Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Fenomena Joget "Sadbor" yang Viral: Hiburan atau Kontroversi?

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|21:31 WIB
Bagikan:
Fenomena Joget "Sadbor" yang Viral: Hiburan atau Kontroversi?
Fenomena Joget "Sadbor" yang Viral: Hiburan atau Kontroversi?

PASUNDAN EKSPRES- Belakangan ini, media sosial Indonesia diramaikan dengan fenomena baru yang dikenal sebagai "joget Sadbor."

Tren ini viral di platform video pendek, di mana para kreator konten menampilkan aksi berjoget dengan gaya khas Sadbor.

Memainkan ekspresi sedih atau tertekan dengan harapan mendapatkan gift atau uang dari penonton.

Meskipun menjadi hiburan bagi sebagian orang, fenomena ini memunculkan perdebatan.

Fenomena Sadbor ini bukan yang pertama kali ramai di jagat media sosial Indonesia.

Sebelumnya, tren seperti live mandi lumpur sempat menjadi sorotan, di mana para kreator bersedia mandi lumpur sebagai bentuk hiburan jika diberi gift.

Bedanya, kini para pelaku Sadbor lebih mengandalkan joget dengan ekspresi sedih, menampilkan emosi mendalam yang menarik simpati atau sekadar perhatian dari penonton.

Hiburan atau Sekadar "Ngemis Online"?

Banyak yang menilai fenomena ini mirip dengan "ngemis online" yang dikemas dengan cara berbeda.

Daripada memberikan konten edukatif atau informatif, mereka memilih berjoget dengan ekspresi Sadbor, berharap mendapatkan imbalan dalam bentuk gift.

Meskipun dianggap sebagai hiburan, tak sedikit yang menganggap tren ini kurang bermanfaat dan memicu perilaku pasif di kalangan pemuda produktif.

Salah satu alasan tren ini marak diikuti adalah daya tarik cuan yang bisa dihasilkan.

Beberapa kreator dikabarkan mampu memperoleh penghasilan yang lumayan dari joget Sadbor ini.

Bagi para kreator muda, ini tentu menjadi cara instan untuk mendapatkan uang.

Namun, para pengamat menyangsikan keberlangsungan tren ini dalam jangka panjang, dan mengingatkan para kreator untuk menggunakan penghasilan tersebut dengan bijak.

Hiburan Sekadar Hiburan, atau Ada Dampak Lainnya?

Fenomena Sadbor ini menimbulkan pertanyaan besar apakah ini hanya hiburan yang sekadar mengisi waktu luang, atau ada dampak negatif yang lebih luas?

Banyak pihak berharap para kreator dapat memanfaatkan tren ini sebagai batu loncatan untuk menciptakan konten yang lebih positif dan konstruktif.

Pada akhirnya, apakah tren Sadbor akan menghilang atau tetap bertahan di tengah masyarakat, semua tergantung pada respons publik dan bagaimana tren ini dieksplorasi ke depannya.

Berita Terbaru

Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Purwakarta21 menit lalu
Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Subang41 menit lalu
Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Subang1 jam lalu
Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Purwakarta1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Purwakarta1 jam lalu
Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital,  Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital, Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Karawang1 jam lalu
DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

Karawang1 jam lalu
SAJATI,  Inovasi Digital Subang untuk Perkuat Akuntabilitas Pembangunan

SAJATI,  Inovasi Digital Subang untuk Perkuat Akuntabilitas Pembangunan

Riset dan Inovasi1 jam lalu
Jambore Pemuda Subang 2026, Kepala Disparpora Nenden Setiawati Tekankan Empat Pesan Penting bagi Generasi Muda

Jambore Pemuda Subang 2026, Kepala Disparpora Nenden Setiawati Tekankan Empat Pesan Penting bagi Generasi Muda

Subang1 jam lalu
Mahasiswi POLSUB Ciptakan Plester Pereda Nyeri Haid dari Limbah Daun Nanas dan Jahe

Mahasiswi POLSUB Ciptakan Plester Pereda Nyeri Haid dari Limbah Daun Nanas dan Jahe

Subang1 jam lalu