Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Strategi Kurangi Sampah dengan RDF , 60 Ton Per Hari dari Tiga Tempat

R
Rian AlfianEditor: Rian Alfian
|09:46 WIB
Bagikan:
Strategi Kurangi Sampah dengan RDF , 60 Ton Per Hari dari Tiga Tempat
KURANGI SAMPAH: Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Lingkungan Hidup, terus mendorong pengurangan sampah dengan mengolahnya menjadi Refuse Derived Fuel.

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), terus mendorong pengurangan sampah dengan mengolahnya menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), bahan bakar alternatif pengganti batu bara. Program tersebut mampu mengurangi sampah hingga 60 ton per hari dari tiga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

Program pengolahan RDF di Karawang juga mendapat dukungan World Bank Mission yang berkolaborasi dengan Pemkab Karawang melalui program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP). Kolaborasi tersebut dilakukan pada Mei 2026.

Kepala Bidang Kebersihan, Penanganan Sampah dan Limbah DLH Karawang, Willy mengatakan, RDF dipilih karena memiliki pasar yang jelas dan teknologinya relatif sederhana dibandingkan pengolahan sampah menjadi kompos.
"Dari tiga TPST, yakni Mekarjati, Jayakerta, dan Cirejag, masing-masing memiliki kapasitas pengolahan RDF sekitar 20 ton sampah per hari. Jadi total sekitar 60 ton sampah per hari yang bisa kita kurangi sebelum masuk ke TPA Jalupang," kata Willy.

Menurut Willy, DLH Karawang telah menjalin kerja sama dengan PT Indocement sebagai pembeli (offtaker) RDF. Kerja sama itu diawali dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS), dilanjutkan pengiriman sampel RDF untuk diuji kualitasnya.

"Setelah PKS, kami kirim sampel ke Indocement dan alhamdulillah memenuhi spesifikasi yang mereka minta. Sekarang tinggal menjadwalkan pengiriman RDF dari Karawang," ujarnya.

Ia menjelaskan, Indocement berminat karena memiliki kebutuhan RDF yang sangat besar. Selain menggunakan batu bara, perusahaan semen tersebut juga memanfaatkan bahan bakar alternatif yang sesuai spesifikasi.

"Kami sempat mengundang sekitar 27 calon offtaker pengguna batu bara. Mereka meminta spesifikasi RDF. Salah satunya Indocement, karena kebutuhan bahan bakarnya besar dan RDF Karawang masuk dalam spesifikasi mereka," jelasnya.

DLH Karawang akan mengirim kebutuhan RDF Indocement yang mencapai sekitar 600 ton per bulan. Dengan kapasitas produksi yang ada, DLH Karawang akan berupaya memenuhi kebutuhan tersebut secara bertahap.
"Kalau kerja sama ini berjalan sesuai PKS, targetnya setiap hari kita bisa mengirim sekitar 20 ton RDF," katanya.

Willy menambahkan, RDF yang diproduksi DLH Karawang telah memenuhi spesifikasi Grade A dengan nilai sekitar Rp350 ribu per ton. Willy menerangkan, proses pengolahan RDF cukup sederhana. Sampah yang masuk terlebih dahulu dipilah secara manual. Material seperti logam, kaca, dan benda keras lainnya dipisahkan karena tidak dapat diolah menjadi RDF.

"Botol dan material yang masih bisa didaur ulang dipilah manual. Setelah itu sampah masuk mesin pencacah. Sampah organik maupun nonorganik tertentu bisa menjadi RDF. Yang tidak bisa hanya logam, kaca, dan benda padat lainnya," ujarnya.

Bahkan, sampah yang selama ini sulit dimanfaatkan seperti popok sekali pakai dan plastik multilapis (multilayer) justru dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku RDF.

Program tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Di setiap lokasi TPST, sekitar 25 warga sekitar dilibatkan dalam proses pemilahan sampah sehingga memperoleh tambahan penghasilan.

