Jarang Diketahui, Ini Fakta Unik Kampung Bunikasih di Subang Selatan

PASUNDANEKSPRES.ID - Wargi Subang sudah tahu belum, ternyata, fakta unik Kampung Bunikasih di Subang bukan hanya soal panorama pegunungan yang menenangkan, lho.
Kawasan ecowisata di Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang ini juga menawarkan pengalaman menikmati alam sekaligus mengenal kehidupan masyarakat yang masih menjaga tradisi dan kelestarian lingkungan.
Lokasinya memang belum seramai destinasi wisata populer lainnya di Subang. Justru itulah yang menjadi daya tarik tersendiri.
Suasana tenang, udara pegunungan yang sejuk, hingga kehidupan warga yang berjalan sederhana membuat Kampung Bunikasih cocok menjadi tempat melepas penat dari rutinitas sehari-hari.
Fakta Unik Kampung Bunikasih di Subang
Berikut sejumlah fakta unik Kampung Bunikasih di Subang yang membuatnya layak masuk daftar destinasi wisata alam saat berkunjung ke wilayah selatan Kabupaten Subang:
1. Berada di Kaki Pegunungan dengan Udara yang Masih Sangat Segar
Letak kampung ini berada di kawasan kaki pegunungan dengan bentang alam hijau yang masih terjaga.
Perjalanan menuju lokasi akan disuguhi hamparan sawah, kebun, pepohonan tinggi, serta jalan berkelok khas dataran tinggi.
Tidak heran jika banyak orang datang hanya untuk menikmati ketenangan alam tanpa harus melakukan aktivitas yang berat.
2. Ecowisata yang Menggabungkan Wisata Alam dan Edukasi
Berbeda dengan tempat wisata yang hanya menawarkan panorama, Kampung Bunikasih mengusung konsep ecowisata. Pengunjung diajak lebih dekat dengan lingkungan sekaligus memahami pentingnya menjaga kelestarian alam.
Anak-anak maupun orang dewasa dapat mengenal berbagai jenis tanaman yang tumbuh di kawasan pegunungan, mempelajari kehidupan masyarakat yang bergantung pada hasil bumi, hingga melihat bagaimana alam tetap dijaga agar tetap lestari.
Konsep wisata seperti ini membuat kunjungan tidak hanya menjadi ajang berlibur, tetapi juga memberi pengalaman baru mengenai hubungan manusia dengan lingkungan sekitar.
3. Memiliki Belasan Curug yang Masih Alami
Sudah tahu, belum?
Salah satu daya tarik terbesar Kampung Bunikasih adalah keberadaan banyak air terjun alami. Berdasarkan penuturan warga, kawasan ini memiliki sekitar 18 titik curug yang tersebar di berbagai sudut pegunungan.
Sebagian besar masih belum banyak dijamah wisatawan sehingga kondisi alamnya tetap terjaga. Salah satu yang cukup dikenal ialah Curug Cipanggulaan dengan aliran air pegunungan yang jernih dan kolam alami bertingkat.
Jadi, cocok untuk yang lagi suka eksplor alam!
4. Kampung Kecil dengan Kehidupan Warganya
Berikutnya terletak pada kehidupan masyarakatnya. Kampung ini hanya dihuni sekitar 43 kepala keluarga dalam satu lingkungan RT sehingga hubungan antarwarga masih sangat erat.
Kehidupan sehari-hari berlangsung sederhana. Warga saling mengenal, saling membantu, dan tetap mempertahankan budaya gotong royong yang mulai jarang ditemukan di daerah perkotaan.
Suasana kekeluargaan tersebut menjadi nilai lebih bagi wisatawan yang ingin merasakan langsung kehidupan pedesaan khas Sunda yang masih alami.
5. Gula Aren Tradisional yang Pernah Menembus Pasar Ekspor
Selain panorama alam, Kampung Bunikasih juga dikenal melalui hasil bumi berupa gula aren tradisional. Warga memanfaatkan pohon aren yang tumbuh di kawasan hutan sekitar untuk menghasilkan air nira berkualitas.
Proses pembuatannya masih dilakukan secara alami. Air nira direbus selama berjam-jam hingga mengental sebelum dicetak menjadi gula aren dengan aroma khas yang kuat dan cita rasa alami.
Menariknya, kawasan ini pernah memiliki fasilitas produksi gula semut yang mendapat dukungan pemerintah provinsi.
Produk gula aren bubuk dari Kampung Bunikasih bahkan sempat dipasarkan ke luar negeri, termasuk Kanada, melalui pihak ketiga. Meski kini produksi skala besarnya tidak seaktif sebelumnya, gula aren tetap menjadi identitas penting masyarakat setempat.
6. Cocok untuk Menenangkan Pikiran
Ingin relax jauh dari keramian? Bisa coba berkunjung ke sini!
Minimnya lalu lintas kendaraan, udara yang bersih, serta pemandangan hijau di hampir setiap sudut membuat kawasan ini terasa nyaman untuk menghabiskan waktu.
Wisatawan dapat menyusuri aliran sungai, menikmati pemandangan perbukitan, beristirahat di gazebo, hingga berbincang bersama warga yang ramah.
Meski akses menuju lokasi masih memiliki beberapa ruas jalan yang cukup menantang, perjalanan tersebut akan terbayar ketika tiba di kawasan ecowisata yang masih alami dan jauh dari kebisingan kota.
(pm)
