Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Flexing di Sosial Media, Hiburan Seru atau Masalah Sosial?

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|21:43 WIB
Bagikan:
Flexing di Sosial Media, Hiburan Seru atau Masalah Sosial?
Flexing di Sosial Media, Hiburan Seru atau Masalah Sosial?

PASUNDAN EKSPRES- Hei guys, siapa sih yang nggak sering lihat konten flexing di sosmed sekarang?

Mulai dari giveaway yang bertebaran sampai barang-barang mahal yang dipamerin, semua itu sering banget muncul di feed kita.

Tapi, pernah nggak sih kalian kepikiran kalau semua ini sebenarnya bagian dari trend flexing atau pamer?

Jadi, apa sih sebenarnya flexing itu? Secara simpel, flexing itu adalah pamer, tapi dalam konteks yang lebih mendalam, itu lebih tentang menunjukkan prestasi atau gaya hidup mewah.

Dulu, flexing ini bisa dibilang sebagai sikap angkuh yang dilakukan orang-orang kaya baru. Tapi sekarang, flexing udah jadi konten yang booming di media sosial dengan tujuan yang kadang-kadang jauh dari sekadar pamer.

Sekarang, banyak content creator yang menggunakan flexing untuk meraih keuntungan, entah itu untuk memperbanyak penghasilan atau mempertahankan status sosial mereka.

Nggak perlu jadi orang super kaya untuk flexing, cukup punya barang-barang yang keliatan mewah aja. C

ontohnya, brand parfum lokal HMNS yang bakal ngeluarin parfum koleksi Flanker dari Essence of The Suns.

Parfum ini terinspirasi dari bunga Wijaya Kusuma yang langka, dengan wangi yang tahan lama dan radius hingga 2 meter. Keren banget kan?

Nah, kenapa sih konten flexing ini bisa begitu populer? Sederhananya, orang suka ngeliat barang-barang mewah dan aktivitas yang nggak biasa mereka lakukan.

Ini bikin mereka terhibur, baik yang secara finansial biasa aja maupun yang udah tinggi. Tapi, ada juga sisi negatif dari flexing ini.

Konten yang terlalu menonjolkan materi bisa bikin orang merasa minder atau jadi terlalu fokus pada standar hidup orang lain, yang akhirnya bikin mereka stres.

Jadi, meskipun ada sisi positifnya, seperti hiburan dan motivasi kecil-kecilan, flexing juga punya potensi dampak negatif.

Semua tergantung dari gimana kita sebagai audiens menghadapinya. Apakah konten flexing ini bikin kalian terhibur atau malah bikin kalian merasa tertekan? Share pendapat kalian di kolom komentar!

Berita Terbaru

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Headline7 jam lalu
Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Bandung Barat8 jam lalu
Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Purwakarta8 jam lalu
Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Subang9 jam lalu
ADVERTISEMENT
HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

Lifestyle9 jam lalu
Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Subang9 jam lalu
Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Purwakarta9 jam lalu
Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Purwakarta9 jam lalu
Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital,  Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital, Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Karawang9 jam lalu
DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

Karawang9 jam lalu