Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

30.000 Orang Sambut Festival Budaya Nusantara Purwakarta, Tampilkan Ogoh-ogoh, Reog, hingga Sisingaan

A
Adam SumartoEditor: Egi
|06:30 WIB
Bagikan:
30.000 Orang Sambut Festival Budaya Nusantara Purwakarta, Tampilkan Ogoh-ogoh, Reog, hingga Sisingaan
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein mengklaim sebanyak 30.000 orang memadati sepanjang Jalan Jenderal Sudirman - Jalan Veteran yang menjadi jalur iring-iringan Festival Budaya Nusantara, Ahad (20/7/2025) malam.(Adam SUmarto/Pasundan Ekspres)

PURWAKARTA-Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein mengklaim sebanyak 30.000 orang memadati sepanjang Jalan Jenderal Sudirman - Jalan Veteran yang menjadi jalur iring-iringan Festival Budaya Nusantara, Ahad (20/7/2025) malam.

Angka tersebut tak perlu diperdebatkan melihat tingginya animo masyarakat, baik dalam dan luar Purwakarta, yang menyaksikan puncak peringatan Hari Jadi ke-194 Kota Purwakarta dan ke-57 Kabupaten Purwakarta.

"Festival Budaya Nusantara ini menjadi bukti nyata semangat keberagaman dan kekayaan budaya Indonesia," kata Om Zein, panggilan akrab Bupati Purwakarta.

Festival ini dimulai dengan iring-iringan dengan garis start di depan Kampus UPI Purwakarta menuju Pertigaan BTN. Dalam iring-iringan itu Om Zein tampak menaiki kereta kencana dan melambaikan tangannya kepada warga yang antusias. 

Di belakangnya, ada Wakil Bupati dan jajaran Forkopimda yang menunggang kuda milik Kavaleri TNI AD. Gagah dan elegan.

Selanjutnya, iring-iringan memperlihatkan kesenian dari setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Purwakarta yang dilanjutkan dengan deretan kesenian khas dari beberapa wilayah di Indonesia.

Festival Budaya Nusantara menampilkan beragam kesenian tradisional dari berbagai wilayah Nusantara. Kehadiran Ogoh-ogoh dan Leak dari Bali, menjadi magnet utama, menarik perhatian banyak penonton, terutama anak-anak yang antusias berfoto bersama.

Dari Jawa Timur, kesenian Reog Ponorogo, dengan topeng dadak merak dan irama khasnya, turut memeriahkan suasana. Alunan musik gamelan berpadu dengan irama daerah lain, menciptakan harmoni indah. Para penari, dengan kostum memukau, menampilkan gerakan energik dan memikat.

Selain kesenian luar daerah, festival ini juga menampilkan ragam kesenian Jawa Barat. Di antaranya, Badud (Pangandaran), Rengkong (Sukabumi), Bebegig (Ciamis), Surak Ibra (Garut), hingga Benjang (Kota Bandung).

Kemudian, Badingkut (Bandung Barat), Topeng (Bekasi), Kokoprak Genye, Nyi Pohaci (Purwakarta), Jajangkungan (Karawang), Wayang Gegeus (Kota Banjar), dan Sisingaan (Subang).

Setiap penampilan disambut antusiasme penonton. Sorak sorai dan tepuk tangan menggema, bahkan beberapa penonton ikut bernyanyi dan menari bersama. Berbagai stand makanan dan minuman menambah keseruan, dengan aroma sate, bakso, dan jajanan tradisional yang menggugah selera.

"Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta berharap acara ini menjadi agenda tahunan unggulan, menarik wisatawan, menggerakkan ekonomi kreatif lokal, dan memperpanjang masa tinggal pengunjung," ucap Om Zein. 

"Festival ini bukan hanya perayaan ulang tahun, tetapi juga selebrasi keberagaman Indonesia yang hidup dan tumbuh dari masyarakatnya," kata Om Zein menutup.(add)

Berita Terbaru

Masuki Tahap Ketiga Pilot Project PERINTIS 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah

Masuki Tahap Ketiga Pilot Project PERINTIS 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah

Nasional5 jam lalu
Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah

Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah

Nasional5 jam lalu
BAZNAS Subang Hadiri Rakornas 2026 di Jakarta, Dorong Mustahik Bertransformasi Menjadi Muzaki

BAZNAS Subang Hadiri Rakornas 2026 di Jakarta, Dorong Mustahik Bertransformasi Menjadi Muzaki

Subang6 jam lalu
Ops Antik Lodaya 2026, Polres Subang Sita 111 Botol Miras di Ciater

Ops Antik Lodaya 2026, Polres Subang Sita 111 Botol Miras di Ciater

Subang6 jam lalu
ADVERTISEMENT
128 Pemanah Siap Ramaikan Latgab Perpani

128 Pemanah Siap Ramaikan Latgab Perpani

Subang6 jam lalu
Akta Kematian Jadi Dokumen Penting Administrasi Kependudukan

Akta Kematian Jadi Dokumen Penting Administrasi Kependudukan

Subang6 jam lalu
Prediksi Saham IHSG 14 Oktober 2026: Masih Rawan Koreksi atau Berpeluang Rebound?

Prediksi Saham IHSG 14 Oktober 2026: Masih Rawan Koreksi atau Berpeluang Rebound?

Lifestyle10 jam lalu
Gubernur Kaltim Malah ke Singapura Saat Karhutla Kalimantan? Simak Berita Updatenya di Sini!

Gubernur Kaltim Malah ke Singapura Saat Karhutla Kalimantan? Simak Berita Updatenya di Sini!

Nasional10 jam lalu
Sinopsis Dead-End Job, Drama Misteri-Fantasi Tayang Akhir Oktober 2026

Sinopsis Dead-End Job, Drama Misteri-Fantasi Tayang Akhir Oktober 2026

Lifestyle10 jam lalu
PLN Perkuat Dukungan Program KDKMP melalui Kolaborasi Layanan Kelistrikan

PLN Perkuat Dukungan Program KDKMP melalui Kolaborasi Layanan Kelistrikan

Nasional10 jam lalu