Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Joget di TikTok Hiburan atau Cerminan Mentalitas Malas?

H
Heru RamdaniEditor: Heru Ramdani
|15:53 WIB
Bagikan:
Joget di TikTok Hiburan atau Cerminan Mentalitas Malas?
Joget di TikTok Hiburan atau Cerminan Mentalitas Malas?

PASUNDAN EKSPRES- Belakangan ini, tren joget-joget di live TikTok lagi rame banget dibahas, nggak cuma di sosial media tapi sampai media besar juga ikut meramaikan.

Fenomena ini sebenernya jadi dua sisi mata uang: ada yang sekadar hiburan, tapi juga bikin mikir, apakah ini bakal mempengaruhi mentalitas kerja banyak orang?

Tren ini awalnya dari live TikTok, di mana orang-orang bikin gerakan khusus sambil berharap dapat "gift" dari penonton.

Uniknya, gift yang mereka terima bisa dikonversi jadi uang asli, bahkan ada cerita kalau orang yang awalnya cuma joget-joget di live bisa renovasi rumah sampai dua lantai.

Hal ini tentunya memicu "survivorship bias," di mana banyak orang jadi pengen ikut-ikutan dengan harapan nasibnya bisa secemerlang itu.

Dulu pernah ada yang bikin live mandi lumpur untuk dapat gift, dan ternyata hasilnya lumayan juga sampai bisa beli motor.

Nah, sekarang tren bergeser ke joget-joget tanpa makna, tapi dengan hasil yang ternyata nggak main-main.

Ada laporan yang bilang, penghasilan dari "live joget" ini bisa mencapai Rp700 ribu sehari, alias sekitar Rp21 juta sebulan nominal yang tentu sulit disaingi pekerjaan formal di banyak bidang.

“Pengemis Digital” atau Konten Kreator?

Di satu sisi, ada yang merasa tren ini adalah hiburan, tapi di sisi lain, banyak yang melihat ini sebagai bentuk "ngemis online" dengan cara yang lebih "santai."

Konten yang mereka buat dianggap nggak ada manfaatnya selain menghibur dalam batas tertentu, bahkan ada yang merasa tren ini menurunkan standar kreativitas konten di media sosial.

Dengan semakin banyak orang terinspirasi untuk mencoba profesi serupa, muncul kekhawatiran kalau normalisasi tren ini bakal mengurangi semangat kerja keras.

Fenomena ini juga menurunkan standar kreativitas dan effort dari konten-konten berkualitas, karena yang lebih menonjol malah konten sederhana tanpa nilai tambah.

Padahal, banyak konten kreator lain di luar sana yang bikin konten dengan effort lebih, tapi malah kalah tenar dari joget-joget nggak jelas ini.

Jika tren ini terus tumbuh, bisa jadi banyak orang mulai mikir, "Ngapain kerja keras kalau bisa dapet duit banyak dari joget-joget?"

Padahal, semangat kerja keras dan skill adalah nilai yang tetap penting.

Ini mirip fenomena tukang parkir liar yang lebih memilih "ngepos" tanpa izin karena dianggap lebih gampang, tapi malah berdampak negatif buat lingkungan.

Tren joget TikTok ini bikin kita bertanya-tanya, apakah kemudahan uang instan dari live streaming akan menciptakan budaya malas bekerja di masa depan?

Tantangan buat generasi sekarang adalah mempertahankan semangat kerja keras sambil tetap memanfaatkan platform digital dengan cara yang lebih produktif.

Berita Terbaru

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Kejari dan Bapas Subang Laksanakan  Eksekusi Pidana Kerja Sosial

Headline1 jam lalu
Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Hujan Disertai Angin Puting Beliung Terjang Padalarang

Bandung Barat2 jam lalu
Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Kejari Purwakarta Turut Sukseskan Ngosrek Bersama Lintas Sektoral di Situ Buleud

Purwakarta2 jam lalu
Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Ikuti Deklarasi Damai, Cakades Diingatkan Jaga Kondusifitas dan Kamtibmas

Subang3 jam lalu
ADVERTISEMENT
HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

HP Terbaru Akhir Tahun 2026: Daftar Harga dan Spesifikasi Lengkap, dari Rp1 Jutaan

Lifestyle3 jam lalu
Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Desak Pemkab Turun Tangan, FMSB Soroti Tenaga Kerja Lokal dan Perizinan PT CMM

Subang3 jam lalu
Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Purwakarta Cabut Izin KBIHU Al-Fatah

Purwakarta3 jam lalu
Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Kapolres Purwakarta Wajibkan Pelaku Tawuran Lapor Berkala

Purwakarta3 jam lalu
Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital,  Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital, Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

Karawang4 jam lalu
DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

DPRD Karawang Kecewa Terhadap PT Nipro Indonesia Jaya

Karawang4 jam lalu