Makna Selebrasi Viking Row yang Jadi Ciri Khas Suporter Norwegia

PASUNDANEKSPRES.ID - Unik! Selebrasi Viking Row kembali terlihat saat Norwegia mengalahkan Brasil 2-1 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion MetLiife, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (6/7/2026) waktu Indonesia.
Momen ini terjadi setelah pertandingan selesai dan dilakukan bersama antara pemain serta suporter dalam satu ritme gerakan. Selebrasi ini dilakukan dengan cara duduk berdekatan lalu menirukan gerakan mendayung perahu panjang.
Viking Row dilakukan dengan cara duduk berdekatan lalu menirukan gerakan mendayung perahu panjang. Suara “Ro! Ro!” terdengar berulang sebagai penanda ritme. Gerakan sederhana ini membuat pemain dan penonton berada dalam pola yang sama tanpa sekat.
Erling Haaland berada di barisan depan saat selebrasi usai kemenangan babak 16 besar. Ia mengatur ritme bersama rekan setim di lapangan, sementara suporter di tribun mengikuti gerakan yang sama secara serempak karena sudah familiar dengan pola tersebut.
Asal-usul dan Perkembangan Selebrasi Viking Row
Seperti apa asal-usulnya?
Mengutip dari Vietnam VN, Viking Row ini berasal dari ide kelompok suporter Norwegia bernama Ole Frøystad yang ingin membangun identitas khas saat tim nasional kembali tampil di Piala Dunia setelah lama absen sejak 1998.
Nah, kemudian, ide ini dikembangkan olehnya dengan konsep gerakan mendayung yang terinspirasi dari sejarah bangsa Viking yang dikenal sebagai pelaut tangguh di kawasan Skandinavia.
Gerakan tersebut kemudian digunakan sebagai simbol kebersamaan untuk bergerak ke satu tujuan yang sama. Selain itu, penyebaran selebrasi ini berlangsung bertahap melalui komunitas suporter yang saling terhubung.
Untuk menjaga keseragaman, video panduan sempat dibuat agar gerakan mudah dipahami dan dilakukan di stadion. Sejak itu, banyak pendukung mulai menerapkannya dalam berbagai pertandingan hingga menjadi bagian dari pola dukungan yang konsisten.
Makna Gerakan dalam Suporter Norwegia
Selebrasi Viking Row tidak terbatas di stadion, melainkan ikut muncul di berbagai titik berkumpulnya suporter saat pertandingan berlangsung.
Suasana di jalanan New York hingga area fan gathering Norwegia berubah menjadi ruang kebersamaan yang diisi gerakan mendayung secara serempak. Interaksi antara pemain dan suporter terlihat menyatu dalam ritme yang sama, tanpa jarak yang mencolok antara tribun dan lapangan.
Gerakan ini kemudian berkembang menjadi salah satu ciri yang melekat pada dukungan suporter Norwegia selama turnamen. Kesederhanaan bentuknya membuat Viking Row mudah diikuti dalam berbagai situasi, baik di dalam stadion maupun di luar arena pertandingan.
(pm)
