Film Scream 7 Jadi Seri dengan Rating Terendah, Kontroversi Melissa Barrera Masih Membayangi

PASUNDANEKSPRES.ID - Film Scream 7 bukan hanya sebagai kelanjutan kisah Ghostface, tetapi juga sebagai film yang membawa beban kontroversi panjang sejak masa produksinya.
Antusiasme penggemar bercampur rasa pensaran berubah menjadi perdebatan baru setelah rating awal film ini hanya menyentuh 42 persen di berbagai situs ulasan film.
Angka yang rendah tersebut tentunya memicu diskusi luas karena menempatkan film Scream 7 sebagai sah satu dari seri dengan penerimaan terendah sepanjang sejarah franchise yang dimulai sejak 1996 ini.
Pemutaran perdana film Scream 7 di Los Angeles pada 25 Februari 2026 bahkan tidak berlangsung sepenuhnya meriah.
Sekelompok demonstran berkumpul di luar lokasi acara, membawa bendera dan spanduk yang menyerukan boikot.
Aksi itu berkaitan langsung dengan keputusan Spyglass Media Group memecat Melissa Barrera pada November 2023 setelah unggahan media sosialnya tentang Palestina dianggap bermasalah oleh studio.
“Kami menolak membiarkan waralaba yang kami cintai digunakan sebagai alat sensor terhadap mereka yang menyuarakan keadilan,” ujar salah satu koordinator aksi yang hadir di lokasi.
Melissa Barrera dan Kontroversi Film Scream 7
Nama Melissa Barrera tetap menjadi bagian dari perbincangan, meski karakter yang ia perankan tidak lagi muncul dalam film Scream 7.
Aktris asal Meksiko itu merespons aksi solidaritas melalui unggahan singkat di Instagram Story bertuliskan, “I see you,” disertai emoji hati merah.
Kalimat sederhana itu segera menyebar luas dan dianggap sebagai bentuk apresiasi kepada penggemar yang masih mendukungnya.
Pemecatan Barrera memicu efek berantai. Jenna Ortega, yang sebelumnya menjadi pusat cerita generasi baru Scream, memilih keluar dari proyek tersebut.
Christopher Landon, sutradara yang semula ditunjuk, juga mundur dan menyebut proyek itu sebagai “pekerjaan impian yang berubah menjadi mimpi buruk.”
Situasi tersebut membuat studio mengambil langkah drastis, termasuk menulis ulang cerita dan memanggil kembali Neve Campbell sebagai Sidney Prescott.
Sutradara Kevin Williamson menanggapi protes secara tenang saat menghadiri premier film Scream 7.
“Kita hidup di Amerika. Kita memiliki hak untuk memprotes. Mereka berhak untuk didengar dan menyuarakan kebenaran mereka. Saya mendukung hak tersebut 100 persen,” katanya kepada awak media.
Rating Film Scream 7 Jadi yang Terendah dalam Sejarah Franchise
Respons kritikus menjadi sorotan utama setelah film Scream 7 resmi diputar. Skor rata-rata 42 persen mencerminkan kekecewaan terhadap arah cerita dan perubahan besar yang terjadi di balik layar.
Sebagian ulasan menilai film ini terlalu bergantung pada nostalgia tanpa memberikan perkembangan karakter baru yang kuat.
Kembalinya Sidney Prescott memang membuat vibes klasiknya kembali. Namun banyak yang merasa bahwa chemistry dan dinamika yang sudah dibangun lewat karakter generasi baru jadi menghilang.
Perubahan naskah setelah keluarnya Barrera dan Ortega juga cukup mempengaruhi ke alur cerita, jadi terasa kurang konsisten dibanding sebelumnya.
Walaupun begitu, film ini tetap bikin penasaran karena jadi momen penting buat kelanjutan franchise-nya.
Film Scream 7 menunjukkan bagaimana waralaba legendaris berusaha bertahan di tengah tekanan publik dan ekspektasi penggemar yang terus berubah.
(pm)
