Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Mengenal Tradisi Ruwat Laut Blanakan Subang Jawa Barat

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|09:00 WIB
Bagikan:
Mengenal Tradisi Ruwat Laut Blanakan Subang Jawa Barat
Salah satu kegiatan tradisi ruwat laut, yaitu melarungkan sesajen di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten pada tahun 2025. (Image From: ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

PASUNDANEKSPRES.ID - Apa itu ruwat laut Blanakan? Ruwat Laut menjadi salah satu tradisi yang masih dipertahankan masyarakat nelayan di pesisir Pantai Utara (Pantura), Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Ritual tahunan ini menjadi momentum bagi para nelayan untuk mengungkapkan rasa syukur atas rezeki dari hasil laut sekaligus memanjatkan doa agar aktivitas mencari nafkah di tengah laut senantiasa mendapat keselamatan.

Tradisi tersebut kembali digelar pada Minggu, 27 September 2026. Ribuan nelayan yang tergabung dalam Koperasi Jasa Mina Mandiri Fajar Sidik Blanakan turut memadati kawasan dermaga dan pesisir pantai.

Suasana acara semakin semarak dengan hadirnya ratusan kapal nelayan yang dihias menggunakan berbagai ornamen berwarna-warni. Sejumlah makanan dan minuman juga dipasang pada badan kapal sebagai bagian dari kemeriahan tradisi.

Apa Itu Ruwat Laut Blanakan?

Ruwat Laut merupakan tradisi masyarakat pesisir yang telah diwariskan secara turun-temurun. Secara umum, ritual ini dimaknai sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan atas hasil laut yang menjadi sumber penghidupan masyarakat nelayan.

Selain rasa syukur, Ruwat Laut juga menjadi sarana doa bersama untuk memohon perlindungan dan keselamatan ketika nelayan berada di laut. Pekerjaan sebagai nelayan memiliki berbagai risiko, mulai dari perubahan cuaca, gelombang tinggi hingga kecelakaan di laut.

Di berbagai daerah, tradisi serupa dikenal dengan sejumlah nama, antara lain sedekah laut, nadran, larung sesaji, nyadran, atau jamuan laut. Bentuk pelaksanaannya dapat berbeda-beda sesuai dengan adat dan kebiasaan masyarakat setempat.

Prosesi Larung Dongdang di Blanakan

Salah satu bagian penting dalam Ruwat Laut Blanakan adalah prosesi pelarungan dongdang. Dongdang merupakan miniatur kapal yang disiapkan secara khusus dan menjadi bagian dari prosesi utama.

Pada pelaksanaan tahun ini, dongdang membawa sesaji utama berupa kepala dan darah kerbau. Replika tersebut kemudian diangkut menggunakan kapal utama menuju laut lepas dan dikawal puluhan kapal nelayan lainnya.

Setelah mencapai lokasi yang telah ditentukan, replika kapal beserta sesaji dilarung ke laut. Prosesi tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus ungkapan harapan masyarakat pesisir terhadap keselamatan dan keberlangsungan kehidupan mereka yang bergantung pada laut.

Salah satu tradisi yang masih dilakukan para nelayan adalah mengambil air laut yang telah bercampur dengan darah kerbau untuk kemudian dibalurkan pada badan kapal. Bagi sebagian masyarakat setempat, praktik tersebut memiliki makna simbolis sebagai sarana tolak bala atau penolak musibah.

Bagian dari Warisan Budaya Pesisir

Ruwat Laut dikenal sebagai salah satu tradisi masyarakat pesisir di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di Pulau Jawa dan Banten. Meski memiliki nama dan bentuk pelaksanaan yang berbeda, tradisi tersebut umumnya memiliki benang merah berupa rasa syukur, doa keselamatan, serta penghormatan terhadap laut sebagai sumber kehidupan.

