Agni: Village of Calamity, Game Lokal Terbaru yang Terinspirasi Resident Evil

PASUNDANEKSPRES.ID - Developer game dari Indonesia kembali menunjukkan kemampuan mereka di panggung internasional. Kali ini, studio indie asal Jakarta bernama Separuh Interactive memperkenalkan proyek debut mereka berjudul Agni: Village of Calamity.
Co-Founder sekaligus Marketing Director Separuh Interactive, Bayu Arafat, menjelaskan bahwa game tersebut mengambil inspirasi dari berbagai judul horor ternama besutan Konami, Capcom, dan PlayStation.
Ia juga menuturkan bahwa Agni: Village of Calamity turut memadukan sejumlah elemen dari film horor.
"Inspirasinya dari Resident Evil, Silent Hill, element Until Dawn, dan beberapa film-film horor lokal maupun luar negeri," ujar Bayu seperti dikutip dari detikINET, jumat (28/11/2025).
Bayu memaparkan bahwa dalam proses pengembangannya, terdapat 10 orang yang terlibat, di mana tujuh di antaranya merupakan bagian dari jajaran founder Separuh Interactive.
Ia menambahkan, rencana awal perilisan game ini adalah melalui Steam dan Xbox terlebih dahulu, kemudian menyusul untuk PS5.
"Jika kita dapat strategic publisher dan investor, Insya Allah bisa release di akhir 2026," tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa sebelumnya Agni: Village of Calamity bermula dari sebuah prototype yang dibuat pada awal 2024. Saat itu, prototype tersebut digarap oleh Leo Avero, CEO Separuh Interactive.
"CEO kita Leo Avero waktu itu punya ide soal Agni ini dan post prototype-nya di Twitter (sekarang X), kemudian mendapat positive feedback sampai bang Jokan (Joko Anwar) juga ikutan komen. Lalu sekitar tengah tahun ini, prototype-nya berkembang terus ke Alpha stage," ungkap Bayu.
Bayu melanjutkan bahwa tahap pengembangannya saat ini masih berada di alpha development sekitar 30–40%. Dalam proses tersebut, ia dan timnya juga sembari mencari funding strategic dari mitra investor serta publisher.
Ia lalu menjabarkan urutan tahapan dalam pengembangan game. Secara sederhana, alurnya adalah sebagai berikut.
- Pre-Production (rancang konsep, bikin prototype)
- Production (konten & fitur dibuat)
- Alpha (sudah bisa dimainkan dari awal-akhir, tapi banyak bug)
- Beta (hampir final, fokus perbaikan bug & optimasi)
- Release / Launch (game dirilis ke publik)
- Post-Launch (patch, update, DLC, maintenance)
"Jadi urutannya simpel: Pre-Production → Production → Alpha → Beta → Release → Post-Launch," imbuhnya.
Namun, Bayu menekankan bahwa implementasi pada kenyataannya jauh lebih kompleks. Terlebih karena jumlah anggota tim mereka tidak sebesar studio game AAA.
"Bandingkan sama studio AAA macam Kojima Productions dengan ratusan highly skilled team, dan unlimited budget aja 1 game mereka development-nya bisa sampai 5-6 tahun sampai ke released," jelas Bayu.
Bayu mengungkap bahwa para founder Separuh Interactive bekerja sangat keras selama proses pengembangan Agni: Village of Calamity.
Selain itu, ada sejumlah pihak yang turut terlibat dalam pengerjaan game ini, namun dibayar berdasarkan performa mereka selama menjalankan tugas masing-masing.
Para founder Separuh Interactive yang dimaksud antara lain Leo (Creative Director dan CEO), Ardhan (Operations Director), Yudi (Business Director), Bayu (Marketing Director), Kusuma (Technical Director), Habib (Lead 3D Artist), dan HAR (Narrative Designer).
Sebagai tambahan informasi, video berisi gambaran mekanisme gameplay dari Agni: Village of Calamity telah dipublikasikan oleh Separuh Interactive pada 3 September 2024.
Kemudian pada 29 Oktober 2025, mereka kembali merilis trailer terbaru dalam acara ID@Xbox Showcase Fall 2025.
Dalam trailer tersebut, Separuh Interactive menghadirkan kejutan berupa diperkenalkannya karakter Joko Anwar.
Bayu bercerita bahwa ia kebetulan mengenal Joko Anwar, karena sebelumnya sempat beberapa kali membuatkan action figure Gundala dan Pengabdi Setan 2 untuknya.
"Singkat cerita, melalui beberapa kali diskusi, bang Jokan bersedia masuk ke dalam salah satu character kita," pungkasnya.
Pada akhirnya, Bayu menjelaskan bahwa Agni: Village of Calamity berkisah tentang Agni, seorang investigator yang kehilangan temannya.
Seseorang yang telah dianggapnya seperti adik sendiri itu hilang selama satu minggu di desa bernama Desa Purba. Dari sinilah petualangan Agni yang penuh ketegangan dan kengerian dimulai.
