Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pemkab Karawang Perketat Penanganan Potensi Bencana, Waspada Kemarau Sebabkan Kebakaran

H
HubaEditor: Huba
|07:00 WIB
Bagikan:
Pemkab Karawang Perketat Penanganan Potensi Bencana, Waspada Kemarau Sebabkan Kebakaran
ANTISIPASI: Pemaparan penanganan kebakaran di Plaza Pemda Karawang yang dilaksanakan tim Damkar, seiring tingginya suhu udara akibat cuaca ekstrem kemarau.

KARAWANG-Pemerintah Kabupaten Karawang memperketat penanganan potensi bencana kebakaran di wilayahnya dengan pemaparan penanganan kebakaran di Plaza Pemda Karawang yang dilaksanakan oleh tim Damkar yang mana seiring tingginya suhu udara akibat cuaca ekstrem kemarau. Langkah penanganan dini diimbau untuk segera diterapkan oleh masyarakat maupun pegawai di lingkungan dinas, menyusul insiden yang sempat berpotensi memicu kebakaran hebat di area Kompleks Pemda 2 Karawang.

Kepala Pelaksana BPBD Karawang, Usep Supriatna menekankan, pentingnya edukasi pemadaman awal agar setiap orang mampu melakukan tindakan cepat tanpa harus sepenuhnya bergantung pada petugas pemadam kebakaran. Menurutnya, pemahaman mendasar mengenai penanganan api sangat penting untuk mencegah terjadinya panik, baik saat berada di kantor maupun di rumah masing-masing.

"Berdasarkan pengalaman hampir terjadi kebakaran di Pemda 2, jadi kalau sudah dilatih, istilahnya bisa pemadaman sejak dini lah, tidak terlalu mengandalkan dari Damkar. Jadi saat ini kita, baik secara dinas maupun di rumahnya masing-masing, kalaupun terjadi kebakaran tidak panik, jadi bisa memadamkan api baik dari gas, bahan bakar minyak, ataupun korsleting listrik," ujar Usep.

Selain keterampilan memadamkan api, Usep menginstruksikan masyarakat untuk mengenali unsur pembentuk api guna memutus rantai pemicu kebakaran. Ia juga menyoroti ketersediaan sarana penunjang seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di setiap rumah dan gedung fasilitas publik sebagai pertahanan pertama saat api masih dalam skala kecil.

"Selain pemadaman api, kita juga harus mengenali sumber-sumber kebakaran itu, dari mulai adanya unsur oksigen, panas, dan bahan bakarnya itu harus dihilangkan sebetulnya agar tidak terjadi sumber api. Yang kedua, sarana prasarananya tiap rumah dan bangunan harus ada APAR, jadi pada saat api kecil kita bisa padamkan, jangan sampai membesar. Kalau besar kita pasti memerlukan mobil unit Damkar," tambah Usep.

Ia mengingatkan, kondisi kemarau panjang saat ini sangat rentan memicu kebakaran lahan terbuka akibat banyaknya penumpukan daun dan sampah kering. Oleh sebab itu, warga diminta untuk mengelola sampah dengan bijak serta menghindari kebiasaan membakar sampah secara sembarangan di area terbuka tanpa pengawasan.

"Saat ini cuaca ekstrem cukup panas, kemarau, kekurangan air, sehingga sangat rentan terjadi kebakaran. Bahan bakarnya bisa berupa daun-daun kering di lahan terbuka. Maka dari itu, kami mengimbau sampah tolong dikelola, jangan sampai dibakar di tempat yang terbuka, apalagi tidak ditunggui," tegas Usep.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim Dinas Pemadam Kebakaran Karawang, Rudi, menggarisbawahi tiga langkah utama untuk mengantisipasi potensi bahaya kebakaran di lahan-lahan kosong. Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat agar saling bersinergi dan segera melayangkan laporan ke layanan darurat jika kobaran api mulai tak terkendali.

"Intinya satu, jangan membakar sampah sembarangan; kedua, jangan buang puntung rokok sembarangan; ketiga, cek semua peralatan, baik listrik maupun alat-alat yang bisa menimbulkan atau memicu terjadinya kebakaran. Karena di Karawang ini selain cuacanya panas yang bisa memicu terjadinya kebakaran, apalagi di lahan-lahan kosong. Mari sama-sama menjaga Karawang dari bahaya kebakaran. Apabila tidak bisa dikendalikan sendiri, hubungi Damkar di 0267-400113," tutur Rudi.

Rudi merincikan, bahaya kebakaran terbagi dalam tiga tingkatan klasifikasi penanganan, yakni skala rendah, sedang, dan tinggi. Pada tingkatan rendah, penanganan preventif masih bisa diatasi mandiri oleh warga, sedangkan untuk klasifikasi sedang hingga tinggi, peran aktif petugas Damkar mutlak diperlukan.

"Ketika terjadi kebakaran, tindakan preventifnya ada tiga klasifikasi yang perlu diketahui masyarakat, yaitu tingkat rendah, sedang, dan tinggi. Kalau yang rendah ini kecil dan masyarakat bisa mengendalikan sendiri. Yang sedang, ketika sudah ditangani dan tidak bisa terkendali, lapor ke kami, apalagi yang tinggi itu wajib lapor ke kami," pungkas Rudi.(auf/kbe/ery)

Berita Terbaru

BUMDes CIPATI Desa Cimeuhmal Panen Perdana Jagung Tebon

BUMDes CIPATI Desa Cimeuhmal Panen Perdana Jagung Tebon

Subang3 jam lalu
Neng Virda Cakades Purwadadi Usung Perubahan dan Pemberdayaan Perempuan

Neng Virda Cakades Purwadadi Usung Perubahan dan Pemberdayaan Perempuan

Subang4 jam lalu
Kang Rey Bidik Subang Jadi Kota Kreatif, Pastikan SubangFest Digelar Tiap Bulan

Kang Rey Bidik Subang Jadi Kota Kreatif, Pastikan SubangFest Digelar Tiap Bulan

Subang4 jam lalu
Pojokan 328: Mitelor

Pojokan 328: Mitelor

Opini6 jam lalu
ADVERTISEMENT
Cara Sematkan Postingan Foto dan Video di Instagram, Pake Fitur Ini

Cara Sematkan Postingan Foto dan Video di Instagram, Pake Fitur Ini

Lifestyle7 jam lalu
Tips Sehat di Musim Pancaroba agar Tidak Mudah Tumbang Saat Cuaca Berubah

Tips Sehat di Musim Pancaroba agar Tidak Mudah Tumbang Saat Cuaca Berubah

Lifestyle7 jam lalu
Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar, Cek 11 Sasaran ETLE dan Dendanya

Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar, Cek 11 Sasaran ETLE dan Dendanya

Nasional8 jam lalu
Klasemen Super League 2026/2027 Persib Naik ke Posisi 5

Klasemen Super League 2026/2027 Persib Naik ke Posisi 5

Olahraga8 jam lalu
DTIIF 2026 Digelar di Jakarta, Danantara Bidik Investasi Teknologi Global

DTIIF 2026 Digelar di Jakarta, Danantara Bidik Investasi Teknologi Global

Nasional9 jam lalu
Kementerian ESDM Buka Lowongan Pengawal Energi 2026, Tersedia 108 Formasi

Kementerian ESDM Buka Lowongan Pengawal Energi 2026, Tersedia 108 Formasi

Nasional9 jam lalu