Astronom Saksikan Tabrakan Dahsyat Dua Planet Jauh 11.000 Tahun Cahaya, Mirip Kelahiran Bulan Bumi!

PASUNDAN EKSPRES.ID - Para astronom baru saja mengumumkan penemuan bukti langka dari tabrakan dahsyat antara dua planet di sistem bintang jauh, sekitar 11.000 tahun cahaya dari Bumi.
Fenomena kosmik ekstrem ini menjadi sorotan utama di kalangan komunitas astronomi akhir-akhir ini (Maret 2026), karena dianggap sebagai peristiwa yang sangat jarang teramati secara langsung.
Detail Fenomena Terkini
Penemuan ini berasal dari analisis data teleskop lama tahun 2020 oleh tim astronom dari University of Washington, dipimpin oleh Anastasios (Andy) Tzanidakis.
Mereka mengamati bintang mirip Matahari bernama Gaia20ehk (di dekat rasi bintang Puppis) yang tiba-tiba menunjukkan perilaku aneh:
- Mulai 2016, kecerahan bintang menurun secara bertahap.
- Pada 2021, terjadi fluktuasi ekstrem dan penurunan cahaya dramatis.
- Yang terdeteksi: Awan debu dan material panas raksasa yang melintas di depan bintang, menyebabkan efek "redup" sementara.
Kesimpulan tim: Awan debu ini bukan dari proses biasa (seperti protoplanet disk atau komet), melainkan hasil tabrakan katastrofik antara dua planet (kemungkinan planet berukuran sedang hingga besar, mirip Bumi atau lebih).
Tabrakan ini menghasilkan pecahan batu, gas, dan debris panas yang menyebar luas, membentuk awan debu yang masih terlihat hingga sekarang.
Studi ini dipublikasikan pada 11 Maret 2026 di jurnal The Astrophysical Journal Letter (judul terkait: analisis Gaia20ehk dan bukti planetary collision).
Mengapa Ini Mirip Pembentukan Bulan Bumi?
Para ilmuwan menyebut peristiwa ini sebagai "replay" dari tabrakan dahsyat yang membentuk Bulan Bumi sekitar 4,5 miliar tahun lalu (hipotesis Giant Impact).
Saat itu, proto-Bumi bertabrakan dengan objek seukuran Mars (Theia), melempar material yang akhirnya membentuk Bulan.
Tabrakan di Gaia20ehk ini memberikan petunjuk langsung tentang proses serupa di sistem lain, membantu memahami bagaimana planet dan bulan terbentuk di alam semesta.
Fenomena ini bukan tabrakan di tata surya kita (aman untuk Bumi), melainkan pengamatan cahaya dari kejadian jauh di masa lalu (karena jarak 11.000 tahun cahaya).
Ini salah satu bukti paling jelas pertama tentang planetary collision di exoplanet system yang diamati secara real-time.
