7 Mobil Toyota dengan Resale Value Rendah, Sebaiknya Pikir Ulang Sebelum Membeli

PASUNDAN EKSPRES- Toyota memang sudah jadi simbol keandalan di Indonesia. Nama besar ini identik dengan mobil irit, awet, dan harga jual bekas yang stabil. Tapi, apakah semua model Toyota seperti itu? Jawabannya tidak selalu.
Faktanya, ada beberapa mobil Toyota dengan resale value rendah yang membuat pemiliknya rugi saat dijual kembali.
Penyebabnya beragam, mulai dari desain yang kurang diminati, fitur minim, hingga stigma negatif di pasar mobil bekas.
Supaya kamu tidak salah pilih, berikut adalah daftar mobil Toyota dengan resale value rendah yang sebaiknya dipikirkan ulang sebelum dibeli.
1. Toyota Sienta Generasi Pertama (2016)
Toyota Sienta hadir sebagai MPV kompak dengan sliding door dan desain yang unik. Di atas kertas terlihat ideal untuk keluarga muda. Sayangnya, realita berkata lain.
Selain desainnya yang segmented dan performa mesin 2NR-FE yang terasa kurang bertenaga, Sienta juga punya resale value rendah. Harga bekasnya turun drastis karena peminatnya di pasar mobil second cukup terbatas.
2. Toyota Venturer
Banyak orang mengira Venturer adalah Innova Diesel versi mewah. Memang betul, tapi kemewahannya hanya sebatas kosmetik seperti body kit, velg baru, dan interior lebih gelap.
Masalahnya, Venturer dijual jauh lebih mahal daripada Innova tipe V Diesel. Ketika dijual kembali, harga bekas Venturer jatuh cukup dalam karena banyak pembeli lebih memilih Innova biasa yang resale value-nya lebih stabil.
3. Toyota Yaris XP150 (Facelift “Joker”)
Generasi ini sering dijuluki Yaris “Joker” karena desain grilnya yang terlalu besar dan banyak lekukan aneh. Hatchback yang seharusnya sporty malah terkesan canggung.
Selain desain kontroversial, Yaris XP150 kalah bersaing dengan hatchback lain dari Honda atau Mazda. Akibatnya, mobil Toyota dengan resale value rendah ini kurang diminati di pasar mobil bekas.
4. Toyota Vios Generasi Ketiga
Vios terkenal sebagai mobil sedan yang tangguh. Tapi generasi ketiga ini terlalu identik dengan armada taksi. Banyak unit eks taksi yang dimodifikasi jadi mobil pribadi, sehingga konsumen ragu membeli Vios bekas.
Hal ini membuat harga jual kembali Vios anjlok, menjadi salah satu yang terendah di kelas sedan Toyota.
5. Toyota Etios Valco
Etios Valco adalah eksperimen Toyota di segmen city car yang tidak berjalan mulus. Desain sederhana, interior seadanya, dan performa yang biasa-biasa saja membuat mobil ini cepat ditinggalkan pasar.
Saat ini, Etios Valco bekas dijual dengan harga sangat murah, bahkan ada yang di bawah Rp90 jutaan. Namun, murahnya bukan karena keunggulan, tapi karena resale value Etios Valco sangat rendah.
6. Toyota Corolla Altis 1.8 G (2014–2019)
Corolla Altis terlihat elegan, tapi di balik itu mobil ini terlalu mahal untuk fitur yang ditawarkan. Tanpa sunroof, ADAS, atau kesan premium, Altis kalah pamor dibanding Civic Turbo atau Mazda 3.
Di pasar mobil bekas, resale value Corolla Altis kurang menggembirakan, sehingga membuatnya kurang menarik untuk dibeli second.
7. Toyota Camry Hybrid (2012–2017)
Camry Hybrid bekas memang menggoda karena harganya kini jauh lebih murah. Tapi jangan lupa, biaya perawatan mobil hybrid tua sangat tinggi. Risiko baterai rusak atau sistem kelistrikan bermasalah bisa membuat kantong jebol.
Selain itu, pajak yang masih tinggi untuk mesin 2.500 cc membuat banyak calon pembeli mundur. Tak heran jika resale value Camry Hybrid generasi ini rendah sekali.
Meski Toyota terkenal tangguh dan irit, tidak semua modelnya layak untuk investasi jangka panjang. Beberapa mobil Toyota dengan resale value rendah di atas justru bisa membuat kamu rugi saat dijual kembali.
Jadi, sebelum membeli, pastikan untuk riset lebih dalam dan pilih model Toyota yang memang memiliki permintaan tinggi di pasar mobil bekas. Jangan sampai logo Toyota membuatmu terlena.
Bagaimana menurut kamu? Adakah model Toyota lain yang menurutmu resale value-nya juga rendah? Yuk, tulis di kolom komentar!
