Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Film Scream 7 Jadi Seri dengan Rating Terendah, Kontroversi Melissa Barrera Masih Membayangi

P
Putri MelaniaEditor: Putri Melania
|19:50 WIB
Bagikan:
Film Scream 7 Jadi Seri dengan Rating Terendah, Kontroversi Melissa Barrera Masih Membayangi
Foto: Melissa Barrera dan poster film Scream 7. (Sumber: Instagram @melissabarreram dan @father_death)

PASUNDANEKSPRES.ID - Film Scream 7 bukan hanya sebagai kelanjutan kisah Ghostface, tetapi juga sebagai film yang membawa beban kontroversi panjang sejak masa produksinya.

Antusiasme penggemar bercampur rasa pensaran berubah menjadi perdebatan baru setelah rating awal film ini hanya menyentuh 42 persen di berbagai situs ulasan film.

Angka yang rendah tersebut tentunya memicu diskusi luas karena menempatkan film Scream 7 sebagai sah satu dari seri dengan penerimaan terendah sepanjang sejarah franchise yang dimulai sejak 1996 ini.

Pemutaran perdana film Scream 7 di Los Angeles pada 25 Februari 2026 bahkan tidak berlangsung sepenuhnya meriah.

Sekelompok demonstran berkumpul di luar lokasi acara, membawa bendera dan spanduk yang menyerukan boikot.

Aksi itu berkaitan langsung dengan keputusan Spyglass Media Group memecat Melissa Barrera pada November 2023 setelah unggahan media sosialnya tentang Palestina dianggap bermasalah oleh studio.

“Kami menolak membiarkan waralaba yang kami cintai digunakan sebagai alat sensor terhadap mereka yang menyuarakan keadilan,” ujar salah satu koordinator aksi yang hadir di lokasi.

Melissa Barrera dan Kontroversi Film Scream 7

Nama Melissa Barrera tetap menjadi bagian dari perbincangan, meski karakter yang ia perankan tidak lagi muncul dalam film Scream 7.

Aktris asal Meksiko itu merespons aksi solidaritas melalui unggahan singkat di Instagram Story bertuliskan, “I see you,” disertai emoji hati merah.

Kalimat sederhana itu segera menyebar luas dan dianggap sebagai bentuk apresiasi kepada penggemar yang masih mendukungnya.

Pemecatan Barrera memicu efek berantai. Jenna Ortega, yang sebelumnya menjadi pusat cerita generasi baru Scream, memilih keluar dari proyek tersebut.

Christopher Landon, sutradara yang semula ditunjuk, juga mundur dan menyebut proyek itu sebagai “pekerjaan impian yang berubah menjadi mimpi buruk.”

Situasi tersebut membuat studio mengambil langkah drastis, termasuk menulis ulang cerita dan memanggil kembali Neve Campbell sebagai Sidney Prescott.

Sutradara Kevin Williamson menanggapi protes secara tenang saat menghadiri premier film Scream 7.

“Kita hidup di Amerika. Kita memiliki hak untuk memprotes. Mereka berhak untuk didengar dan menyuarakan kebenaran mereka. Saya mendukung hak tersebut 100 persen,” katanya kepada awak media.

Rating Film Scream 7 Jadi yang Terendah dalam Sejarah Franchise

Respons kritikus menjadi sorotan utama setelah film Scream 7 resmi diputar. Skor rata-rata 42 persen mencerminkan kekecewaan terhadap arah cerita dan perubahan besar yang terjadi di balik layar.

Sebagian ulasan menilai film ini terlalu bergantung pada nostalgia tanpa memberikan perkembangan karakter baru yang kuat.

Kembalinya Sidney Prescott memang membuat vibes klasiknya kembali. Namun banyak yang merasa bahwa chemistry dan dinamika yang sudah dibangun lewat karakter generasi baru jadi menghilang.

Perubahan naskah setelah keluarnya Barrera dan Ortega juga cukup mempengaruhi ke alur cerita, jadi terasa kurang konsisten dibanding sebelumnya.

Walaupun begitu, film ini tetap bikin penasaran karena jadi momen penting buat kelanjutan franchise-nya.

Film Scream 7 menunjukkan bagaimana waralaba legendaris berusaha bertahan di tengah tekanan publik dan ekspektasi penggemar yang terus berubah.

(pm)

Berita Terbaru

Persiapan Persib Siapkan Rotasi Pemain Jelang Hadapi Persik, Maung Bandung Waspadai Jadwal Padat

Persiapan Persib Siapkan Rotasi Pemain Jelang Hadapi Persik, Maung Bandung Waspadai Jadwal Padat

Olahraga1 jam lalu
Dilema: Hutan Mangrove dan Tambak Udang, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Dilema: Hutan Mangrove dan Tambak Udang, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Opini1 jam lalu
7 Tempat Wisata di Subang yang Cocok Dikunjungi Bulan Oktober, Ada Pantai hingga Pegunungan!

7 Tempat Wisata di Subang yang Cocok Dikunjungi Bulan Oktober, Ada Pantai hingga Pegunungan!

Jawa Barat2 jam lalu
Hidup Sebatang Kara di Rumah Tak Layak Huni, Mak Turci Terima Bantuan Rutilahu BAZNAS Subang

Hidup Sebatang Kara di Rumah Tak Layak Huni, Mak Turci Terima Bantuan Rutilahu BAZNAS Subang

Headline4 jam lalu
ADVERTISEMENT
Tempat Wisata Murah Meriah di Subang, Tetap Seru Meski Hemat Budget

Tempat Wisata Murah Meriah di Subang, Tetap Seru Meski Hemat Budget

Headline5 jam lalu
Ada Konser Musik di Alun-Alun, Satlantas Polres Subang Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas

Ada Konser Musik di Alun-Alun, Satlantas Polres Subang Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas

Headline6 jam lalu
Asap Karhutla di Pulau Jawa: BMKG Ingatkan Pentingnya Pemantauan Kualitas Udara

Asap Karhutla di Pulau Jawa: BMKG Ingatkan Pentingnya Pemantauan Kualitas Udara

Nasional7 jam lalu
Aktor Senior Yadi Timo Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun, Joko Nugroho Ungkap Sifat Asli Almarhum

Aktor Senior Yadi Timo Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun, Joko Nugroho Ungkap Sifat Asli Almarhum

Headline14 jam lalu
Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan, Masyarakat Diimbau Tidak Khawatir

Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan, Masyarakat Diimbau Tidak Khawatir

Nasional16 jam lalu
Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital

Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital

Nasional16 jam lalu