33 Negara Imbau Warga Siapkan Persediaan Darurat, Makanan hingga Radio Masuk Daftar

PASUNDANEKSPRES.ID - Sedikitnya 33 negara imbau warga siapkan persediaan darurat di rumah untuk menghadapi kemungkinan konflik bersenjata, bencana alam, cuaca ekstrem, hingga gangguan keamanan siber.
Imbauan tersebut disertai panduan persiapan yang mencakup makanan, air minum, obat-obatan, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Berdasarkan rangkuman Newsweek, sebagian besar negara merekomendasikan persediaan kebutuhan pokok untuk bertahan selama 72 jam atau tiga hari. Namun, sejumlah negara menetapkan durasi lebih panjang, mulai dari sekitar satu pekan hingga 10 hari.
Imbauan tersebut menjadi bagian dari kebijakan kesiapsiagaan masyarakat yang diterapkan di berbagai kawasan dunia. Setiap negara memiliki ketentuan tersendiri mengenai jumlah persediaan yang perlu disimpan di rumah.
33 Negara Imbau Warga Siapkan Persediaan Darurat
Perancis, Inggris, Jepang, Meksiko, Belanda, dan Kanada termasuk negara yang menyarankan masyarakat memiliki kebutuhan pokok untuk sedikitnya 72 jam.
Sementara itu, Swedia dan Norwegia merekomendasikan persediaan untuk sekitar satu pekan. Jerman bahkan menganjurkan masyarakat menyiapkan kebutuhan yang cukup untuk bertahan hingga 10 hari.
Kebijakan kesiapsiagaan juga tercantum dalam strategi Preparedness Union yang diperkenalkan Komisi Eropa pada Maret 2025.
Salah satu targetnya adalah meningkatkan kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri setidaknya selama 72 jam.
Berikut daftar 33 negara dan wilayah yang dihimpun Newsweek berdasarkan kawasan:
- Asia: Jepang, Taiwan, Israel, India, Filipina, dan Singapura.
- Eropa: Inggris Raya, Irlandia, Perancis, Jerman, Belanda, Denmark, Norwegia, Swedia, Finlandia, Estonia, Latvia, Lithuania, Polandia, Republik Ceko, Austria, Swiss, dan Kroasia.
- Amerika Utara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
- Amerika Selatan: Chile, Kolombia, Argentina, dan Brasil.
- Afrika: Afrika Selatan.
- Oseania: Selandia Baru dan Australia.
Makanan hingga Dokumen Penting Masuk Daftar Persediaan
Dalam panduan negara yang mengimbau warganya menyiapkan persediaan darurat, kebutuhan yang disarankan tidak hanya terbatas pada makanan dan air minum.
Perlengkapan kesehatan, penerangan, komunikasi, hingga dokumen pribadi juga perlu tersedia.
Berikut sejumlah barang yang dianjurkan untuk disiapkan di rumah:
Makanan tahan lama, seperti makanan kaleng, biskuit, dan bahan pangan yang mudah disimpan.
- Air minum untuk kebutuhan anggota keluarga.
- Obat-obatan pribadi dan perlengkapan pertolongan pertama.
- Senter beserta baterai cadangan.
- Radio bertenaga baterai.
- Pengisi daya ponsel atau power bank.
- Pakaian hangat dan selimut darurat.
- Uang tunai serta salinan dokumen penting.
Perancis, misalnya, menyarankan masyarakat menyiapkan tas darurat yang mudah dijangkau dan dibawa. Isinya mencakup makanan, air minum, obat-obatan, perlengkapan pertolongan pertama, alat penerangan, pakaian hangat, selimut darurat, uang tunai, dan dokumen penting.
Persediaan tersebut perlu diperiksa secara berkala. Makanan dan obat-obatan harus dipastikan belum kedaluwarsa, sedangkan baterai dan perangkat elektronik perlu dijaga agar tetap berfungsi.
AS Perkuat Kesiapan Pangkalan Militer
Kesiapsiagaan menghadapi gangguan pasokan juga dilakukan di lingkungan militer. Pada 30 September 2026,
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memperkenalkan inisiatif Federal Operations for Resilience, Troop Resources, Energy, Supply and Survivability (FORTRESS).
Program tersebut menargetkan lebih banyak pangkalan militer Amerika Serikat mampu beroperasi secara mandiri selama sedikitnya tiga bulan apabila akses terhadap pasokan dari luar terputus akibat konflik.
FORTRESS berfokus pada ketahanan operasional pangkalan militer, sedangkan panduan untuk masyarakat mengatur kebutuhan dasar rumah tangga selama masa darurat.
(pm)
