Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Warga Pungangan Tolak Galian Tanah Merah, Berdampak Polusi Kerusakan Jalan hingga Ancaman Longsor

E
EgiEditor: Egi
|06:08 WIB
Bagikan:
Warga Pungangan Tolak Galian Tanah Merah, Berdampak Polusi Kerusakan Jalan hingga Ancaman Longsor
Sejumlah warga Dusun Pungangan, saat memasang spanduk, bertuliskan  penolakan galian tanah merah di Desa Rancabango, Sabtu (9/11).(Dadan Ramdan/Pasundan Ekspres)

SUBANG-Ratusan warga Dusun Pungangan, Desa Rancabango, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, mendatangi lokasi proyek galian tanah merah, Sabtu (9/11). Mereka memprotes aktivitas galian yang tetap berjalan meskipun sehari sebelumnya telah disepakati penutupan proyek tersebut melalui audiensi bersama pihak terkait.  

Aktivitas proyek galian tanah merah di Dusun Pungangan menuai penolakan keras dari warga sekitar. Sehari sebelum aksi protes berlangsung, warga, pihak pengelola galian, serta perwakilan pemerintah Dusun dan Desa telah menggelar audiensi untuk mencari solusi atas masalah ini. 

Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa proyek galian akan ditutup untuk menghormati keluhan warga terkait dampak negatif seperti polusi debu, kerusakan jalan, dan ancaman longsor. 
 
Namun, kesepakatan itu ternyata tidak dilaksanakan. Warga yang mendapati proyek masih beroperasi merasa dikhianati dan memutuskan untuk mendatangi lokasi galian pada Senin pagi. Mereka membawa spanduk penolakan dan menuntut penghentian aktivitas galian secara langsung.  

Mustain, salah satu warga Dusun Pungangan, menyatakan kekecewaannya atas sikap pihak pengelola yang dinilai tidak menghormati kesepakatan bersama. "Kami sudah sepakat kemarin bahwa galian ini ditutup, tapi mereka masih tetap bekerja seperti tidak peduli. Kalau begini, kami tidak bisa tinggal diam,' ujar Mustain dengan nada geram.  

Saat proses penutupan paksa oleh warga, situasi sempat memanas. Ketegangan terjadi ketika pihak pengelola proyek menunjukkan sikap merongos yang dianggap tidak menghormati kedatangan warga.

Proyek galian tanah merah akhirnya dihentikan setelah aksi protes warga. Warga Dusun Pungangan mendesak pemerintah Desa dan Kabupaten Subang untuk memastikan kesepakatan penutupan ini benar-benar dilaksanakan. 

Mereka juga meminta adanya pengawasan ketat agar kasus serupa tidak terulang.(dan/sep)

Berita Terbaru

DPR Wacanakan Wajib Militer Terbatas, Sasar Generasi Muda

DPR Wacanakan Wajib Militer Terbatas, Sasar Generasi Muda

Nasional13 menit lalu
Rencana Pemerintah Gratiskan Pendidikan dari TK hingga Perguruan Tinggi

Rencana Pemerintah Gratiskan Pendidikan dari TK hingga Perguruan Tinggi

Nasional37 menit lalu
Danau Saguling di Bandung Barat Mengering, Warga Manfaatkan Lahan untuk Bertani

Danau Saguling di Bandung Barat Mengering, Warga Manfaatkan Lahan untuk Bertani

Bandung Barat1 jam lalu
Prabowo Kumpulkan 800 Perwira TNI-Polri di Istana, Konsolidasi Pertahanan Jadi Sorotan

Prabowo Kumpulkan 800 Perwira TNI-Polri di Istana, Konsolidasi Pertahanan Jadi Sorotan

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kronologi Ledakan di San Antonio Pakuwon City Surabaya, Dipicu Kebocoran Gas

Kronologi Ledakan di San Antonio Pakuwon City Surabaya, Dipicu Kebocoran Gas

Nasional2 jam lalu
Impor Mobil CBU Indonesia Anjlok 47,8 Persen, Apa Dampaknya ke Pasar Mobil?

Impor Mobil CBU Indonesia Anjlok 47,8 Persen, Apa Dampaknya ke Pasar Mobil?

Nasional2 jam lalu
Data Center AI Jatiluhur: Seberapa Besar Dampaknya untuk Warga dan Ekonomi Jawa Barat?

Data Center AI Jatiluhur: Seberapa Besar Dampaknya untuk Warga dan Ekonomi Jawa Barat?

Purwakarta2 jam lalu
Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini,Hujan Ringan Mengintai Sejumlah Wilayah

Prakiraan Cuaca Subang Hari Ini,Hujan Ringan Mengintai Sejumlah Wilayah

Subang2 jam lalu
Kapan BSU Kemnaker 2026 Cair? Cek Jadwal, Penerima, dan Nominal Bantuannya di Sini!

Kapan BSU Kemnaker 2026 Cair? Cek Jadwal, Penerima, dan Nominal Bantuannya di Sini!

Nasional2 jam lalu
Manoe Coffee, Pilihan Tempat Meeting Nyaman di Tengah Kota Subang

Manoe Coffee, Pilihan Tempat Meeting Nyaman di Tengah Kota Subang

Lifestyle2 jam lalu