Gemini Belum Siap Menggantikan Google Assistant

PASUNDANEKSPRES.ID - Google menegaskan bahwa proses peralihan Google Assistant ke Gemini di perangkat Android belum akan selesai dalam waktu dekat.
Raksasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut menyampaikan bahwa transisi penuh ke Gemini baru akan berlanjut hingga 2026, mundur dari target awal yang sebelumnya dipatok pada akhir 2025.
Dalam keterangan resminya, Google menjelaskan bahwa perubahan jadwal ini dilakukan demi memastikan proses perpindahan dapat berjalan dengan lancar bagi para pengguna.
“Kami menyesuaikan lini masa yang sebelumnya diumumkan agar dapat menghadirkan transisi yang seamless,” ujar Google, seperti dilansir The Verge, Rabu (24/12/2025).
Setelah proses migrasi benar-benar rampung, Google Assistant tidak lagi dapat digunakan pada perangkat Android yang sudah memenuhi persyaratan minimum untuk menjalankan Gemini.
Tak hanya itu, aplikasi Google Assistant juga tidak akan lagi tersedia untuk diunduh secara terpisah.
Gemini sendiri diposisikan sebagai asisten digital generasi baru berbasis kecerdasan buatan (AI) yang secara bertahap akan mengambil alih fungsi Google Assistant.
Meski peralihan penuh di Android masih membutuhkan waktu, Google sejatinya telah lebih dulu menghadirkan Gemini ke berbagai platform lain, termasuk jam pintar Wear OS, Android Auto, serta perangkat rumah pintar seperti Nest dan Google Home.
Sepanjang tahun ini, Google juga mulai melakukan sejumlah langkah awal guna mendorong penggunaan Gemini di ponsel Android.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan menambahkan kemampuan khas asisten digital ke Gemini, seperti melakukan panggilan telepon, mengatur timer, hingga mengirim pesan.
Menariknya, fitur-fitur tersebut kini tetap dapat diakses meskipun opsi Gemini Apps Activity dinonaktifkan.
Dengan kata lain, pengguna masih bisa memanfaatkan fungsi asisten Gemini tanpa harus menyetujui penggunaan interaksi mereka sebagai bahan pelatihan AI.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk respons Google terhadap kekhawatiran pengguna terkait perlindungan privasi data.
Melalui pendekatan bertahap ini, Google tampaknya berupaya meminimalkan potensi gangguan bagi pengguna Android yang telah lama terbiasa menggunakan Google Assistant.
Hingga saat ini, Google Assistant masih menjadi asisten bawaan di banyak perangkat Android, meskipun fokus pengembangannya kini semakin diarahkan ke Gemini.
Google juga belum mengungkap secara detail kapan Google Assistant akan sepenuhnya “dipensiunkan” dari ekosistem Android.
Namun, dengan target baru hingga 2026, pengguna masih memiliki waktu yang cukup panjang untuk menyesuaikan diri dengan Gemini sebagai asisten digital utama di Android.
Penundaan ini sekaligus menunjukkan bahwa menggantikan asisten suara yang sudah mapan dengan teknologi AI generatif bukanlah proses yang sederhana.
Google tampaknya memilih pendekatan yang lebih hati-hati, memastikan Gemini benar-benar matang sebelum sepenuhnya mengambil alih peran Google Assistant.
