Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Perbedaan Pabrik BYD dan VinFast di Subang, Cari Tahu di Sini!

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|13:00 WIB
Bagikan:
Perbedaan Pabrik BYD dan VinFast di Subang, Cari Tahu di Sini!
Pabrik BYD dan VinFast yang terletak di Subang (Image From: KatadataOTO/Properti Indonesia)

PASUNDANEKSPRES.ID - Apakah kamu tahu tentang perbedaan pabrik BYD dan VinFast di Subang? Subang, Jawa Barat, kini menjadi salah satu pusat perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.

Dua produsen otomotif besar asal Asia, VinFast dari Vietnam dan BYD dari China, sama-sama membangun fasilitas produksi kendaraan listrik di kawasan ini.

Meski berada di wilayah yang sama, kedua pabrik tersebut memiliki perbedaan dari sisi investasi, kapasitas produksi, hingga target pasar.

VinFast Jadi Pabrik EV Pertama yang Beroperasi

VinFast menjadi pabrikan kendaraan listrik pertama yang resmi beroperasi di Subang. Fasilitas produksinya mulai beroperasi pada 15 Desember 2025, sekaligus menjadi pabrik pertama VinFast di Asia Tenggara dan fasilitas kedua di luar Vietnam.

Pabrik yang berdiri di atas lahan sekitar 170–171 hektare ini dibangun dengan investasi awal sekitar US$300 juta atau setara Rp4,8 triliun. Pada tahap pertama, kapasitas produksinya mencapai 50.000 unit mobil listrik per tahun.

Ke depan, VinFast menargetkan peningkatan investasi hingga lebih dari US$1 miliar agar kapasitas produksi dapat meningkat menjadi 350.000 unit per tahun.

Fokus Produksi Mobil Setir Kanan

Pabrik VinFast di Subang dipersiapkan sebagai basis produksi kendaraan listrik setir kanan (Right Hand Drive/RHD) untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia maupun ekspor ke berbagai negara.

Beberapa model yang diproyeksikan diproduksi antara lain:

  • VinFast VF 3

  • VinFast VF 5

  • VinFast VF 6

  • VinFast VF 7

  • VinFast VF MPV 7

Selain mobil listrik, VinFast juga berencana merakit sepeda motor listrik di fasilitas yang sama sebagai bagian dari pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

Menyerap Ribuan Tenaga Kerja

Pada tahap awal operasional, pabrik VinFast mempekerjakan sekitar 1.700 tenaga kerja lokal. Saat kapasitas produksi penuh tercapai, jumlah pekerja diperkirakan meningkat hingga 15.000 orang.

Perusahaan juga menargetkan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari sekitar 40% di awal produksi menjadi 60% pada 2029 dan mencapai 80% pada 2030.

BYD Bangun Pabrik Berkapasitas Lebih Besar

Sementara itu, BYD membangun fasilitas produksi kendaraan listrik di kawasan Subang Smartpolitan. Pabrik ini berdiri di atas lahan seluas 108 hektare dan diproyeksikan menjadi salah satu pusat produksi kendaraan listrik terbesar di Asia Tenggara.

Nilai investasi BYD diperkirakan mencapai sekitar US$1,3 miliar atau setara Rp11,2 triliun, jauh lebih besar dibanding investasi awal VinFast.

Fasilitas ini dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan listrik per tahun, tiga kali lipat lebih besar dibanding kapasitas awal pabrik VinFast.

Sudah Memasuki Tahap Operasional

Memasuki awal Januari 2026, pabrik BYD dikabarkan mulai menjalani fase awal operasional. Beberapa unit kendaraan telah dirakit untuk kebutuhan display, pengujian, serta test drive sebelum produksi massal dilakukan.

Kehadiran pabrik ini juga disebut memicu relokasi sejumlah pemasok komponen otomotif dari China maupun Jepang ke kawasan Subang. Hal tersebut berpotensi memperkuat rantai pasok industri kendaraan listrik nasional.

Model yang Akan Diproduksi

Pabrik BYD diproyeksikan memproduksi berbagai model kendaraan listrik yang sudah dipasarkan di Indonesia, seperti:

  • BYD Dolphin

  • BYD Atto 3

  • BYD Seal

  • BYD M6

Selain memenuhi permintaan pasar domestik, fasilitas ini juga disiapkan sebagai basis ekspor ke kawasan Asia Tenggara.

