Isi Tas Emergency yang Wajib Disiapkan, Jangan Cuma Ada P3K

PASUNDANEKSPRES.ID - KEadaan darurat bisa datan gtanpa banyak tanda dan terjadi kapan saja. Karena itu, memiliki satu tas khusus berisi perlengkapan penting akan sangat membantu ketika harus meninggalkan rumah atau menghadapi kondisi yang serba terbatas.
Letakkan di lokasi yang mudah dijangkau, pastikan seluruh anggota keluarga mengetahuinya, lalu cek isinya secara berkala agar setiap barang tetap siap digunakan.
Daftar Isi Tas Emergency
Isi tas emergency ini sebenarnya tidak harus rumit. Prinsipnya adalah membawa kebutuhan paling penting untuk bertahan dan beraktivias sementara waktu ketika harus meninggalkan rumah atau ketika akses kebutuhan sehari-hari terganggu.
Apa saja? Simak di bawah ini!
1. Kebutuhan Dasar
Barang-barang ini sebaiknya menjadi prioritas karena bisa digunakan ketika terjadi gempa, banjir, kebakaran, gangguan listrik, maupun kondisi lainnya.
- Makanan tahan lama seperti biskuit, energy bar, abon, makanan kaleng, dan makanan siap santap. (tidak boleh dilewatkan).
- HP.
- Senter.
- Baterai cadangan.
- Headlamp atau lampu kepala.
- Powerbank yang sudah terisi full.
- Air mineral untuk kebutuhan minimal tiga hari. (tidak boleh dilewatkan)
- Sepatu atau sandal yang nyaman digunakan untuk berjalan.
- Pembuka kaleng manual untuk makanan yang menggunakan kemasan kaleng.
- Kabel pengisi daya.
- Peluit.
- Selimut darurat.
- P3K
- Jas hujan.
- Pakaian ganti.
- Jaket.
- Handuk kecil.
- Kantong plastik atau kantong sampah.
- P3K dan Obat-obatan
Beberapa perlengkapan dasar yang bisa dimasukkan antara lain:
- Plester luka.
- Perban.
- Kasa steril.
- Cairan antiseptik.
- Sarung tangan sekali pakai.
- Obat-obatan pribadi.
- Obat untuk kebutuhan umum sesuai kebiasaan keluarga.
- Termometer kecil.
- Masker.
- Obat resep yang rutin digunakan.
2. Perlengkapan Kebersihan Pribadi
Barangnya memang terlihat sederhana, tetapi justru sering terlupakan ketika orang sibuk memikirkan makanan dan obat.
Isi tas emergency dapat dilengkapi:
- Sabun.
- Sikat gigi.
- Pasta gigi.
- Tisu kering.
- Tisu basah.
- Hand sanitizer.
- Pembalut.
- Kantong sampah.
- Handuk kecil.
- Perlengkapan mandi berukuran kecil.
Perlengkapan pribadi sebaiknya dikemas dalam kantong terpisah supaya mudah dicari. Barang yang berpotensi terkena air juga lebih aman dimasukkan ke dalam plastik atau pouch kedap air.
3. Dokumen Penting dan Uang Tunai
Saat kondisi darurat mengharuskan evakuasi, dokumen pribadi bisa menjadi salah satu barang penting yang dibutuhkan setelah meninggalkan rumah.
Simpan salinan dokumen dalam wadah kedap air, seperti:
- KTP.
- Kartu Keluarga.
- Akta kelahiran.
- Paspor jika diperlukan.
- Polis asuransi.
- Dokumen kepemilikan rumah atau kendaraan.
- Dokumen penting keluarga lainnya.
- Uang tunai dalam jumlah secukupnya, terutama pecahan kecil.
4. Barang yang Berguna Saat Evakuasi
Beberapa perlengkapan kecil dapat membantu ketika harus keluar rumah secara cepat. Peluit, misalnya, bisa digunakan sebagai alat pemberi tanda ketika suara sulit terdengar.
Masukkan barang ini ke dalam tas emergency:
- Peluit.
- Peta wilayah sekitar.
- Pulpen.
- Buku catatan kecil.
- Tali kuat.
- Lakban.
- Sarung tangan kerja.
- Pisau multifungsi atau alat serbaguna yang aman digunakan.
- Masker tambahan.
- Wadah kedap air.
5. Kebutuhan Bayi, Lansia, dan Anggota Keluarga Lain
Satu tas belum tentu bisa memenuhi kebutuhan semua orang. Anggota keluarga yang memiliki kebutuhan khusus perlu mendapat perlengkapan tambahan.
Untuk bayi, misalnya:
- Popok.
- Susu formula.
- Botol.
- Makanan bayi.
- Tisu.
- Pakaian tambahan.
Hewan peliharaan juga perlu diperhitungkan. Siapkan makanan, air, wadah makan, tali, kandang jika diperlukan, serta obat-obatan khusus bila hewan tersebut memiliki kebutuhan tertentu.
6. Jangan Lupakan Masker untuk Debu, Asap, dan Abu Vulkanik
Indonesia memiliki berbagai potensi bencana, sehingga isi tas emergency sebaiknya tidak dibuat terlalu umum. Masker tambahan, misalnya, bisa menjadi perlengkapan penting ketika menghadapi debu akibat gempa, asap kebakaran, maupun abu vulkanik.
Jas hujan juga layak diprioritaskan, terutama menjelang musim hujan. Banjir dapat terjadi ketika hujan deras berlangsung, sementara proses evakuasi belum tentu bisa dilakukan menggunakan kendaraan.
Bagaimana Menyimpan Tas Emergency?
Tas emergency sebaiknya tidak disimpan di tempat yang sulit dijangkau.
Pilih lokasi yang mudah diambil ketika harus keluar rumah, tetapi tetap aman dari air dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
Jangan membuat tas terlalu berat. Prioritaskan kebutuhan dasar, lalu pisahkan barang tambahan sesuai kondisi keluarga. Periksa isinya secara rutin, terutama makanan, air, obat, baterai, powerbank, pakaian, dan dokumen.
Setiap anggota keluarga juga sebaiknya mengetahui lokasi tas tersebut. Jangan sampai tas sudah lengkap, tetapi ketika keadaan darurat terjadi justru tidak ada yang tahu tempat menyimpannya.
(pm)
