Laleilmanino Garap Soundtrack Film Na Willa, Lagu “Sikilku Iso Muni” Punya Cerita Menyentuh

PASUNDANEKSPRES.ID - Soundtrack film Na Willa menjadi salah satu elemen yang menarik dari film terbaru garapam sutradara Ryan Adriandhy yang dijadwalkan tayang pada Lebaran 2026.
Film produksi Visinema pictures ini tidak hanya menghadirkan cerita yang hangat, tetapi juga musik yang dirancang khusus untuk memperkuat perjalanan para tokohnya.
Penggarapan musik film tersebut pun kembali melibatkan trio musisi Laleilmanino yang sudah dikenal luas lewat berbagai karya populer di industri musik Indonesia, salah satunya mengisi soundtrack film animasi terlaris di Indonesia, Jumbo, pad tahun 2025.
Dalam proyek ini, mereka menciptakan lagu berjudul “Sikilku Iso Muni” yang menjadi bagian penting dari soundtrack film Na Willa.
Lagu tersebut ternyata lahir dari sebuah adegan yang memiliki makna kuat dalam cerita.
Adegan itu berkaitan dengan karakter Dul yang diperankan oleh aktor cilik Azamy Syauqi. Melalui proses membaca naskah, tim musik menemukan kalimat “Sikilku Iso Muni” yang kemudian menjadi gagasan utama dalam pembuatan lagu.
Anindyo Baskoro atau Nino menjelaskan bahwa kalimat tersebut berkaitan langsung dengan momen ketika Dul akhirnya terlihat menggunakan kaki palsu.
"Lagunya ini bercerita tentang satu adegan yang spesifik. Adegan dimana Dul akhirnya terlihat kakinya berganti dengan kaki palsu. Dan berulang kali Anggia bilang tentang jargon 'Sikilku Iso Muni' ini penting banget di dalam buku ini. Akhirnya kita coba untuk bikin lagu berangkat dari situ," ungkap Nino dalam sesi jumpa pers film Na Willa yang digelar di Epicentrum XXI, dikutip dari Medcom.id.
Bagian cerita itu menggambarkan perubahan besar dalam kehidupan karakter tersebut dan ide tersebut kemudian diterjemahkan menjadi lirik dan melodi yang menggambarkan perjalanan Dul dalam menerima keadaan dirinya.
Lagu itu berusaha membawa pesan tentang keberanian, harapan, dan semangat untuk tetap melangkah.
Pendekatan seperti ini membuat soundtrack film Na Willa terasa menyatu dengan cerita film. Lagu tidak sekadar menjadi pengiring, tetapi juga memperkuat emosi yang ingin disampaikan melalui karakter.
Pilihan gaya musik yang digunakan juga cukup berbeda. Laleilmanino mencoba menghadirkan nuansa klasik yang terinspirasi dari musik era 1960-an.
Gaya tersebut dipilih agar warna musik terasa lebih unik sekaligus memberi karakter tersendiri pada lagu.
Genre ragtime menjadi salah satu unsur yang digunakan dalam aransemen. Sentuhan jazz klasik kemudian ditambahkan sehingga menghasilkan komposisi musik yang ringan namun tetap memiliki identitas kuat.
Proses awal pembuatan lagu ini berlangsung cukup cepat. Nino menyebut versi pertama bahkan selesai hanya dalam hitungan beberapa jam saja. Setelah itu, lagu langsung dikirim kepada tim produksi untuk mendapatkan masukan.
Perjalanan tersebut menjadi bagian menarik dalam proses lahirnya soundtrack film Na Willa. Lagu yang dihasilkan benar-benar berangkat dari cerita dan perkembangan karakter dalam film.
Sebelumnya, Laleilmanino juga sukses menciptakan lagu “Selalu Ada di Nadimu” untuk film Jumbo yang tayang pada 2025.
Lagu tersebut bahkan meraih penghargaan 'Karya Produksi Original Soundtrack Terbaik' dalam ajang Anugerah Musik Indonesia 2025.
Kesuksesan itu membuat banyak penonton penasaran dengan karya terbaru mereka. Meski begitu, para personel Laleilmanino memilih untuk tidak terlalu memikirkan soal pencapaian tersebut.
Fokus utama tetap pada bagaimana lagu yang dibuat mampu mendukung cerita film secara utuh.
Melalui “Sikilku Iso Muni”, mereka berharap soundtrack film Na Willa dapat membantu penonton merasakan perjalanan emosional karakter Dul ketika film ini tayang di bioskop pada 18 Maret 2026.
(pm)
