Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Keluarga Akui Pernah Tolak Kasus Pembunuhan Vina di Cirebon Dijadikan Film

I
Inessia Nabila MEditor: Inessia Nabila M
|12:00 WIB
Bagikan:
Keluarga Akui Pernah Tolak Kasus Pembunuhan Vina di Cirebon Dijadikan Film
Keluarga Vina akui bahwa pihaknya pernah menolak kasus pembunuhan Vina di Cirebon dijadikan film. (Screenshot YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo)

PASUNDAN EKSPRES - Keluarga Vina mengakui bahwa pihaknya pernah menolak kasus pembunuhan Vina di Cirebon dijadikan film.

Film Vina: Sebelum 7 Hari menjadi perbincangan hangat di media sosial dan menuai kritik keras dari netizen yang menilai film ini tidak patut ditayangkan di bioskop.

Banyak netizen yang menyuarakan keresahan terhadap penayangan film kontroversial ini sebab terdapat adegan kekerasan dan rudapaksa yang ditampilkan tanpa sensor dalam film tersebut.

Selain itu, netizen juga menilai film ini kurang empati kepada keluarga korban dan mendiang Vina yang meninggal pada tahun 2016 lalu.

Dalam podcast Denny Sumargo, keluarga Vina mengungkap bahwa pihaknya pernah menolak kasus pembunuhan Vina di Cirebon dijadikan film.

Marliyana, kakak kandung Vina menuturkan bahwa pihak PH (production house) film Vina mendatangi langsung ke rumahnya untuk meminta izin kasus Vina dijadikan film.

"Gimana kronologinya bisa dijadikan film, dihubungi oleh siapa, oleh PH-nya?" tanya Denny Sumargo.

"Ga dihubungin, PH dateng ke rumah, tahun kemarin (tahun 2023)," kata kakak Vina dalam kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo yang tayang pada Selasa (14/3).

"Saya mau tanya kalo rumah keluarganya almarhum Vina di mana?, ada apa mbak saya kakaknya, gitu," sambungnya.

Marliyana sempat berbincang dengan PH film tersebut dan mengaku kaget bahwa ada yang tertarik untuk mengangkat kasus Vina dijadikan film.

Dari obrolan tersebut, kakak Vina mengakui bahwa dirinya pernah menolak kisah adiknya itu diangkat ke layar lebar.

"Kalo saya sih dari awal memang udah nolak mau di bikin film, kalo saya pribadi sebagai kakak, saya gak setuju, alasannya karena membuka luka lagi," ucapnya.

Namun, Marliyana sebagai kakak tidak bisa memutuskan secara sepihak apakah mengizinkan kasus Vina ini dijadikan film atau tidak sehingga ia berunding dengan pihak keluarga lainnya, termasuk ayah dan ibu kandung Vina.

"(Awalnya) tetap belum kasih keputusan, di (hari) ketiga atau keempat, baru saya kasih keputusan, itu kita rundingan dulu," ujarnya.

Keluarga Vina pun akhirnya menyetujui kasus Vina dijadikan film dengan alasan agar banyak masyarakat dapat mendoakan almarhumah Vina dan dapat mengungkap ketiga pelaku pembunuhan yang sampai saat ini masih buron oleh polisi. (inm)

Berita Terbaru

Digitalisasi Pariwisata di Purwakarta, Permudah Transaksi bagi Wisatawan

Digitalisasi Pariwisata di Purwakarta, Permudah Transaksi bagi Wisatawan

Purwakarta11 menit lalu
Bapperida Dukung Riset BRIN, Hidrolisat Ikan ASIKA Siap Diuji untuk Penanganan Stunting di Subang

Bapperida Dukung Riset BRIN, Hidrolisat Ikan ASIKA Siap Diuji untuk Penanganan Stunting di Subang

Headline13 menit lalu
BPJS Ketenagakerjaan Data Perajin Genteng dan Pengayuh Becak Listrik di Purwakarta

BPJS Ketenagakerjaan Data Perajin Genteng dan Pengayuh Becak Listrik di Purwakarta

Purwakarta15 menit lalu
Biaya Haji Turun, Kepala Kemenhaj Purwakarta: Alhamdulillah Ini Kabar Baik, Ringankan Calon Jemaah

Biaya Haji Turun, Kepala Kemenhaj Purwakarta: Alhamdulillah Ini Kabar Baik, Ringankan Calon Jemaah

Purwakarta20 menit lalu
ADVERTISEMENT
Cara Daftar BSU 2026 Rp900 Ribu, Pekerja Wajib Tahu Syarat dan Link Resminya!

Cara Daftar BSU 2026 Rp900 Ribu, Pekerja Wajib Tahu Syarat dan Link Resminya!

Nasional20 menit lalu
Perpres Ojol Terbit, Transparansi Tarif dan Perlindungan Driver Jadi Sorotan

Perpres Ojol Terbit, Transparansi Tarif dan Perlindungan Driver Jadi Sorotan

Nasional21 menit lalu
Bangunan Ritel Modern Pamekasan Dibongkar Sebelum Beroperasi, Disaksikan Ratusan Alumni Pesantren

Bangunan Ritel Modern Pamekasan Dibongkar Sebelum Beroperasi, Disaksikan Ratusan Alumni Pesantren

Nasional24 menit lalu
Dandim Subang Kumpulkan 153 Manager KDKMP, Tekankan Koperasi Harus Beri Manfaat ke Warga

Dandim Subang Kumpulkan 153 Manager KDKMP, Tekankan Koperasi Harus Beri Manfaat ke Warga

Subang27 menit lalu
Lewat Gerakan Pangan Murah, Bulog Subang Bantu Masyarakat Penuhi Kebutuhan Pokok

Lewat Gerakan Pangan Murah, Bulog Subang Bantu Masyarakat Penuhi Kebutuhan Pokok

Subang29 menit lalu
Bupati Purwakarta Om Zein Tekankan Pemenuhan Syarat dalam Pembangunan Rumah Ibadah

Bupati Purwakarta Om Zein Tekankan Pemenuhan Syarat dalam Pembangunan Rumah Ibadah

Headline33 menit lalu