Meski demikian, pengembangan RDF sempat terkendala musibah kebakaran yang terjadi di TPST Mekarjati dan Cirejag. Akibat peristiwa itu, sekitar 200 ton RDF yang sebenarnya telah siap dikirim hangus terbakar.
"Padahal saat itu RDF sudah siap sebelum PKS berjalan. Ternyata ada musibah kebakaran," ungkapnya.

Pasca kejadian tersebut, World Bank langsung melakukan evaluasi dan akan membantu peningkatan sistem keselamatan di lokasi pengolahan RDF.

"Nanti akan disiapkan alat pemadam, APAR, sistem keamanan, termasuk pembangunan gudang penyimpanan. Jadi RDF yang sudah diproduksi dipindahkan dulu ke gudang sebelum didistribusikan ke Indocement," katanya.

Selain peningkatan aspek keselamatan, World Bank juga berencana melakukan peningkatan kapasitas fasilitas di TPST Mekarjati dan Cirejag. Kapasitas pengolahan yang saat ini sekitar 20 ton per hari ditargetkan meningkat menjadi 40 ton per hari.

Saat ini, volume sampah yang masuk ke TPA Jalupang berkisar 360 hingga 400 ton per hari. Dengan pengurangan 60 ton melalui pengolahan RDF, beban TPA memang belum berkurang secara signifikan. Namun DLH optimistis kapasitas pengurangan sampah akan terus meningkat seiring pengembangan fasilitas.

Ke depan, pemerintah juga menargetkan revitalisasi TPA Jalupang serta mengintegrasikan program pengurangan sampah dengan program nasional Waste to Fuel. Selain itu, pengelolaan sampah dari TPS3R juga akan diperkuat dengan menggandeng investor.

Di sisi lain, DLH terus menyosialisasikan kewajiban pemilahan sampah sejak dari sumber sesuai peraturan daerah. Sosialisasi telah dimulai kepada pemerintah desa dan kecamatan agar masyarakat terbiasa memilah sampah sebelum dibuang.

"Kalau pemilahan dari sumber berjalan, volume sampah yang masuk ke TPA akan semakin berkurang. Ini yang terus kami dorong," pungkas Willy.(kbe/ery)

Berita Terbaru

Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Lifestyle25 menit lalu
7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

Lifestyle1 jam lalu
Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Lifestyle1 jam lalu
Dugaan Pungli Rp250 Juta Gegerkan Pondok Bambu, Siapa Sebenarnya Nur Mariyana Putri?

Dugaan Pungli Rp250 Juta Gegerkan Pondok Bambu, Siapa Sebenarnya Nur Mariyana Putri?

Nasional2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Rekomendasi Tempat Jual Emas Harga Tinggi di Subang, Bisa Tanpa Surat!

Rekomendasi Tempat Jual Emas Harga Tinggi di Subang, Bisa Tanpa Surat!

Lifestyle2 jam lalu
Ide Kegiatan Positif untuk Mengisi Waktu Luang, Dijamin Bermanfaat

Ide Kegiatan Positif untuk Mengisi Waktu Luang, Dijamin Bermanfaat

Lifestyle3 jam lalu
UU Pelindungan Ketenagakerjaan Resmi Disahkan, Ini 9 Hak Penting yang Kini Diatur untuk Buruh

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Resmi Disahkan, Ini 9 Hak Penting yang Kini Diatur untuk Buruh

Nasional4 jam lalu
Jadwal TKA SMA/SMK 2026, Catat Pelaksanaannya!

Jadwal TKA SMA/SMK 2026, Catat Pelaksanaannya!

Lifestyle5 jam lalu
Mantan Sekdes Ace Safei Maju Pilkades Jalancagak, Usung "Jalancagak Juara"

Mantan Sekdes Ace Safei Maju Pilkades Jalancagak, Usung "Jalancagak Juara"

Subang5 jam lalu
Imbas Temuan Klaster Mewah di Area Lapas, Kemenimipas Copot Kalapas Cibinong

Imbas Temuan Klaster Mewah di Area Lapas, Kemenimipas Copot Kalapas Cibinong

Nasional6 jam lalu