Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Apple C1X di iPhone Air Saingi Qualcomm X80, Latensi Indonesia Jadi Sorotan

F
Fahrizal Abdul MEditor: Dobi Maulana
|20:30 WIB
Bagikan:
Apple C1X di iPhone Air Saingi Qualcomm X80, Latensi Indonesia Jadi Sorotan
Apple C1X di iPhone Air hadir dengan latensi lebih rendah dan performa makin kompetitif. (Foto: 9to5mac)

PASUNDANEKSPRES.ID - Modem yang dikembangkan langsung oleh Apple kini mulai menunjukkan performa seriusnya. Berdasarkan laporan terbaru dari Ookla—perusahaan yang berada di balik platform pengujian kecepatan internet Speedtest—terungkap bahwa modem Apple C1X yang disematkan pada iPhone Air sudah mencapai tingkat kematangan yang jauh lebih signifikan.

Dalam penggunaan sehari-hari di dunia nyata, modem ini disebut hampir menyamai performa Qualcomm X80, bahkan dalam beberapa aspek seperti latensi mampu melampaui kompetitornya—termasuk di Indonesia.

Salah satu temuan paling menonjol dari laporan Ookla adalah keunggulan latensi pada iPhone Air. Modem C1X secara konsisten memberikan respons yang lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya, yaitu C1, dengan peningkatan paling terasa di China (+6 ms), Indonesia (+6 ms), serta Amerika Serikat (+5 ms).

Lebih lanjut, iPhone Air yang dibekali C1X bahkan mampu mengungguli iPhone 17 Pro Max yang menggunakan modem Qualcomm X80 dalam aspek latensi di 19 dari 22 pasar yang dianalisis. Pengecualian hanya ditemukan di Taiwan dan Jepang.

Menurut Ookla, keunggulan dalam latensi ini akan menjadi semakin penting ke depannya, terutama karena pengalaman mobile saat ini semakin bergantung pada kecerdasan buatan generatif secara real-time serta komputasi berbasis cloud.

Dalam pengujiannya, Ookla memanfaatkan data global dari Speedtest untuk mengevaluasi performa C1X secara menyeluruh, mencakup tiga lapisan kondisi jaringan: persentil ke-10 (kondisi sinyal terburuk), median (penggunaan harian yang umum), serta persentil ke-90 (kondisi jaringan paling optimal).

Hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa C1X merupakan lompatan generasi yang nyata dibandingkan C1 di hampir seluruh lapisan kondisi jaringan.

Menariknya, meskipun hadir dalam bodi iPhone Air yang sangat tipis, perangkat ini tetap dibekali vapor chamber serta rangka berbahan titanium untuk menjaga suhu tetap stabil dan memastikan performa modem tetap konsisten.

Performa Harian

Dalam skenario penggunaan sehari-hari, C1X terbukti unggul dibandingkan C1 di hampir semua pasar yang diuji. Peningkatan paling signifikan terlihat di UAE, Amerika Serikat, Arab Saudi, China, Swedia, Singapura, dan Jepang.

Di wilayah-wilayah tersebut, C1X menunjukkan efisiensi yang jauh lebih baik dalam memanfaatkan spektrum mid-band 5G, terutama saat jaringan sedang padat di siang hari.

Sebaliknya, di Brazil, India, dan Malaysia, peningkatan performa C1X dibandingkan C1 tidak terlalu terasa. Menurut Ookla, hal ini dipengaruhi oleh strategi implementasi 5G di negara-negara tersebut yang lebih mengandalkan low-band DSS dibandingkan mid-band khusus, atau karena tingkat kepadatan jaringan 5G yang lebih tinggi.

Jika dibandingkan dengan iPhone 17 Pro Max yang menggunakan Qualcomm X80, performa C1X tetap terlihat sangat kompetitif, terutama dalam kecepatan unduh median di berbagai pasar.

Qualcomm X80 memang masih unggul secara keseluruhan dengan selisih yang cukup besar di Taiwan dan Polandia. Namun dalam penggunaan harian rata-rata, perbedaan tersebut kemungkinan besar tidak akan terasa signifikan bagi sebagian besar pengguna.

Kondisi Sinyal Lemah

Pada persentil ke-10 yang merepresentasikan kondisi sinyal paling buruk—misalnya di area pinggiran jangkauan menara sel atau di dalam bangunan beton—C1X menunjukkan tingkat keandalan yang jauh lebih tinggi dibandingkan C1.

Ookla menyebut bahwa C1X membantu pengguna menghindari kondisi yang disebut sebagai "usability cliff," yaitu titik di mana kecepatan unduh turun drastis hingga aplikasi seperti peta atau video call tidak lagi dapat berjalan dengan normal.

Peningkatan performa C1X dalam kondisi sinyal lemah paling terlihat di pasar dengan infrastruktur 5G Standalone dan 5G Advanced yang sudah matang, seperti UAE, Singapura, China, Amerika Serikat, Prancis, dan Arab Saudi.

