Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Agustus Masih Kering, Kapan Hujan di Subang Tahun Ini? Cek Perkiraan BMKG

P
Putri MelaniaEditor: Putri Melania
|16:00 WIB
Bagikan:
Agustus Masih Kering, Kapan Hujan di Subang Tahun Ini? Cek Perkiraan BMKG
Gambar: Ilustrasi hujan yang membasahi pepohonan hijau. (Sumber: Bibhukalyan Acharya/Pexels/Canva)

PASUNDANEKSPRES.ID - Setelah berbulan-bulan lebih sering merasakan cuaca panas dan kering, kapan hujan di Subang tahun ini mulai turun lagi secara rutin?

Hujan memang sempat muncul di beberapa wilayah, terutama kawasan selatan, tetapi durasinya masih singkat dan belum merata ke seluruh Kabupaten Subang.

Kondisi tersebut masih berkaitan erat dengan musim kemarau 2026 yang terasa cukup kering. Siang hari lebih sering terasa terik, sementara hujan belum datang secara rutin.

Prakiraan BMKG terbaru memberikan gambaran mengenai peluang hujan dalam waktu dekat hingga perubahan cuaca pada beberapa bulan mendatang.

Kapan Hujan di Subang Tahun Ini?

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, Kabupaten Subang berpeluang mengalami hujan ringan pada Rabu (19/8/2026). Cuaca di berbagai wilayah Subang diprakirakan bervariasi, mulai dari cerah, cerah berawan, berawan hingga hujan ringan.

Suhu udara berada di kisaran 18 hingga 32 derajat Celsius. Kondisi tersebut bisa berbeda antara wilayah selatan dan utara Subang karena karakter geografis keduanya cukup beragam.

Kawasan selatan yang berada di sekitar pegunungan memiliki kondisi udara lebih sejuk dan peluang pembentukan awan hujan yang berbeda. Sementara itu, wilayah dataran rendah dapat tetap terasa panas meskipun awan mulai muncul di beberapa tempat.

Hujan ringan pada 19 Agustus juga belum menunjukkan bahwa musim hujan sudah dimulai. Hujan lokal bisa muncul ketika pertumbuhan awan cukup aktif di suatu wilayah, sedangkan kecamatan lain masih mengalami cuaca cerah atau berawan.

Artinya, hujan di Subang tahun ini tidak bisa ditentukan hanya dari satu hari prakiraan. Perubahan musim perlu dilihat dari pola hujan yang berlangsung secara lebih konsisten.

Rincian selengkapnya bisa dilihat di bawah ini:

1. Puncak Kemarau Terjadi pada Agustus

BMKG menyebut sebagian besar wilayah Indonesia mengalami musim kemarau yang lebih panjang dan lebih kering dari biasanya pada 2026. Puncak musim kemarau diprediksi berlangsung pada Agustus.

Kondisi tersebut ikut terasa di Subang. Hujan memang masih bisa turun secara lokal, tetapi frekuensi dan intensitasnya belum tinggi. Beberapa kawasan hanya mendapatkan gerimis atau hujan ringan dalam waktu singkat.

Cuaca panas juga lebih terasa pada siang hari ketika tutupan awan berkurang. Kondisi kering seperti ini dapat berlangsung hingga musim mulai memasuki masa peralihan.

Hujan yang muncul sesekali belum cukup untuk menandakan berakhirnya musim kemarau. Pergantian musim biasanya berlangsung secara bertahap, sehingga kondisi cuaca bisa berubah sedikit demi sedikit.

2. Oktober-November Berpeluang Lebih Basah

Kabar mengenai perubahan cuaca mulai terlihat ketika memasuki Oktober hingga November 2026. BMKG menyampaikan bahwa curah hujan kategori tinggi diperkirakan mulai muncul di sejumlah wilayah Indonesia pada periode tersebut.

