Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Liburan Seru di Subang! Wisata Petik Melon Hidroponik Machida Ini Bikin Pengunjung Ketagihan

R
Rian AlfianEditor: Rian Alfian
|07:00 WIB
Bagikan:
Liburan Seru di Subang! Wisata Petik Melon Hidroponik Machida Ini Bikin Pengunjung Ketagihan
Wisata Petik Melon

PASUNDANEKSPRES.ID - Wisata Petik Melon. Jika Anda sedang mencari destinasi wisata keluarga yang berbeda di Kabupaten Subang, Green House Hidroponik Machida di Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Sagalaherang, layak masuk dalam daftar kunjungan. Tempat ini menawarkan pengalaman unik memetik melon langsung dari pohonnya sambil belajar mengenai teknologi pertanian modern yang tengah dikembangkan di Subang.

Berbeda dengan kebun buah pada umumnya, Green House Hidroponik Machida mengusung konsep wisata edukasi. Pengunjung tidak hanya menikmati sensasi memilih dan memanen sendiri buah melon yang telah matang, tetapi juga diajak mengenal proses budidaya menggunakan teknologi hidroponik Machida, sebuah inovasi hasil penelitian yang dikembangkan oleh Politeknik Negeri Subang bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Subang.

Di lokasi ini terdapat dua varietas melon unggulan yang dibudidayakan, yaitu Dalmatian dan Sweet Lavender. Keduanya dikenal memiliki rasa manis, tekstur renyah, dan kualitas buah yang baik.

Menurut pengelola, teknologi hidroponik Machida memiliki keunggulan dibandingkan metode budidaya konvensional. Jika biasanya satu tanaman hanya menghasilkan satu hingga dua buah melon, melalui sistem ini satu pohon mampu menghasilkan sekitar 13 hingga 20 buah tanpa mengurangi kualitas maupun tingkat kemanisan buah.

Salah seorang pengunjung, Novia Alviani, mengaku terkesan setelah merasakan langsung pengalaman memetik melon di greenhouse tersebut. Ia menilai wisata ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan wawasan baru mengenai inovasi pertanian.

"Ini sangat edukatif ya, apalagi di Desa Dayeuhkolot ini satu-satunya perkebunan green house yang media tanamnya cukup unik karena menggunakan teknik yang sedang viral," ujar Novia, Sabtu (25/7/2026).

Novia juga memuji cita rasa melon yang dipanen langsung dari kebun. Menurutnya, buah yang dihasilkan terasa manis, segar, dan renyah. Selain itu, area greenhouse yang tertata rapi juga menjadi spot favorit untuk berfoto.

"Tadi saya sudah coba rasa melonnya, manis, renyah, dan enak banget. Seru di sini kita bukan hanya datang untuk petik melon, tetapi juga dapat edukasi tentang bagaimana cara menanam dan memetiknya. Selain itu, tempatnya juga bagus untuk selfie dan berfoto-foto," tambahnya.

Sementara itu, petani sekaligus pengelola Green House Hidroponik Machida, Budiman, mengatakan penerapan teknologi hidroponik Machida diharapkan mampu meningkatkan produktivitas melon di Kabupaten Subang sekaligus menjadi contoh pertanian modern yang lebih efisien.

"Hari ini kita mulai panen dengan hasil yang luar biasa. Biasanya satu pohon hanya menghasilkan satu atau dua buah. Dengan sistem hidroponik Machida, satu pohon insya Allah bisa menghasilkan minimal 13 buah," ungkap Budiman.

Kabar baiknya, masyarakat tidak dikenakan biaya masuk untuk menikmati wisata edukasi ini. Pengunjung hanya perlu membayar jika ingin membawa pulang hasil panen dengan harga Rp35.000 per kilogram.

Dengan konsep yang memadukan rekreasi, edukasi, dan inovasi pertanian, Green House Hidroponik Machida menjadi salah satu destinasi wisata baru di Subang yang cocok dikunjungi bersama keluarga, teman, maupun rombongan pelajar. Selain mendapatkan pengalaman memetik melon segar langsung dari kebunnya, pengunjung juga dapat mengenal lebih dekat perkembangan teknologi pertanian modern yang dikembangkan di Kabupaten Subang.

Berita Terbaru

Prabowo Bakal Luncurkan Perlinsos Digital 10 November, Bansos Ditransfer Cash

Prabowo Bakal Luncurkan Perlinsos Digital 10 November, Bansos Ditransfer Cash

Nasional51 menit lalu
Ramai Jasa Polisi Anak di Sosial Media, Apa Saja Pengaruhnya?

Ramai Jasa Polisi Anak di Sosial Media, Apa Saja Pengaruhnya?

Lifestyle55 menit lalu
Prediksi Saham HSC BEI hingga Akhir Pekan 21–23 Oktober 2026, Ini Faktor yang Perlu Dicermati

Prediksi Saham HSC BEI hingga Akhir Pekan 21–23 Oktober 2026, Ini Faktor yang Perlu Dicermati

Lifestyle1 jam lalu
Deretan Kasus Korupsi Terbesar yang Menghebohkan Era Prabowo-Gibran, Ini Perkembangannya

Deretan Kasus Korupsi Terbesar yang Menghebohkan Era Prabowo-Gibran, Ini Perkembangannya

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Hari Kedua Babak Pertama French Open 2026: Duel Sesama Indonesia Masih Berlanjut

Hari Kedua Babak Pertama French Open 2026: Duel Sesama Indonesia Masih Berlanjut

Olahraga1 jam lalu
Bukan Lewat Kopdes, Menkeu Suahasil Pastikan Gaji PNS Tetap Lewat Bank

Bukan Lewat Kopdes, Menkeu Suahasil Pastikan Gaji PNS Tetap Lewat Bank

Nasional2 jam lalu
Fenomena Bangun Pabrik Dulu, Baru Urus Izin Belakangan di Subang Disorot, Begini Perkembangan PT CMM

Fenomena Bangun Pabrik Dulu, Baru Urus Izin Belakangan di Subang Disorot, Begini Perkembangan PT CMM

Subang2 jam lalu
Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 Tingkat Kabupaten Subang, Bupati Amanatkan Makin Solid dan Kreatif Wujudkan Kelauarga Sejahtera

Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 Tingkat Kabupaten Subang, Bupati Amanatkan Makin Solid dan Kreatif Wujudkan Kelauarga Sejahtera

Subang2 jam lalu
Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Subang Dibuka, Ini 5 Formasi dan Jadwalnya

Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Subang Dibuka, Ini 5 Formasi dan Jadwalnya

Subang2 jam lalu
Ironis! Pegawai SPPG Cirebon Keracunan MBG, DPRD Periksa Dapur

Ironis! Pegawai SPPG Cirebon Keracunan MBG, DPRD Periksa Dapur

Jawa Barat2 jam lalu