Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

5 Curug Tersembunyi di Subang yang Jarang Diketahui, Aksesnya Mudah

F
Fahrizal Abdul MEditor: Dobi Maulana
|17:00 WIB
Bagikan:
5 Curug Tersembunyi di Subang yang Jarang Diketahui, Aksesnya Mudah
Lima curug tersembunyi di Kabupaten Subang menawarkan suasana alam yang masih asri dengan akses yang relatif mudah, cocok untuk alternatif liburan.

PASUNDANEKSPRES.ID - Kabupaten Subang, Jawa Barat, tidak hanya dikenal dengan kawasan Ciater, kebun teh, dan pemandian air panas. Wilayah selatan Subang juga menyimpan banyak air terjun atau curug yang menawarkan suasana alam sejuk dan masih relatif tenang.

Sebagian curug memang sudah menjadi destinasi wisata populer. Namun, masih ada sejumlah air terjun yang belum seterkenal Curug Cijalu, Curug Cileat, atau Curug Cibareubeuy.

Menariknya, beberapa di antaranya justru memiliki akses yang relatif mudah sehingga wisatawan tidak perlu melakukan trekking panjang untuk menikmati suasana air terjun.

Berikut lima curug di Subang yang bisa menjadi pilihan untuk mencari suasana alam yang lebih tenang.

1. Curug Cibingbin, Curug Tersembunyi Dekat Ciater

Curug Cibingbin berada di Kampung Peuteuy Gede, Desa Sukamandi, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang.

Curug ini cukup menarik bagi wisatawan yang ingin menemukan destinasi alam yang belum terlalu ramai. Curug Cibingbin memiliki ketinggian sekitar 25 meter dengan aliran air yang berasal dari kawasan Gunung Wayang.

Salah satu kelebihannya adalah akses yang relatif ringan. Dari Kampung Sukamandi Lebak atau Peuteuy Gede, pengunjung perlu berjalan kaki sekitar 20 menit melewati area persawahan dan aliran Sungai Cimuja.

Kolam di bawah curug juga disebut relatif dangkal, sehingga pengunjung dapat menikmati suasana air tanpa harus melakukan perjalanan ekstrem. Meski demikian, kondisi debit air dan keamanan kolam tetap perlu diperhatikan, terutama saat hujan.

Lokasinya juga berada sekitar 7 kilometer dari kawasan wisata Ciater, sehingga Curug Cibingbin dapat dipadukan dengan perjalanan wisata di kawasan Subang Selatan.

2. Curug Cipeureu, Air Terjun di Tengah Kebun Teh

Bagi yang ingin menikmati curug sekaligus panorama perkebunan teh, Curug Cipeureu bisa menjadi pilihan.

Curug Cipeureu berada di kawasan Ciater, Subang. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 15 meter dan berada di lingkungan yang masih hijau dengan udara khas kawasan pegunungan.

Yang membuat Curug Cipeureu menarik adalah lokasinya yang tidak jauh dari jalan utama. Salah satu laporan menyebut jaraknya sekitar 200 meter dari Jalan Raya Ciater-Subang.

Setelah kendaraan diparkir, pengunjung hanya perlu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki melalui jalur yang relatif pendek. Jalurnya disebut berupa anak tangga tanah dengan pegangan kayu.

Dengan akses seperti ini, Curug Cipeureu cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam tanpa harus menyiapkan perjalanan trekking panjang.

3. Curug Goong, Lima Menit dari Jalan Utama

Curug Goong berada di kawasan Desa Wisata Dayeuhkolot, Kecamatan Sagalaherang.

Berbeda dari gambaran curug tersembunyi yang biasanya membutuhkan perjalanan jauh melewati hutan, Curug Goong justru relatif mudah dicapai.

Informasi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Subang menyebut lokasi Curug Goong berada di tengah kawasan persawahan dan tidak jauh dari jalan raya. Waktu perjalanan menuju lokasi dari jalan utama sekitar lima menit.

Pemandangan persawahan menjadi salah satu daya tariknya. Selain menikmati air terjun, pengunjung juga dapat melihat aliran sungai yang dimanfaatkan untuk aktivitas seperti river tubing.

Di sekitar lokasi juga terdapat tempat untuk menikmati makanan dan minuman, sehingga wisatawan tidak harus langsung meninggalkan kawasan setelah menikmati curug.

Curug Goong bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin mencari tempat wisata alam yang relatif tersembunyi tanpa harus menempuh jalur berat.

4. Curug Koleangkak atau Curug Biru

Nama Curug Koleangkak mungkin belum sepopuler sejumlah curug besar di Subang. Namun, air terjun yang juga dikenal sebagai Curug Biru atau Curug Cibiru ini berada di kawasan Nagrak, Kecamatan Ciater.

Daya tarik utamanya adalah air yang terlihat kebiru-biruan dalam kondisi tertentu, ditambah suasana alam khas kawasan Ciater.

Aksesnya juga tergolong mudah. Dari area parkir, pengunjung dilaporkan hanya membutuhkan waktu sekitar lima menit berjalan kaki untuk mencapai lokasi curug. Jalurnya juga dapat ditemukan melalui aplikasi navigasi dengan mencari nama Curug Koleangkak atau Curug Biru.

Karena lokasinya masih berada di kawasan wisata Ciater, Curug Koleangkak juga relatif mudah dimasukkan ke dalam agenda perjalanan sehari.

Wisatawan dapat menggabungkannya dengan kunjungan ke berbagai destinasi lain di kawasan Ciater.

5. Curug Dayang Sumbi, Hidden Gem di Kawasan Ciater

Curug Dayang Sumbi merupakan salah satu destinasi yang belakangan mulai dikenal di kawasan Ciater.

