Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Anak Disabilitas di Karawang Dikeroyok Warga hingga Kritis karena Disangka Maling

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|10:13 WIB
Bagikan:
Anak Disabilitas di Karawang Dikeroyok Warga hingga Kritis karena Disangka Maling
Seorang anak Disabilitas tunagrahita berusia 15 tahun asal Purwakarta menjadi korban amukan massa hingga mengalami kondisi kritis di Desa Tegalwaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

PASUNDANEKSPRES.ID - Seorang anak disabilitas tunagrahita berusia 15 tahun asal Purwakarta menjadi korban amukan massa hingga mengalami kondisi kritis di Desa Tegalwaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Disabilitas sendiri merupakan kondisi ketika seseorang mengalami keterbatasan fisik, mental, intelektual, atau sensorik dalam jangka waktu lama sehingga membatasi partisipasinya secara penuh di lingkungan sosial.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Rabu (6/10/2025) dini hari, berawal dari kesalahpahaman warga yang melihat korban masuk ke rumah salah satu warga.

Pihak Dinas Kesehatan Karawang membenarkan bahwa korban merupakan anak yatim piatu yang memiliki gangguan emosi serta disabilitas mental, dan kini tengah berjuang antara hidup dan mati.

Menurut keterangan Pekerja Sosial Ahli Pertama Dinas Kesehatan Karawang, Asep Riyadi, korban dibawa ke RSUD Karawang oleh pihak kepolisian setelah kejadian tersebut.

Dari hasil laporan yang diterima, pengeroyokan bermula ketika warga memergoki anak tersebut masuk ke dalam rumah. Saat ini, kondisi korban dilaporkan masih kritis.

"Saat ini kondisinya tengah kritis di RSUD Karawang," kata Asep, Kamis (6/10/2025), dikutip Tribunjabar.com.

Asep menuturkan bahwa korban merupakan penyandang tunagrahita dan yatim piatu yang diasuh oleh keluarganya yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Ia juga diketahui kerap bepergian hingga ke daerah Karawang.

Sementara itu, Pesta Garleta, kakak korban, mengungkapkan rasa kecewanya atas insiden pengeroyokan tersebut.

Menurutnya, sang adik memang memiliki disabilitas mental dan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi.

"Di Purwakarta, warga sudah tahu perihal adiknya disabilitas sehingga jika masuk rumah orang sudah bisa diantisipasi."

"Namun kemarin di Desa Tegalwaru, adiknya tersebut dikeroyok karena masuk ke rumah warga," ujar Pesta.

Keluarga korban kini menghadapi beban tambahan karena biaya perawatan anak disabilitas itu tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Meski demikian, Pesta Garleta tetap berharap ada pihak yang mau bertanggung jawab atas kondisi kritis yang dialami adiknya.

Berita Terbaru

Hadapi Peralihan Musim, Pupuk Kujang Siapkan 98 Ribu Ton Pupuk Subsidi di Jabar

Hadapi Peralihan Musim, Pupuk Kujang Siapkan 98 Ribu Ton Pupuk Subsidi di Jabar

Subang17 menit lalu
Gapensi Bidik Peluang Proyek Lokal di Era Digital

Gapensi Bidik Peluang Proyek Lokal di Era Digital

Subang21 menit lalu
Wujudkan Keadilan Sosial, Pemerintah Hadirkan Listrik ke Dusun di Pesisir Karawang

Wujudkan Keadilan Sosial, Pemerintah Hadirkan Listrik ke Dusun di Pesisir Karawang

Karawang28 menit lalu
Layanan ATR/BPN Dekat, Permudah Masyarakat Dapatkan Informasi Pertanahan

Layanan ATR/BPN Dekat, Permudah Masyarakat Dapatkan Informasi Pertanahan

Nasional36 menit lalu
ADVERTISEMENT
PLN Beberkan Kejanggalan Blackout Batam, Posisi CCTV Bergeser Sehari Sebelum Kejadian

PLN Beberkan Kejanggalan Blackout Batam, Posisi CCTV Bergeser Sehari Sebelum Kejadian

Nasional3 jam lalu
5 Hal yang Menyebabkan Stres di Tempat Kerja yang Harus Kamu Tahu

5 Hal yang Menyebabkan Stres di Tempat Kerja yang Harus Kamu Tahu

Lifestyle3 jam lalu
Mau Masuk Circle Eksklusif? Nasabah BCA Prioritas Harus Lewati Syarat Ini!

Mau Masuk Circle Eksklusif? Nasabah BCA Prioritas Harus Lewati Syarat Ini!

Lifestyle3 jam lalu
Bahaya Asap Karhutla bagi Kesehatan Tubuh Manusia, dari Iritasi Mata hingga Risiko Kanker Paru-paru

Bahaya Asap Karhutla bagi Kesehatan Tubuh Manusia, dari Iritasi Mata hingga Risiko Kanker Paru-paru

Lifestyle4 jam lalu
Tema dan Logo Hari Sumpah Pemuda ke 98 Tahun 2026, Ini Link Downloadnya

Tema dan Logo Hari Sumpah Pemuda ke 98 Tahun 2026, Ini Link Downloadnya

Nasional5 jam lalu
Bukan Gibran, KDM Puncaki Survei Elektabilitas Cawapres 2029 Versi PPI

Bukan Gibran, KDM Puncaki Survei Elektabilitas Cawapres 2029 Versi PPI

Headline5 jam lalu