Perang Udara AS–Israel dan Iran Meluas, Kawasan Teluk Makin Bergejolak

PASUNDANEKSPRES.ID - Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memasuki babak yang semakin luas dan kompleks.
Dilansir dari Reuters, pada Senin (2/3) waktu setempat, operasi udara yang dilancarkan Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir.
Dampaknya kini terasa di berbagai negara kawasan Timur Tengah, termasuk Lebanon dan sejumlah negara Teluk.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa operasi militer tersebut bisa berlangsung selama berminggu-minggu.
Ia juga mengungkapkan ketidakjelasan situasi politik di Iran setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dalam serangan terarah pada awal kampanye militer akhir pekan lalu.
Perang tidak lagi terbatas pada wilayah Iran dan Israel. Pada Senin, kelompok milisi Hizbullah di Lebanon meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Teheran.
Serangan tersebut dibalas Israel dengan gempuran udara besar-besaran ke wilayah selatan Beirut yang dikenal sebagai basis Hizbullah. Kantor berita resmi Lebanon melaporkan puluhan korban jiwa dan ratusan lainnya terluka.
Sementara itu, Iran terus menargetkan negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah pangkalan militer Amerika Serikat.
Ledakan terdengar di sejumlah kota, termasuk Doha di Qatar dan beberapa wilayah Uni Emirat Arab. Asap hitam juga terlihat di sekitar Kedutaan Besar AS di Kuwait.
Pada Selasa dini hari (3/3), dua drone menghantam Kedutaan Besar AS di Riyadh, Arab Saudi.
Otoritas setempat menyebutkan kerusakan yang terjadi relatif ringan, namun insiden tersebut memicu kebakaran di area kompleks diplomatik.
(ipa)
