Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kenapa Air di Ciater Panas dan dari Mana Asalnya? Ini Asal dan Penjelasan Ilmiahnya

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|20:00 WIB
Bagikan:
Kenapa Air di Ciater Panas dan dari Mana Asalnya? Ini Asal dan Penjelasan Ilmiahnya
Kawasan wisata Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat

PASUNDANEKSPRES.ID - Kenapa air di Ciater panas? Pertanyaan ini mungkin sering muncul bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Kawasan ini memang terkenal dengan sumber mata air panas alaminya yang menjadi daya tarik utama wisata pemandian air panas, salah satunya Sari Ater.

Di tengah udara pegunungan yang sejuk, air yang keluar dari sumber mata air di kawasan Ciater justru terasa hangat hingga panas. Fenomena tersebut bukan terjadi secara kebetulan, melainkan berkaitan erat dengan aktivitas vulkanik dan sistem panas bumi di sekitar Gunung Tangkuban Parahu.

Lantas, kenapa air di Ciater panas dan dari mana sebenarnya asal air tersebut? Berikut penjelasan lengkapnya.

Kenapa Air di Ciater Panas?

Secara sederhana, air di Ciater panas karena air tanah mengalami pemanasan di bawah permukaan bumi dalam sistem panas bumi (geothermal) yang berkaitan dengan aktivitas vulkanik Gunung Tangkuban Parahu.

Air hujan yang masuk ke dalam tanah atau disebut air meteorik dapat meresap melalui rekahan dan pori-pori batuan. Air tersebut kemudian bersirkulasi ke lapisan yang lebih dalam dan memperoleh panas dari sistem panas bumi.

Setelah mengalami pemanasan, fluida panas tersebut bergerak kembali menuju permukaan melalui rekahan atau struktur sesar pada batuan. Ketika mencapai permukaan, air tersebut muncul sebagai mata air panas Ciater.

Menurut penelitian geologi, keberadaan mata air panas di Ciater memang berkaitan dengan sistem panas bumi Gunung Tangkuban Parahu. Studi mengenai sistem panas bumi Ciater menunjukkan bahwa struktur geologi dan rekahan batuan menjadi jalur penting bagi migrasi fluida panas menuju permukaan.

Dikutip dari Badan Geologi Kementerian ESDM, kawasan panas bumi Ciater merupakan daerah panas bumi yang berada di Kabupaten Subang dan telah menjadi objek kajian geologi serta geokimia.

Dari Mana Asal Air Panas Ciater?

Jika ditanya air panas Ciater berasal dari mana, jawabannya tidak sesederhana air yang langsung keluar dari kawah gunung.

Air panas Ciater merupakan bagian dari sistem hidrotermal atau sistem panas bumi. Air yang menjadi fluida panas bumi pada dasarnya banyak berasal dari air meteorik, seperti air hujan, yang masuk ke dalam sistem bawah permukaan.

Penelitian terbaru mengenai sistem panas bumi Ciater menunjukkan bahwa fluida hidrotermal di kawasan ini dominan berasal dari air meteorik lokal yang kemudian mendapatkan pengaruh dari gas magmatik Gunung Tangkuban Parahu.

Dikutip dari Digital Library ITB, sistem panas bumi Ciater berasosiasi dengan sistem utama Gunung Tangkuban Parahu. Penelitian tersebut juga menjelaskan bahwa struktur geologi berperan dalam mengontrol permeabilitas reservoir dan jalur migrasi fluida menuju permukaan.

Jadi, bisa dikatakan bahwa air panas Ciater bukan berarti air dari dalam kawah Tangkuban Parahu yang mengalir langsung ke tempat pemandian. Prosesnya jauh lebih kompleks karena melibatkan sirkulasi air di bawah permukaan, panas bumi, batuan, serta struktur geologi.

Bagaimana Air Bisa Menjadi Panas?

Untuk memahami kenapa air di Ciater panas, kita bisa membayangkan sistem panas bumi seperti sebuah siklus.

Air hujan yang masuk ke tanah akan bergerak ke bawah melalui rekahan batuan. Semakin dalam air bersirkulasi, semakin besar pengaruh panas dari lingkungan bawah permukaan.

Di kawasan vulkanik seperti Ciater, keberadaan sistem panas bumi berkaitan dengan panas yang tersimpan di bawah permukaan akibat aktivitas vulkanik. Air yang sudah mengalami pemanasan kemudian bergerak kembali ke atas melalui rekahan dan sesar.

