Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Begini Tips Membersihkan Abu Vulkanik, Hindari Menyapu saat Masih Kering

P
Putri MelaniaEditor: Putri Melania
|11:45 WIB
Bagikan:
Begini Tips Membersihkan Abu Vulkanik, Hindari Menyapu saat Masih Kering
Foto: abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang mengenai rumah dan mobil. (Sumber: Instagram @agresputri)

PASUNDANEKSPRES.ID -  Tips membersihkan abu vulkanik perlu diketahui, terutama saat material hasil erupsi mulai menempel di halaman, rumah, kendaraan, hingga tubuh. Sekilas terlihat seperti debu biasa, tetapi partikel abu vulkanik dapat kembali beterbangan apabila dibersihkan secara keliru.

Erupsi Gunung Anak Krakatau membuat masyarakat perlu lebih waspada terhadap kemungkinan paparan abu vulkanik. Material tersebut tidak hanya mengotori lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan apabila masuk ke saluran pernapasan, mengenai mata, atau menempel pada kulit.

Dinas Kesehatan Subang melalui akun Instagram resminya mengingatkan bahwa abu vulkanik dapat menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan.

Beberapa di antaranya berupa iritasi hidung dan saluran napas, mata merah serta berair, iritasi kulit, batuk, sakit tenggorokan, hingga sesak napas.

Masyarakat yang mengalami sesak napas berat, nyeri dada, gangguan penglihatan, kejang, atau penurunan kesadaran dianjurkan segera mencari pertolongan medis ke puskesmas, klinik, atau rumah sakit terdekat.

Tips Membersihkan Abu Vulkanik di Rumah

Berikut tips membersihkan abu vulkanik yang disarankan:

1. Jangan langsung menyapu abu

Cara membersihkan abu vulkanik yang pertama justru bukan menyapunya. Abu yang masih kering dapat beterbangan ketika disapu sehingga partikelnya berpotensi terhirup.

Dokter Tirta, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, mengingatkan masyarakat agar tidak membersihkan abu vulkanik menggunakan sapu dalam kondisi kering.

“Jangan disapu, itu tambah terbang, tambah sesak napas, dan batuk-batuk, disiram pakai air ya, disiram pakai air,” ujar Dokter Tirta dikutip dari CNBC.

Abu sebaiknya dibasahi terlebih dahulu menggunakan air agar tidak mudah beterbangan. Setelah cukup lembap, material tersebut dapat dibersihkan secara perlahan.

2. Gunakan masker saat membersihkan 

Masker perlu digunakan ketika membersihkan area yang terkena abu vulkanik. Perlindungan tersebut penting untuk membantu mengurangi paparan partikel ke saluran pernapasan.

Usahakan proses pembersihan dilakukan secara perlahan agar abu tidak kembali beterbangan. Jika kondisi lingkungan masih dipenuhi abu, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dibatasi.

3. Bersihkan wajah secara perlahan

Abu vulkanik yang menempel di wajah juga tidak boleh langsung digosok. Partikel yang menempel pada kulit dapat menimbulkan iritasi apabila digesek terlalu kuat.

Dokter Tirta pun menyarankan penggunaan facial wash yang tepat ketika abu mengenai wajah.

“Kalau kena muka, itu sebenarnya gunakan facial wash yang proper, jangan langsung ngegesek, karena bisa baret-baret serius,” katanya.

Membersihkan wajah secara perlahan dapat membantu mengangkat kotoran tanpa memberikan gesekan berlebihan pada kulit.

4. Jangan mengucek mata

Mata termasuk bagian tubuh yang cukup sensitif terhadap paparan abu vulkanik. Dinas Kesehatan Subang pun menyebut paparan abu dapat menyebabkan mata merah, berair, dan mengalami iritasi.

Ketika mata terasa kemasukan abu, hindari menguceknya secara berulang. Gangguan mata yang semakin berat, terutama jika disertai gangguan penglihatan, perlu segera diperiksa secara medis.

5. Perhatikan kondisi setelah terkena abu

Paparan abu vulkanik tidak selalu langsung menimbulkan keluhan berat. Batuk, sakit tenggorokan, hidung teriritasi, kulit gatal, atau mata berair dapat menjadi tanda tubuh mengalami paparan.

Kondisi kesehatan sebaiknya dipantau setelah berada di area yang terkena abu. Gejala berat seperti sesak napas, nyeri dada, gangguan penglihatan, kejang, dan penurunan kesadaran memerlukan pertolongan medis segera.

Abu vulkanik juga dapat menimbulkan bau yang terasa berbeda dari kondisi biasanya. Masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap perlu mengikuti informasi resmi dari instansi terkait.

(pm)

Berita Terbaru

Mau Masuk Circle Eksklusif? Nasabah BCA Prioritas Harus Lewati Syarat Ini!

Mau Masuk Circle Eksklusif? Nasabah BCA Prioritas Harus Lewati Syarat Ini!

Lifestyle3 menit lalu
Bahaya Asap Karhutla bagi Kesehatan Tubuh Manusia, dari Iritasi Mata hingga Risiko Kanker Paru-paru

Bahaya Asap Karhutla bagi Kesehatan Tubuh Manusia, dari Iritasi Mata hingga Risiko Kanker Paru-paru

Lifestyle46 menit lalu
Tema dan Logo Hari Sumpah Pemuda ke 98 Tahun 2026, Ini Link Downloadnya

Tema dan Logo Hari Sumpah Pemuda ke 98 Tahun 2026, Ini Link Downloadnya

Nasional1 jam lalu
Bukan Gibran, KDM Puncaki Survei Elektabilitas Cawapres 2029 Versi PPI

Bukan Gibran, KDM Puncaki Survei Elektabilitas Cawapres 2029 Versi PPI

Headline1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Gunung Anak Krakatau Erupsi dan Status Siaga Level III, Puluhan Gempa Hybrid Terekam

Gunung Anak Krakatau Erupsi dan Status Siaga Level III, Puluhan Gempa Hybrid Terekam

Headline1 jam lalu
MUI Desak Presiden Tobat Nasuha Agar Serius Tangani Karhutla? Simak Berita Updatenya Disini!

MUI Desak Presiden Tobat Nasuha Agar Serius Tangani Karhutla? Simak Berita Updatenya Disini!

Nasional1 jam lalu
Siap-siap! Mendikdasmen Bakal Terapkan Kebijakan Tak Naik Kelas Mulai Tahun Ajaran 2027/2028

Siap-siap! Mendikdasmen Bakal Terapkan Kebijakan Tak Naik Kelas Mulai Tahun Ajaran 2027/2028

Nasional2 jam lalu
Jadwal Persib Bandung Terbaru: Hadapi Madura United 22 Oktober, Lanjut Lawan Garudayaksa FC

Jadwal Persib Bandung Terbaru: Hadapi Madura United 22 Oktober, Lanjut Lawan Garudayaksa FC

Olahraga3 jam lalu
Cara Dapat Diskon Sari Ater Hot Springs Ciater Khusus Peserta Trail Race 2026

Cara Dapat Diskon Sari Ater Hot Springs Ciater Khusus Peserta Trail Race 2026

Subang4 jam lalu
Presiden Prabowo Sambut Sekjen PBB Antonio Guterres di Hambalang, Bahas Isu Ini

Presiden Prabowo Sambut Sekjen PBB Antonio Guterres di Hambalang, Bahas Isu Ini

Nasional4 jam lalu