Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Indosat dikabarkan berencana menjual saham bisnis fiber optik senilai Rp 15,6 triliun

H
Hilman Fajri AmirullohEditor: Hilman Fajri Amirulloh
|17:00 WIB
Bagikan:
Indosat dikabarkan berencana menjual saham bisnis fiber optik senilai Rp 15,6 triliun
Indosat dikabarkan berencana menjual saham bisnis fiber optik/foto Screenshoot via/voi.id

PASUNDAN EKSPRES - PT Indosat Tbk. (ISAT), atau yang dikenal sebagai Indosat Ooredoo Hutchison, dilaporkan telah memulai proses penjualan sebagian saham dalam divisi bisnis kabel serat optiknya.

Penjualan saham tersebut diperkirakan bernilai lebih dari US$ 1 miliar (sekitar Rp 15,6 triliun).

Berdasarkan laporan Reuters yang mengutip sumber yang mengetahui proses penjualan, Indosat telah menerima penawaran dari investor finansial, infrastruktur global, dan perusahaan strategis untuk menjadi mitra dalam pengembangan bisnis kabel serat optiknya.

Meskipun belum menentukan jumlah saham yang akan dilepas, Indosat memiliki opsi untuk membatalkan penjualan sesuai dengan kondisi pasar.

Indosat telah mengontrak Citigroup untuk menangani proses penjualan ini.

Meskipun menolak memberikan komentar kepada Reuters, manajemen Indosat menyatakan bahwa setiap tindakan korporasi akan diumumkan sesuai dengan regulasi pasar.

Kabar penjualan sebagian saham dalam bisnis kabel serat optik Indosat muncul di tengah minat yang meningkat dari investor global terhadap infrastruktur digital di Asia Tenggara.

Sebelumnya, Reuters melaporkan bahwa PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) berencana melepas sebagian sahamnya dalam bisnis pusat data pada paruh kedua 2024.

Pada bulan September, perusahaan investasi global KKR & Co mengakuisisi 20 persen saham bisnis pusat data milik Singapore Telecommunications senilai US$ 825,39 juta.

Indosat merupakan operator telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia.

Pada tahun 2022, Indosat melakukan merger dengan PT Hutchison 3 Indonesia, yang pada saat itu mayoritas sahamnya dimiliki oleh Ooredoo dari Qatar dan merupakan bagian dari konglomerasi Hutchison Holdings dari Hong Kong.

(hil/hil)

Berita Terbaru

Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Lifestyle20 menit lalu
Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Nasional33 menit lalu
Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Nasional35 menit lalu
Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Lifestyle37 menit lalu
ADVERTISEMENT
Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Nasional47 menit lalu
Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Headline1 jam lalu
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Subang1 jam lalu
Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional1 jam lalu
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline1 jam lalu
80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

Nasional2 jam lalu