Dari sisi kecepatan unggah dalam kondisi sinyal lemah, C1X juga mencatat peningkatan yang cukup signifikan. Di Singapura, misalnya, C1X mencatat tambahan 4,3 Mbps dibandingkan C1—menjadi selisih terbesar di antara seluruh pasar—dan sekaligus menyamai performa X80.

Peningkatan serupa juga terlihat di China (+1,3 Mbps), Amerika Serikat (+1,0 Mbps), Malaysia (+1,1 Mbps), Brazil (+1,0 Mbps), serta Prancis (+0,6 Mbps).

Kondisi Optimal

Pada persentil ke-90 yang mencerminkan kondisi jaringan ideal di luar ruangan, C1X mampu mendekati bahkan melampaui kecepatan gigabit—sesuatu yang sebelumnya tidak dapat dicapai oleh C1 pada iPhone 16e. Beberapa perbandingan kecepatan unduh yang cukup mencolok antara lain:

  • UAE: iPhone Air mencatat 1.832,3 Mbps, unggul 643,9 Mbps dibandingkan iPhone 16e yang hanya mencapai 1.188,4 Mbps.
  • Arab Saudi: iPhone Air mencatat 970,0 Mbps, lebih tinggi 362,8 Mbps dibandingkan iPhone 16e yang berada di angka 607,2 Mbps.
  • Amerika Serikat: iPhone Air mencatat 818,0 Mbps, unggul 264,4 Mbps dibandingkan iPhone 16e yang hanya mencapai 553,6 Mbps.

Di hampir seluruh pasar maju seperti Swedia, China, Jerman, Jepang, dan Inggris, C1X memberikan peningkatan performa sebesar 30 hingga 40 % dibandingkan C1 dalam kondisi optimal. Malaysia menjadi satu-satunya pasar di mana iPhone 16e sedikit lebih unggul dibandingkan iPhone Air, yang mengindikasikan bahwa konfigurasi jaringan lokal di sana lebih cocok dengan arsitektur C1.

Jika dibandingkan dengan Qualcomm X80, perbedaan performa C1X dalam kondisi optimal kini nyaris tidak signifikan. Di banyak pasar utama seperti Prancis, Swedia, Australia, Thailand, Arab Saudi, Inggris, dan Jepang, selisih kecepatan unggah antara keduanya sangat kecil hingga hampir tidak terasa bagi pengguna biasa.

Berita Terbaru

Diduga Gagal Rem, Truk Trailer Picu Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang Km 91B

Diduga Gagal Rem, Truk Trailer Picu Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang Km 91B

Purwakarta5 menit lalu
Bupati Purwakarta Soroti Papan Informasi Proyek yang Tak Terlihat Publik

Bupati Purwakarta Soroti Papan Informasi Proyek yang Tak Terlihat Publik

Headline6 menit lalu
Pasca Kasus Pesta Sabu di Depok, 313 Napi High Risk Dipindahkan ke Nusakambangan

Pasca Kasus Pesta Sabu di Depok, 313 Napi High Risk Dipindahkan ke Nusakambangan

Nasional6 menit lalu
Dapat Nomor 1, Calon Kepala Desa Cimanglid Nana Supriatna, Ingin Bangun Desa Bersama Masyarakat

Dapat Nomor 1, Calon Kepala Desa Cimanglid Nana Supriatna, Ingin Bangun Desa Bersama Masyarakat

Subang6 menit lalu
ADVERTISEMENT
Soal Data Center BDx, Om Zein: Kami Sambut Teknologi dan Investasi, Tapi Kedepankan Keberlanjutan Lingkungan

Soal Data Center BDx, Om Zein: Kami Sambut Teknologi dan Investasi, Tapi Kedepankan Keberlanjutan Lingkungan

Purwakarta11 menit lalu
Tiket Masuk Pantai Pondok Bali Subang Terbaru 2026, Cuma Segini! Ada Sunset Cantik di Laut Jawa

Tiket Masuk Pantai Pondok Bali Subang Terbaru 2026, Cuma Segini! Ada Sunset Cantik di Laut Jawa

Lifestyle13 menit lalu
Karang Taruna Subang Siapkan Langkah Baru, BBKT dan Raker Jadi Momentum Perkuat Peran Pemuda

Karang Taruna Subang Siapkan Langkah Baru, BBKT dan Raker Jadi Momentum Perkuat Peran Pemuda

Subang14 menit lalu
Pilkades Patimban, Lima Menit Ricuh Saat Pengambilan Nomor Urut

Pilkades Patimban, Lima Menit Ricuh Saat Pengambilan Nomor Urut

Headline26 menit lalu
DPRD Subang Kawal Program Bedah Rumah 1.372 Unit, Awasi Ketepatan Sasaran hingga Penggunaan Anggaran

DPRD Subang Kawal Program Bedah Rumah 1.372 Unit, Awasi Ketepatan Sasaran hingga Penggunaan Anggaran

Headline46 menit lalu
Prediksi Port FC Vs Persib: Misi Putus Kutukan di Thailand, Apakah Maung Bandung Bisa Bikin Kejutan?

Prediksi Port FC Vs Persib: Misi Putus Kutukan di Thailand, Apakah Maung Bandung Bisa Bikin Kejutan?

Olahraga1 jam lalu