Google Rilis Veo 3 di Indonesia, Bikin Video AI dari Teks & Gambar

PASUNDAN EKSPRES - Google secara resmi merilis Veo 3 di Indonesia, model terbaru dari teknologi AI generatif yang mampu menghasilkan video berkualitas tinggi hanya dengan menggunakan teks atau gambar sebagai input.
Peluncuran ini menjadi bagian dari ekspansi global Veo 3 ke berbagai negara yang telah mendukung layanan Gemini, termasuk Indonesia sebagai salah satu pasar utamanya.
Veo 3 pertama kali diperkenalkan dalam ajang Google I/O beberapa minggu lalu, dan sejak saat itu telah menjadi sorotan di dunia maya berkat banyaknya video kreatif dan viral yang dihasilkan menggunakan teknologi ini.
Mulai dari video fenomenal dengan suara khas seperti “apel kaca yang dipotong” yang terlihat sangat realistis, hingga tayangan bertema horor seperti kemunculan Bigfoot—semuanya dibuat hanya dengan deskripsi teks dan imajinasi dari para pengguna.
“Imajinasi Anda adalah satu-satunya batas,” demikian pernyataan dari tim pengembang Veo 3 dalam pengumuman resminya.
Mereka juga menambahkan bahwa kreativitas luar biasa dari para pengguna menjadi pendorong utama dalam pengembangan berkelanjutan teknologi ini serta alasan dibukanya akses ke lebih banyak kalangan.
Di Indonesia, pengguna sudah dapat mengakses Veo 3 melalui langganan layanan Google AI Pro.
Layanan ini memungkinkan pengguna untuk menciptakan video hanya dari prompt berbasis teks, foto, bahkan dari sketsa sederhana.
Kualitas visual yang dihasilkan diklaim sekelas dengan produksi film profesional, lengkap dengan aspek sinematik, pergerakan kamera yang halus dan realistis, serta pencahayaan yang dramatis dan imersif.
Google menjelaskan bahwa Veo 3 dirancang untuk berbagai kalangan.
Mulai dari kreator konten, profesional pemasaran, pengajar, hingga individu yang ingin menuangkan ide-ide mereka dalam bentuk video yang menarik.
Sebagai bagian dari komitmen Google terhadap pengembangan AI yang bertanggung jawab, seluruh video yang dibuat dengan Veo 3 akan dilengkapi watermark—baik yang tampak maupun tersembunyi—menggunakan teknologi khusus bernama SynthID.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa konten tersebut diketahui sebagai hasil buatan kecerdasan buatan.
Selain itu, Google juga menegaskan bahwa Veo 3 telah melalui berbagai tahap pengujian yang ketat dan terus dievaluasi secara rutin untuk menghindari potensi penyalahgunaan, termasuk penggunaan untuk membuat konten berbahaya atau menyesatkan.
Pengguna pun diajak untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan Veo 3 dengan memberikan umpan balik langsung lewat tombol like dan dislike yang tersedia saat menggunakan platform ini.
Masukan dari para pengguna akan menjadi dasar peningkatan berkelanjutan terhadap kualitas dan keamanan dari teknologi ini.