Lokasinya berada di Kampung Cikondang, Desa Nagrak, Kecamatan Ciater. Curug ini memiliki dua undakan dengan ketinggian sekitar 15 meter dan 8 meter, dikelilingi perbukitan hijau.

Salah satu alasan curug ini menarik adalah aksesnya yang relatif mudah. Pengunjung tidak perlu melakukan trekking panjang seperti ketika menuju beberapa curug besar di Subang.

Selain menikmati air terjun dan aliran sungai, kawasan Curug Dayang Sumbi juga dikembangkan untuk berbagai aktivitas luar ruang. Salah satunya adalah canyoneering atau rappelling di area air terjun tertentu.

Meski demikian, aktivitas ekstrem tersebut tentu berbeda dengan kunjungan biasa. Wisatawan yang hanya ingin menikmati suasana curug tetap perlu memperhatikan kondisi jalur, terutama ketika hujan karena permukaan batu dan tanah dapat menjadi licin.

Curug Tersembunyi di Subang Tidak Selalu Berarti Sulit Didatangi

Istilah hidden gem sering membuat orang membayangkan destinasi yang harus ditempuh dengan trekking berjam-jam.

Padahal, beberapa curug di Subang justru berada tidak terlalu jauh dari kawasan yang sudah berkembang sebagai destinasi wisata.

Curug Cibingbin membutuhkan sekitar 20 menit berjalan kaki dari area permukiman, sedangkan Curug Cipeureu berada hanya sekitar 200 meter dari jalan utama.

Curug Goong bahkan dapat dicapai sekitar lima menit dari jalan raya. Sementara itu, Curug Koleangkak dan Curug Dayang Sumbi juga memiliki akses yang relatif singkat dibanding sejumlah curug dengan jalur trekking panjang.

Meski begitu, akses mudah bukan berarti bebas risiko. Kondisi jalur dapat berubah akibat hujan, debit air dapat meningkat, dan bebatuan di sekitar air terjun bisa menjadi licin.

Karena itu, wisatawan sebaiknya mengecek kondisi destinasi sebelum berangkat, menggunakan alas kaki yang sesuai, serta menghindari berenang di bagian sungai atau kolam yang tidak diketahui kedalamannya.

Lima Curug untuk Alternatif Liburan di Subang

Jika ingin mencari destinasi air terjun yang tidak terlalu mainstream, kelima curug tersebut bisa menjadi alternatif.

Curug Cibingbin cocok bagi pencari suasana pedesaan, Curug Cipeureu menawarkan kombinasi curug dan kebun teh, Curug Goong menarik karena aksesnya sangat singkat, Curug Koleangkak memiliki daya tarik air kebiruan, sedangkan Curug Dayang Sumbi menawarkan suasana alam sekaligus aktivitas luar ruang.

Kabupaten Subang sendiri memang memiliki banyak destinasi alam, terutama di wilayah selatan. Pemerintah Kabupaten Subang mencatat sejumlah curug sebagai bagian dari potensi wisata alam daerah tersebut.

Bagi wisatawan yang ingin mencari suasana berbeda dari destinasi yang sudah ramai, menjelajahi curug-curug yang belum terlalu populer bisa menjadi salah satu cara menikmati sisi lain Subang.

Berita Terbaru

Cara Cek Nomor HP yang Terdaftar di Livin’ Mandiri, Begini Langkahnya

Cara Cek Nomor HP yang Terdaftar di Livin’ Mandiri, Begini Langkahnya

Lifestyle19 menit lalu
5 Curug Tersembunyi di Subang yang Jarang Diketahui, Aksesnya Mudah

5 Curug Tersembunyi di Subang yang Jarang Diketahui, Aksesnya Mudah

Lifestyle1 jam lalu
Sinopsis 100 Days of Deception, Kim You Jung jadi Mata-Mata

Sinopsis 100 Days of Deception, Kim You Jung jadi Mata-Mata

Lifestyle1 jam lalu
SPN Tunda Aksi di PT VinFast, Buka Ruang Dialog dengan Manajemen dan Kemenaker

SPN Tunda Aksi di PT VinFast, Buka Ruang Dialog dengan Manajemen dan Kemenaker

Subang4 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kapolsek Pagaden Ingatkan Warga Waspadai Judi Online, Pinjol hingga Miras dan Knalpot Brong

Kapolsek Pagaden Ingatkan Warga Waspadai Judi Online, Pinjol hingga Miras dan Knalpot Brong

Subang4 jam lalu
Kaki Patah Akibat Kecelakaan, Ma Tayem Tetap Berjuang Mencari Nafkah, BAZNAS Subang Salurkan Bantuan

Kaki Patah Akibat Kecelakaan, Ma Tayem Tetap Berjuang Mencari Nafkah, BAZNAS Subang Salurkan Bantuan

Subang4 jam lalu
Hari Batik Nasional 2026: Sejarah, Makna, dan Alasan 2 Oktober Diperingati

Hari Batik Nasional 2026: Sejarah, Makna, dan Alasan 2 Oktober Diperingati

Nasional4 jam lalu
Profil dan Tugas Sekda Subang Setelah Dilantik, Apa yang Akan Dikerjakan?

Profil dan Tugas Sekda Subang Setelah Dilantik, Apa yang Akan Dikerjakan?

Subang4 jam lalu
UPTD BLK Himpun Minat Eks Pekerja PHK Subang, Formulir Sudah Tersedia

UPTD BLK Himpun Minat Eks Pekerja PHK Subang, Formulir Sudah Tersedia

Subang5 jam lalu
Berapa Gaji Manajer Koperasi Desa Merah Putih per Bulan? Ini Rinciannya

Berapa Gaji Manajer Koperasi Desa Merah Putih per Bulan? Ini Rinciannya

Nasional6 jam lalu