Penyerapan Tenaga Kerja

Pada tahap awal operasional, pabrik BYD diperkirakan menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja, terutama untuk sektor manufaktur dan produksi. Jumlah tersebut berpotensi bertambah seiring peningkatan kapasitas produksi.

Perbedaan Pabrik BYD dan VinFast di Subang

Berikut perbandingan singkat kedua pabrik kendaraan listrik tersebut.

Aspek VinFast BYD
Negara asal Vietnam China
Mulai beroperasi 15 Desember 2025 Fase awal sejak Januari 2026
Luas lahan 170–171 hektare 108 hektare
Nilai investasi Sekitar US$300 juta (Rp4,8 triliun) tahap awal Sekitar US$1,3 miliar (Rp11,2 triliun)
Kapasitas produksi awal 50.000 unit/tahun 150.000 unit/tahun
Produk Mobil listrik RHD dan rencana skuter listrik Mobil listrik penumpang BYD
Target pasar Indonesia dan ekspor global Indonesia dan Asia Tenggara
Tenaga kerja awal Sekitar 1.700 orang Sekitar 3.000 orang

Baik VinFast maupun BYD sama-sama menjadikan Subang sebagai basis penting pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia. VinFast unggul karena lebih dahulu beroperasi dan menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi kendaraan setir kanan untuk pasar global.

Di sisi lain, BYD menawarkan skala investasi dan kapasitas produksi yang jauh lebih besar sehingga berpotensi menjadi salah satu pusat manufaktur kendaraan listrik terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Persaingan kedua produsen ini diperkirakan akan mempercepat pertumbuhan industri kendaraan listrik nasional, membuka lapangan kerja baru, sekaligus menarik lebih banyak pemasok komponen untuk berinvestasi di Indonesia.

(ipa)

Berita Terbaru

Industri Masuk, Warga Dapat Apa? FMSB Soroti Tata Kelola dan Ancaman Lingkungan Subang

Industri Masuk, Warga Dapat Apa? FMSB Soroti Tata Kelola dan Ancaman Lingkungan Subang

Subang6 jam lalu
KUA Geber Masjid Ciptakan Tempat Ibadah Bersih dan Nyaman

KUA Geber Masjid Ciptakan Tempat Ibadah Bersih dan Nyaman

Subang6 jam lalu
Lomba Vlog Sejarah, Disdikbud Subang Ajak Pelajar Kenali dan Cintai Daerah

Lomba Vlog Sejarah, Disdikbud Subang Ajak Pelajar Kenali dan Cintai Daerah

Subang6 jam lalu
TMMD ke-130, Kodim Subang Perbaiki Rumah Ruhimah

TMMD ke-130, Kodim Subang Perbaiki Rumah Ruhimah

Subang6 jam lalu
ADVERTISEMENT
KPU Subang Gelar Forum Konsultasi Publik Layanan Pemutakhiran Data Pemilih

KPU Subang Gelar Forum Konsultasi Publik Layanan Pemutakhiran Data Pemilih

Subang9 jam lalu
AZKO Big Mall Samarinda Gelar Gathering All Purchasing, Rangkul 27 Profesional Purchasing

AZKO Big Mall Samarinda Gelar Gathering All Purchasing, Rangkul 27 Profesional Purchasing

Nasional11 jam lalu
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sampaikan Nota Pembelaan di Persidangan

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sampaikan Nota Pembelaan di Persidangan

Nasional12 jam lalu
Vonis Harun Lebih Berat dari Tuntutan JPU, Hakim Jatuhkan Hukuman 1 Tahun Penjara

Vonis Harun Lebih Berat dari Tuntutan JPU, Hakim Jatuhkan Hukuman 1 Tahun Penjara

Subang12 jam lalu
Daftar Obat Berbahaya Per Oktober 2026? Simak Berita Updatenya Disini!

Daftar Obat Berbahaya Per Oktober 2026? Simak Berita Updatenya Disini!

Nasional12 jam lalu
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Usulan Pajak Orang Superkaya Mengemuka

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Usulan Pajak Orang Superkaya Mengemuka

Nasional12 jam lalu