Prosesnya secara sederhana dapat digambarkan sebagai berikut:

Air hujan → meresap ke tanah → masuk ke rekahan batuan → mengalami pemanasan → bergerak naik → keluar sebagai mata air panas.

Penelitian mengenai geologi Ciater menunjukkan bahwa keberadaan rekahan pada batuan menjadi salah satu faktor yang memungkinkan fluida panas bergerak menuju permukaan.

Apa Hubungan Air Panas Ciater dengan Gunung Tangkuban Parahu?

Ciater berada di kawasan kaki Gunung Tangkuban Parahu, salah satu gunung api yang memiliki sistem panas bumi aktif.

Hubungan antara Ciater dan Tangkuban Parahu menjadi salah satu alasan kawasan tersebut memiliki banyak manifestasi panas bumi, termasuk mata air panas.

Penelitian hidrogeokimia yang membandingkan sistem hidrotermal Ciater dengan daerah lain di Jawa Barat juga menyebutkan bahwa Ciater berada di kaki Gunung Tangkuban Parahu dan dipengaruhi oleh aktivitas vulkanik.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Subang menjelaskan bahwa kawasan wisata air panas Ciater berada di kaki Gunung Tangkuban Parahu dan dikenal dengan sumber mata air panas alaminya.

Dengan demikian, aktivitas vulkanik Gunung Tangkuban Parahu memiliki kaitan erat dengan sistem panas bumi di Ciater.

Apakah Air Panas Ciater Berasal dari Magma?

Pertanyaan ini juga menarik. Apakah air yang digunakan untuk berendam merupakan magma yang berubah menjadi air?

Bukan.

Air panas Ciater bukanlah magma yang berubah menjadi air. Panasnya berasal dari sistem panas bumi di bawah permukaan, sedangkan fluida yang bersirkulasi dalam sistem tersebut terutama berasal dari air meteorik.

Menurut kajian sistem panas bumi Ciater yang tersedia di Digital Library ITB, fluida hidrotermal dominan berasal dari air meteorik lokal dan mendapat pengaruh dari gas magmatik Tangkuban Parahu. Sistem tersebut juga diperkirakan memiliki temperatur reservoir sekitar 170 ± 10 derajat Celsius di bawah permukaan.

Angka tersebut tentu berbeda dengan suhu air yang dirasakan wisatawan di permukaan karena air telah mengalami proses perjalanan, pencampuran, serta pelepasan panas sebelum muncul sebagai mata air.

Kenapa Suhu Air Ciater Tidak Sama dengan Suhu di Dalam Bumi?

Air panas yang muncul di permukaan tidak memiliki suhu yang sama dengan sumber panas di bawah tanah.

Ketika fluida panas bergerak dari kedalaman menuju permukaan, terjadi berbagai proses. Salah satunya adalah pencampuran dengan air yang lebih dingin dan pelepasan panas selama perjalanan.

Akibatnya, suhu air yang keluar sebagai mata air panas jauh lebih rendah dibandingkan temperatur reservoir di bawah permukaan.

Beberapa sumber ilmiah mencatat suhu mata air panas Ciater berada pada kisaran sekitar 40–43 derajat Celsius, meskipun angka tersebut dapat berbeda berdasarkan lokasi dan titik pengukuran.

Data yang dikutip dalam penelitian di Digital Library ITB mencatat dua mata air panas di Desa Ciater dengan suhu sekitar 40,8°C dan 42,8°C.

Mengapa Air Panas Ciater Mengandung Mineral?

Selain suhunya, air panas Ciater juga memiliki karakteristik kimia yang berbeda dibandingkan air biasa.

Ketika air bergerak melalui lapisan batuan di bawah permukaan, air dapat berinteraksi dengan mineral dan batuan yang dilewatinya. Proses tersebut menyebabkan sejumlah unsur dan mineral terlarut ke dalam air.

Inilah salah satu alasan mengapa air panas dari kawasan vulkanik dapat memiliki kandungan mineral tertentu.

Penelitian hidrogeokimia terhadap sistem hidrotermal Ciater menemukan adanya karakteristik kimia yang berkaitan dengan pengaruh lingkungan vulkanik dan interaksi fluida dengan batuan.

Karena itu, air panas alami Ciater tidak hanya menarik dari sisi suhu, tetapi juga dari sisi geologi dan kandungan kimianya.

