Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Tragedi Hari Ini dalam Sejarah: Jatuhnya Pesawat Lion Air JT610 di Laut Karawang, Tewaskan 189 Penumpang

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|10:46 WIB
Bagikan:
Tragedi Hari Ini dalam Sejarah: Jatuhnya Pesawat Lion Air JT610 di Laut Karawang, Tewaskan 189 Penumpang
Tragedi Hari Ini dalam Sejarah: Jatuhnya Pesawat Lion Air JT610 di Laut Karawang, Tewaskan 189 Penumpang

PASUNDANEKSPRES.ID - Dunia penerbangan Indonesia berduka atas tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT610 di perairan Karawang, Jawa Barat, pada Senin, 29 Oktober 2018.

Pesawat tersebut berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, menuju Pangkalpinang, namun kehilangan kontak beberapa menit setelah lepas landas.

Dalam insiden ini, 189 orang dinyatakan meninggal dunia, terdiri atas 179 penumpang dewasa, satu anak, dua bayi, dua pilot, dan lima awak kabin.

Berdasarkan keterangan resmi Lion Air (9 April 2019), pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 buatan tahun 2018 itu baru dioperasikan sejak 15 Agustus 2018 dan dinyatakan layak terbang sebelum kecelakaan.

Penerbangan JT610 dipimpin oleh Captain Bhavye Suneja sebagai pilot in command dan Harvino sebagai kopilot.

Kronologi Kejadian

Pesawat Lion Air JT610 dijadwalkan terbang dari Soekarno-Hatta ke Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, pada pagi hari pukul 06.20 WIB.

Dua menit setelah lepas landas, pilot melaporkan gangguan pada sistem kendali penerbangan (flight control) kepada petugas Jakarta Control di ketinggian 1.700 kaki.

Petugas kemudian memberi izin menaikkan ketinggian hingga 5.000 kaki, namun pada 06.33 WIB, pesawat hilang kontak di ketinggian 2.500 kaki.

Sekitar 06.50 WIB, Basarnas menerima laporan kehilangan kontak dari Air Traffic Control (ATC) dan segera mengirim tim pencari ke lokasi dugaan jatuhnya pesawat.

Beberapa kapal penyelamat seperti KN 224, RB 03, dan KRI Tenggiri dikerahkan untuk melakukan penyisiran laut.

Pada siang hari, tim penyelam menemukan serpihan pesawat dan bagian tubuh korban, yang kemudian dibawa ke posko JICT 2 untuk proses identifikasi.

Hingga malam hari, sebanyak 14 kapal telah beroperasi di lokasi dan sembilan kantong jenazah berhasil dievakuasi.

Pencarian dilanjutkan keesokan harinya dengan 35 kapal dan area pencarian diperluas hingga 10 mil laut, namun badan utama pesawat belum ditemukan.

Penyebab Kecelakaan

Menurut laporan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang dirilis pada 27 Oktober 2019, kecelakaan JT610 disebabkan oleh sembilan faktor yang saling berhubungan.

Salah satunya adalah pilot mengalami kesulitan mengendalikan pesawat akibat aktivasi sistem MCAS (Maneuvering Characteristics Augmentation System) yang tidak semestinya.

Masalah ini semakin parah karena tidak adanya panduan atau pelatihan khusus mengenai cara menghadapi kondisi tersebut.

Selain itu, indikator perbedaan sudut serang (Angle of Attack/Disagree Indicator) tidak tersedia pada pesawat Boeing 737 MAX 8 PK-LQP, sehingga pilot dan teknisi tidak dapat mendeteksi kerusakan sensor AOA.

Kombinasi faktor teknis dan manusia inilah yang akhirnya menyebabkan jatuhnya pesawat Lion Air JT610 di perairan Karawang dan menewaskan seluruh penumpang serta awak di dalamnya.

Berita Terbaru

Rekomendasi Nasi Uduk Favorit di Subang Kota, Ada yang Mulai Rp7 Ribu

Rekomendasi Nasi Uduk Favorit di Subang Kota, Ada yang Mulai Rp7 Ribu

Lifestyle48 menit lalu
PELATARAN Jadi Solusi Warga Urus Layanan Pertanahan di Akhir Pekan

PELATARAN Jadi Solusi Warga Urus Layanan Pertanahan di Akhir Pekan

Nasional1 jam lalu
Jelang SEA Games 2027, Indonesia Naturalisasi Petenis Rusia 19 Tahun

Jelang SEA Games 2027, Indonesia Naturalisasi Petenis Rusia 19 Tahun

Olahraga1 jam lalu
Persiapan Persib Siapkan Rotasi Pemain Jelang Hadapi Persik, Maung Bandung Waspadai Jadwal Padat

Persiapan Persib Siapkan Rotasi Pemain Jelang Hadapi Persik, Maung Bandung Waspadai Jadwal Padat

Olahraga4 jam lalu
ADVERTISEMENT
Dilema: Hutan Mangrove dan Tambak Udang, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Dilema: Hutan Mangrove dan Tambak Udang, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Opini4 jam lalu
7 Tempat Wisata di Subang yang Cocok Dikunjungi Bulan Oktober, Ada Pantai hingga Pegunungan!

7 Tempat Wisata di Subang yang Cocok Dikunjungi Bulan Oktober, Ada Pantai hingga Pegunungan!

Jawa Barat5 jam lalu
Hidup Sebatang Kara di Rumah Tak Layak Huni, Mak Turci Terima Bantuan Rutilahu BAZNAS Subang

Hidup Sebatang Kara di Rumah Tak Layak Huni, Mak Turci Terima Bantuan Rutilahu BAZNAS Subang

Headline7 jam lalu
Tempat Wisata Murah Meriah di Subang, Tetap Seru Meski Hemat Budget

Tempat Wisata Murah Meriah di Subang, Tetap Seru Meski Hemat Budget

Headline8 jam lalu
Ada Konser Musik di Alun-Alun, Satlantas Polres Subang Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas

Ada Konser Musik di Alun-Alun, Satlantas Polres Subang Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas

Headline9 jam lalu
Asap Karhutla di Pulau Jawa: BMKG Ingatkan Pentingnya Pemantauan Kualitas Udara

Asap Karhutla di Pulau Jawa: BMKG Ingatkan Pentingnya Pemantauan Kualitas Udara

Nasional10 jam lalu