Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Timbulan Sampah Capai 1.200 Ton Per Hari, Pemkab Karawang Siapkan Skema Pengolahan

H
HubaEditor: Huba
|08:05 WIB
Bagikan:
Timbulan Sampah Capai 1.200 Ton Per Hari, Pemkab Karawang Siapkan Skema Pengolahan
INOVASI: Bupati Karawang Aep Syaepuloh mendorong pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik melalui kerja sama dengan Danantara dan kolaborasi dengan Mabes TNI Angkatan Darat.

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemkab Karawang menyiapkan dua skema strategis untuk mengatasi persoalan timbulan sampah yang mencapai sekitar 1.200 ton per hari. Selain mendorong pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) melalui kerja sama dengan Danantara, Pemkab juga menjajaki kolaborasi dengan Mabes TNI Angkatan Darat dalam pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar atau waste to fuel.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh mengatakan, upaya penanganan sampah saat ini menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Karena itu, Pemkab terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak guna mencari solusi yang tidak hanya mampu mengurangi timbunan sampah, tetapi juga berkelanjutan dalam jangka panjang.

Salah satu opsi yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan fasilitas Waste to Energy di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalupang. Menurutnya, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup serta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk merealisasikan proyek tersebut.

"Kami sudah bersurat ke Kementerian Lingkungan Hidup, termasuk berkolaborasi dengan Danantara untuk mengolah sampah di TPA Jalupang menjadi energi listrik atau Waste to Energy. Mudah-mudahan Jalupang ini bisa teratasi," ujarnya.
Di sisi lain, Pemkab Karawang juga menyiapkan alternatif kedua melalui kerja sama dengan Mabes TNI Angkatan Darat yang saat ini tengah mengembangkan teknologi pengolahan sampah bersama PT Pindad. Opsi ini dinilai dapat menjadi pelengkap sekaligus percepatan dalam penyelesaian persoalan sampah di daerah.

"Alhamdulillah kita juga punya plan kedua. Mabes Angkatan Darat juga sedang mempersiapkan solusi terkait masalah persampahan," tuturnya.

Bupati Aep mengungkapkan, teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar yang tengah dikaji dalam kerja sama tersebut saat ini memiliki kapasitas pengolahan antara 30 hingga 50 ton sampah per hari. Namun kapasitas itu masih berpotensi ditingkatkan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan Karawang yang menghasilkan ribuan ton sampah setiap harinya.

"Memang saat ini ada yang kapasitasnya 30 ton dan 50 ton, bahkan nantinya akan ditingkatkan. Sementara timbulan sampah kita per hari kurang lebih mencapai 1.200 ton," katanya.

Untuk mengurangi beban TPA, Bupati Aep mengusulkan agar fasilitas pengolahan sampah ke depan tidak terpusat di satu lokasi, melainkan dibangun secara bertahap di tingkat kecamatan. Konsep tersebut diharapkan mampu memangkas volume sampah yang harus diangkut ke tempat pembuangan akhir.

"Saya maunya nanti pengolahan sampah ada di setiap kecamatan, jadi tidak menumpuk di tempat pembuangan akhir. Sampah bisa langsung dihabiskan di masing-masing wilayah," ucapnya.

Pemkab Karawang Gelar Pertemuan Daring dengan Mabes Angkatan Darat

Ia menambahkan, komunikasi dengan Mabes TNI Angkatan Darat terus dilakukan untuk mematangkan rencana tersebut. Bahkan, Pemkab Karawang telah menggelar pertemuan secara daring guna membahas peluang implementasi teknologi pengolahan sampah di daerah. "Kami sudah melakukan zoom meeting dengan Mabes Angkatan Darat terkait rencana tersebut," kata Bupati Aep.