Apakah Air Panas Ciater Aman untuk Berendam?

Air panas alami yang keluar dari sumbernya tetap perlu diperhatikan kondisinya. Suhu dan komposisi kimia air dapat berbeda antara satu sumber dengan sumber lainnya.

Untuk wisatawan, sebaiknya berendam di tempat yang memang dikelola sebagai kawasan pemandian dan mengikuti aturan yang diberikan pengelola.

Pemerintah Kabupaten Subang sendiri mencatat kawasan Sari Ater sebagai objek wisata air panas yang berada di Desa Ciater, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang.

Dengan demikian, wisatawan tidak disarankan sembarangan mendekati sumber mata air panas alami, terutama apabila suhu dan kondisi air belum diketahui.

Jadi, Kenapa Air di Ciater Panas?

Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa kenapa air di Ciater panas berkaitan dengan keberadaan sistem panas bumi di kawasan Gunung Tangkuban Parahu.

Air hujan atau air meteorik masuk ke dalam tanah, kemudian bersirkulasi melalui rekahan batuan menuju kedalaman. Di bawah permukaan, air memperoleh panas dari sistem geotermal yang berkaitan dengan aktivitas vulkanik. Fluida panas tersebut kemudian bergerak kembali ke permukaan melalui jalur rekahan dan sesar hingga muncul sebagai mata air panas.

Jadi, asal air panas Ciater bukanlah air dari kawah yang mengalir langsung ke permukaan, melainkan bagian dari proses sirkulasi fluida dalam sistem panas bumi yang berlangsung di bawah permukaan.

Fenomena alam inilah yang membuat Ciater, Kabupaten Subang, memiliki sumber mata air panas alami dan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Barat.

Berita Terbaru

Tak Banyak Jeda, Program Ambulans Udara Prabowo Mulai Diuji Coba di Pesisir Barat

Tak Banyak Jeda, Program Ambulans Udara Prabowo Mulai Diuji Coba di Pesisir Barat

Nasional16 menit lalu
Bansos Beras 30 kg Bakal Cair Periode Oktober - Desember 2026, Ini Cara Cek Penerimanya

Bansos Beras 30 kg Bakal Cair Periode Oktober - Desember 2026, Ini Cara Cek Penerimanya

Lifestyle36 menit lalu
Gaji PPPK Guru dan Nakes Ditanggung APBN 2027, Apa Dampaknya bagi Keuangan Daerah?

Gaji PPPK Guru dan Nakes Ditanggung APBN 2027, Apa Dampaknya bagi Keuangan Daerah?

Nasional1 jam lalu
Harga Pangan Hari Ini 29 September 2026

Harga Pangan Hari Ini 29 September 2026

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Sorotan Tajam ke SMPN 2 Pagaden KDM Geram, Oknum Segera Diberhentikan!

Sorotan Tajam ke SMPN 2 Pagaden KDM Geram, Oknum Segera Diberhentikan!

Jawa Barat1 jam lalu
Klarifikasi SMAN 1 Pagaden Soal Isu Guru Viral Rekam Dalaman Siswi, Tegaskan Pelaku Bukan Guru Sekolahnya

Klarifikasi SMAN 1 Pagaden Soal Isu Guru Viral Rekam Dalaman Siswi, Tegaskan Pelaku Bukan Guru Sekolahnya

Subang1 jam lalu
4 Layanan KPU Kabupaten Subang Masuk SKM Triwulan III 2026, Ini Hasil Penilaiannya

4 Layanan KPU Kabupaten Subang Masuk SKM Triwulan III 2026, Ini Hasil Penilaiannya

Subang4 jam lalu
Peringati 1 Tahun Pasar Sasagaran, Bupati Purwakarta Dorong Desa jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Peringati 1 Tahun Pasar Sasagaran, Bupati Purwakarta Dorong Desa jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Purwakarta4 jam lalu
Benarkah 1 Oktober Pedagang Online Kena Pajak? Simak Penjelasan DJP

Benarkah 1 Oktober Pedagang Online Kena Pajak? Simak Penjelasan DJP

Nasional4 jam lalu
Nama SMAN 1 Pagaden Terseret Video Viral, Pihak Sekolah Akhirnya Buka Suara

Nama SMAN 1 Pagaden Terseret Video Viral, Pihak Sekolah Akhirnya Buka Suara

Jawa Barat4 jam lalu