Dalam perkembangannya, tradisi Ruwat Laut di sejumlah daerah juga mengalami penyesuaian dengan nilai-nilai agama dan kebudayaan masyarakat setempat. Rangkaian kegiatan dapat mencakup doa bersama, arak-arakan kapal, pelarungan sesaji, pertunjukan kesenian tradisional hingga hiburan rakyat.

Di Blanakan, rangkaian kegiatan dapat pula diramaikan dengan perahu hias, karnaval serta kesenian tradisional seperti wayang purwa.

Dengan demikian, Ruwat Laut bukan sekadar acara tahunan bagi masyarakat nelayan Blanakan. Tradisi tersebut menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan, melestarikan warisan budaya, serta menyampaikan harapan agar laut tetap menjadi sumber kehidupan yang memberikan rezeki dan keselamatan.

Setelah prosesi pelarungan selesai, ribuan nelayan kembali ke dermaga. Di balik kemeriahan kapal-kapal yang dihias dan rangkaian ritual yang berlangsung, tersimpan harapan sederhana: dapat kembali melaut dengan selamat, memperoleh hasil tangkapan yang cukup, serta membawa rezeki bagi keluarga di rumah.

(ipa)

Berita Terbaru

Daftar Hari Libur Bulan Oktober 2026 dan Hari Besar Nasional

Daftar Hari Libur Bulan Oktober 2026 dan Hari Besar Nasional

Lifestyle10 menit lalu
14 Megathrust Mengepung Indonesia, Ahli Jepang Bongkar Sinyal Gempa Besar yang Harus Dipantau

14 Megathrust Mengepung Indonesia, Ahli Jepang Bongkar Sinyal Gempa Besar yang Harus Dipantau

Nasional35 menit lalu
Tabligh Akbar Yasri, Ajengan Rawing: Jangan Tinggalkan Salat Lima Waktu

Tabligh Akbar Yasri, Ajengan Rawing: Jangan Tinggalkan Salat Lima Waktu

Purwakarta42 menit lalu
Dies Natalis KAHMI ke-60, Om Zein Kampanyekan Ngosrek sebagai Program Unggulan

Dies Natalis KAHMI ke-60, Om Zein Kampanyekan Ngosrek sebagai Program Unggulan

Purwakarta46 menit lalu
ADVERTISEMENT
Bupati Subang Berikan Penghargaan Capaian ZIS, Bersamaan Dengan Apel Terakhir Sekda H. Asep Nuroni

Bupati Subang Berikan Penghargaan Capaian ZIS, Bersamaan Dengan Apel Terakhir Sekda H. Asep Nuroni

Subang48 menit lalu
DPRD Purwakarta Soroti Kenaikan Belanja Barang dan Jasa Rp127 Miliar

DPRD Purwakarta Soroti Kenaikan Belanja Barang dan Jasa Rp127 Miliar

Purwakarta49 menit lalu
As-Syifa Boarding School Wanareja Subang Tembus 25 Besar Nasional, 495 Prestasi Terkurasi Puspresnas

As-Syifa Boarding School Wanareja Subang Tembus 25 Besar Nasional, 495 Prestasi Terkurasi Puspresnas

Subang53 menit lalu
BRIN Gandeng Pemkab Subang Rancang Strategi Investasi Industrialisasi Hijau

BRIN Gandeng Pemkab Subang Rancang Strategi Investasi Industrialisasi Hijau

Headline1 jam lalu
Mengenal Tradisi Ruwat Laut Blanakan Subang Jawa Barat

Mengenal Tradisi Ruwat Laut Blanakan Subang Jawa Barat

Lifestyle1 jam lalu
Buktikan Kualitas Vokasi! Hampir 70 Persen Lulusan D3 Sistem Informasi POLSUB Langsung Diserap Dunia Kerja

Buktikan Kualitas Vokasi! Hampir 70 Persen Lulusan D3 Sistem Informasi POLSUB Langsung Diserap Dunia Kerja

Subang1 jam lalu