Meski memiliki dua opsi penanganan, Bupati Aep menegaskan fokus pemerintah daerah bukan pada siapa pihak yang akan menjalankan proyek, melainkan pada efektivitas solusi yang mampu menyelesaikan persoalan sampah di Karawang.
"Yang penting bagi saya, mau nanti Danantara atau Mabes Angkatan Darat, yang terpenting sampah ini bisa terselesaikan. Alhamdulillah kami juga sudah mempersiapkan infrastrukturnya, baik jalan maupun jembatan. Termasuk lahan kosongnya juga sudah saya siapkan," jelasnya.

Menurut Bupati Aep, kesiapan infrastruktur menjadi salah satu faktor yang menentukan daerah mana yang lebih dahulu dapat merealisasikan program pengolahan sampah skala besar. Karena itu, Pemkab Karawang telah menyiapkan berbagai kebutuhan pendukung agar proses implementasi dapat berjalan lebih cepat.

"Pengelolaan sampah ini dilihat mana kabupaten yang sudah siap lebih dulu. Jadi kesiapan pemerintah daerahnya juga harus ada," ungkapnya.

Saat ini, Pemkab Karawang masih menunggu hasil verifikasi lapangan dari Danantara sekaligus membangun komunikasi dengan Mabes TNI Angkatan Darat. Pemerintah daerah berharap salah satu skema yang disiapkan dapat segera direalisasikan pada tahun ini sehingga persoalan sampah yang selama ini membebani TPA Jalupang dapat ditangani secara lebih efektif dan berkelanjutan.(sis/kbe/ery)

Berita Terbaru

Cara Backup Chat WhatsApp dengan Mudah, Amankan Chat Penting

Cara Backup Chat WhatsApp dengan Mudah, Amankan Chat Penting

Lifestyle9 jam lalu
Cara Cek Nomor HP yang Terdaftar di Livin’ Mandiri, Begini Langkahnya

Cara Cek Nomor HP yang Terdaftar di Livin’ Mandiri, Begini Langkahnya

Lifestyle10 jam lalu
5 Curug Tersembunyi di Subang yang Jarang Diketahui, Aksesnya Mudah

5 Curug Tersembunyi di Subang yang Jarang Diketahui, Aksesnya Mudah

Lifestyle11 jam lalu
Sinopsis 100 Days of Deception, Kim You Jung jadi Mata-Mata

Sinopsis 100 Days of Deception, Kim You Jung jadi Mata-Mata

Lifestyle11 jam lalu
ADVERTISEMENT
SPN Tunda Aksi di PT VinFast, Buka Ruang Dialog dengan Manajemen dan Kemenaker

SPN Tunda Aksi di PT VinFast, Buka Ruang Dialog dengan Manajemen dan Kemenaker

Subang14 jam lalu
Kapolsek Pagaden Ingatkan Warga Waspadai Judi Online, Pinjol hingga Miras dan Knalpot Brong

Kapolsek Pagaden Ingatkan Warga Waspadai Judi Online, Pinjol hingga Miras dan Knalpot Brong

Subang14 jam lalu
Kaki Patah Akibat Kecelakaan, Ma Tayem Tetap Berjuang Mencari Nafkah, BAZNAS Subang Salurkan Bantuan

Kaki Patah Akibat Kecelakaan, Ma Tayem Tetap Berjuang Mencari Nafkah, BAZNAS Subang Salurkan Bantuan

Subang14 jam lalu
Hari Batik Nasional 2026: Sejarah, Makna, dan Alasan 2 Oktober Diperingati

Hari Batik Nasional 2026: Sejarah, Makna, dan Alasan 2 Oktober Diperingati

Nasional14 jam lalu
Profil dan Tugas Sekda Subang Setelah Dilantik, Apa yang Akan Dikerjakan?

Profil dan Tugas Sekda Subang Setelah Dilantik, Apa yang Akan Dikerjakan?

Subang14 jam lalu
UPTD BLK Himpun Minat Eks Pekerja PHK Subang, Formulir Sudah Tersedia

UPTD BLK Himpun Minat Eks Pekerja PHK Subang, Formulir Sudah Tersedia

Subang15 jam lalu