Periode tersebut berpeluang membawa kondisi yang lebih basah setelah puncak kemarau berlalu. Meski begitu, waktu masuknya musim hujan tidak selalu sama di setiap wilayah.

Subang bisa mengalami hujan lebih sering secara bertahap, tetapi tidak berarti seluruh kecamatan langsung memiliki pola hujan yang sama. Ada wilayah yang lebih dulu mengalami peningkatan hujan, sementara kawasan lainnya masih menghadapi cuaca panas.

Perubahan tersebut juga tidak bisa dipastikan hanya berdasarkan kalender. Kondisi atmosfer terus berubah sehingga prakiraan BMKG dapat mengalami pembaruan.

3. Hujan Ringan Belum Berarti Musim Hujan

Hujan ringan yang muncul pada Agustus merupakan hal yang masih mungkin terjadi meskipun bulan tersebut masuk periode puncak kemarau. Awan hujan dapat terbentuk secara lokal dan menghasilkan hujan dalam waktu singkat.

Pola seperti itu berbeda dari musim hujan yang biasanya ditandai oleh hujan lebih sering, durasi yang lebih panjang, serta cakupan wilayah yang semakin luas.

Karena itu, hujan satu atau dua kali belum cukup menjadi penanda bahwa musim hujan sudah tiba di Subang. Perubahan yang lebih konsisten perlu dilihat dari perkembangan curah hujan dalam beberapa pekan.

(pm)

Berita Terbaru

Hakim Agung Mahkamah Agung RI Tinjau Kawasan Yudikatif di Nusantara

Hakim Agung Mahkamah Agung RI Tinjau Kawasan Yudikatif di Nusantara

Nasional7 jam lalu
Perubahan APBD 2026 Kabupaten Subang Disepakati

Perubahan APBD 2026 Kabupaten Subang Disepakati

Subang8 jam lalu
Beredar Surat Disebut-sebut Sebagai Undangan Pelantikan Sekda Subang untuk Rona Mairansyah Besok

Beredar Surat Disebut-sebut Sebagai Undangan Pelantikan Sekda Subang untuk Rona Mairansyah Besok

Subang8 jam lalu
Revitalisasi Pasar Ciroyom Ditargetkan Rampung 2 Tahun

Revitalisasi Pasar Ciroyom Ditargetkan Rampung 2 Tahun

Bandung Barat8 jam lalu
ADVERTISEMENT
Terima 100 Becak Listrik, Om Zein: Bentuk Kasih Sayang Pak Prabowo

Terima 100 Becak Listrik, Om Zein: Bentuk Kasih Sayang Pak Prabowo

Purwakarta9 jam lalu
Pagar Nusa Luncurkan Naskah Kuno "Serat Nitipraja Eyang Gandasoli"

Pagar Nusa Luncurkan Naskah Kuno "Serat Nitipraja Eyang Gandasoli"

Purwakarta9 jam lalu
Kawasan Industri Baru Subang Jadi Sasaran Rekrutmen Serikat Buruh

Kawasan Industri Baru Subang Jadi Sasaran Rekrutmen Serikat Buruh

Subang9 jam lalu
Jadwal Konser dan Fanmeeting Kpop di Bulan Oktober 2026, Ada NCT 127 hingga Gong Yoo

Jadwal Konser dan Fanmeeting Kpop di Bulan Oktober 2026, Ada NCT 127 hingga Gong Yoo

Lifestyle12 jam lalu
Wajah Anak Bukan Konten, Privasi Anak di Sosial Media Jangan Disepelekan

Wajah Anak Bukan Konten, Privasi Anak di Sosial Media Jangan Disepelekan

Lifestyle13 jam lalu
Nama Sekda Kabupaten Subang Sudah Ada, Bupati: Besok Pelantikan, Tunggu Saja

Nama Sekda Kabupaten Subang Sudah Ada, Bupati: Besok Pelantikan, Tunggu Saja

Headline13 jam lalu