Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Biaya Latih ChatGPT Mencapai Rp 1,6 T, Setara Listrik Jutaan Rumah

F
Fahrizal Abdul MEditor: Fahrizal Abdul M
|21:52 WIB
Bagikan:
Biaya Latih ChatGPT Mencapai Rp 1,6 T, Setara Listrik Jutaan Rumah
Biaya latih ChatGPT capai Rp 1,6 T. (screenshot ChatGPT)

PasundanEkspres - Biaya melatih model kecerdasan buatan (AI) seperti GPT-4 milik OpenAI diprediksi akan terus meningkat di masa depan. Bahkan, biaya melatih model AI tersebut diperkirakan mencapai USD 100 miliar dalam beberapa tahun mendatang.

CEO Anthropic AI, Dario Amodei, dalam podcast In Good Company, mengungkapkan bahwa model AI saat ini, seperti ChatGPT-4, 'hanya' menghabiskan sekitar USD 100 juta atau sekitar Rp 1,6 triliun untuk dilatih. Namun, ia memperkirakan biaya pelatihan model AI akan meningkat menjadi antara USD 10 miliar hingga USD 100 miliar dalam tiga tahun mendatang.

"Saat ini, 100 juta. Ada model yang sedang dalam pelatihan saat ini yang biayanya lebih mendekati satu miliar," kata Amodei, seperti yang dilansir dari Tom's Hardware, Rabu (10/7/2024).

"Saya pikir jika kita mencapai 10 atau 100 miliar, dan menurut saya itu akan terjadi pada tahun 2025, 2026, mungkin 2027, dan peningkatan algoritma terus berlanjut," lanjutnya.

Amodei menyebutkan angka ini saat membahas transisi pengembangan model AI dari AI generatif menuju kecerdasan buatan umum (AGI), di mana model AI menjadi sangat cerdas hingga melampaui kemampuan manusia.

Sebagian besar biaya pelatihan AI digunakan untuk perangkat keras, seperti GPU khusus yang mendukung pusat data. Tahun lalu, OpenAI dikabarkan membutuhkan lebih dari 30.000 GPU untuk melatih ChatGPT, dan CEO Sam Altman menyatakan bahwa pelatihan GPT-4 menghabiskan USD 100 juta.

Tahun lalu, lebih dari 3,8 juta GPU dikirimkan ke pusat data, dan angka ini diprediksi akan meningkat berkali-kali lipat. Belum lama ini, Elon Musk ingin membeli 300.000 chip Nvidia B2 untuk melatih chatbot Grok, sementara OpenAI dan Microsoft berencana membangun pusat data AI senilai USD 100 miliar.

Selain biaya perangkat keras, perusahaan AI juga memerlukan konsumsi listrik yang besar untuk mengoperasikan pusat data dan infrastruktur lainnya. Total penggunaan listrik dari semua GPU pusat data yang dijual tahun lalu diperkirakan mencapai 14.348 GWh, setara dengan kebutuhan listrik 1,3 juta rumah.

Pemerintah Amerika Serikat bahkan telah memberikan peringatan kepada perusahaan AI mengenai lonjakan kebutuhan listrik mereka. Untuk mengatasi permintaan listrik yang terus meningkat, Microsoft sudah berencana membangun reaktor nuklir untuk mentenagai pusat datanya.

Berita Terbaru

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga13 menit lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline32 menit lalu
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline52 menit lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle55 menit lalu
ADVERTISEMENT
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle1 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle2 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat3 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline4 jam lalu
Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional11 jam lalu
Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Headline11 jam lalu