dalam materinya, Dosen Prodi Mekatronika dan Kecerdasan Buatan, Liptia Venica, S.T., M.T., memperkenalkan dasar-dasar coding dan computational thinking melalui metode learning by doing.
Saat menyampaikan materinya itu Liptia dibantu oleh rekan sesama dosen PGSD yaitu Alfiana Nurussama, M.Pd., serta mahasiswa PGSD.
Peserta diajak berlatih secara langsung dengan aktivitas konkret, mulai dari permainan teka-teki, menyusun algoritma, hingga membuat program robot pembuat roti lapis sebagai bentuk penerapan computational thinking.
Materi dilanjutkan oleh Nenden Permas Hikmatunisa, M.Pd., M.A, yang mengulas keterkaitan coding dengan pendekatan STEAM, dilanjutkan dengan praktik penerapan coding dalam berbagai mata pelajaran SD.
Para peserta pelatihan pun mencoba berbagai aktivitas kreatif, seperti coding bangun datar dua dimensi, coding perkalian, coding ekosistem, hingga kegiatan meronce berdasarkan kode bilangan biner.
Para peserta menyambut pelatihan ini dengan penuh antusias. Mereka mengaku memperoleh wawasan baru sekaligus inspirasi untuk mengembangkan pembelajaran di kelas.
“Masyaallah, materi yang disampaikan luar biasa bagi saya yang masih sangat awam dalam dunia coding. Melalui kegiatan ini, saya mendapatkan banyak pengetahuan baru beserta contoh-contoh penerapannya di sekolah,” ucap salah satu peserta.
Peserta lainnya menambahkan bahwa pelatihan ini sangat relevan dengan konsep Deep Learning yang saat ini tengah digencarkan.
"Pelatihan ini memberikan pengalaman belajar yang mindful, meaningful, dan joyful. Banyak guru berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan di masa mendatang," kata peserta lainnya.(add)
