Update Proyek Mobil Nasional di Subang, Masuk Tahap Land Clearing dengan Target 2028

PASUNDANEKSPRES.ID - Begini update proyek Mobil Nasional di Subang. Pemerintah terus mematangkan proyek Mobil Nasional (Mobnas) yang direncanakan menjadi salah satu bagian dari pengembangan industri otomotif dalam negeri. Proyek tersebut kini memasuki tahap penyiapan lahan di kawasan Subang, Jawa Barat, dengan target produksi massal pada akhir 2028.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Setia Diarta mengatakan, pengembangan program Mobnas mendapat penugasan kepada PT Pindad. Sementara itu, Kemenperin tetap memiliki peran dalam menyiapkan kebijakan yang mendukung pengembangan kendaraan nasional.
"Penugasan program Mobnas juga itu diberi mandat pada PT Pindad dan sama seperti Molinas, Mobnas juga tetap melibatkan Kemenperin dalam hal untuk menyiapkan kebijakan terkait dengan Molinas dan Mobnas," kata Setia dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (9/9/2026) yang dilansir dari detikoto.
Pabrik Mobil Nasional Mulai Disiapkan di Subang
Setia mengungkapkan, fasilitas produksi Mobnas yang disiapkan di Subang saat ini masih berada dalam tahap land clearing. Penyiapan lahan tersebut menjadi langkah awal sebelum pembangunan fasilitas produksi dan masuk ke tahap operasional.
"Adapun roadmap nanti untuk besarnya Mobnas ini, saat ini mereka masih land clearing dan itu akan mengokupasi di Subang, dan operasional mereka akan mulai mass production itu di 2028 akhir," ujarnya.
Dengan demikian, pembangunan fasilitas manufaktur di Subang masih membutuhkan sejumlah tahapan sebelum kendaraan dapat diproduksi dalam skala besar. Pemerintah menargetkan operasional produksi massal mulai berjalan pada penghujung 2028.
Rantai Pasok Dalam Negeri Disiapkan
Pengembangan Mobnas tidak hanya berfokus pada pembangunan pabrik kendaraan. Pemerintah juga menyiapkan ekosistem industri dan rantai pasok domestik yang akan mendukung proses produksi.
Setia mengatakan, roadmap rantai pasok untuk Mobnas telah dirancang dengan melibatkan sejumlah industri di dalam negeri. Konsep tersebut diharapkan membuat keberadaan mobil nasional dapat mendorong pertumbuhan industri komponen lokal.
Keberadaan rantai pasok lokal menjadi salah satu faktor penting dalam membangun industri otomotif yang berkelanjutan. Produksi kendaraan dalam negeri membutuhkan dukungan berbagai komponen dan industri pendukung, bukan hanya fasilitas perakitan.
Mobil Nasional Diarahkan Berbasis Listrik
Program Mobnas juga tidak terlepas dari agenda pemerintah untuk mengembangkan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengungkapkan bahwa pemerintah tengah membangun ekosistem kendaraan listrik di kawasan Purwakarta-Subang. Dalam keterangannya, Prabowo menyebut adanya kompleks besar yang disiapkan untuk pengembangan mobil listrik Indonesia.
"Tadi saya dijelaskan ada ekosistem yang dibangun untuk mobil listrik kita. Kalau tidak salah, tidak jauh dari sini perjalanan ke Purwakarta-Subang di KM 84 ada kompleks besar kita lagi bangun, mobil listrik Indonesia yang kita berharap paling lambat tahun 2028 sudah produksi besar-besaran," kata Prabowo, dilansir dari Media Perjuangan, Jumat (11/9).
Arahan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kendaraan nasional ditempatkan dalam agenda yang lebih luas, yakni membangun industri otomotif Indonesia yang memiliki kemampuan produksi sekaligus mengadopsi teknologi kendaraan ramah lingkungan.
Target Produksi Massal Akhir 2028
Dengan proses land clearing yang sedang berlangsung, proyek Mobnas di Subang kini memasuki salah satu tahap awal pembangunan fasilitas manufaktur. PT Pindad mendapat mandat untuk menggarap program tersebut, sementara Kemenperin mendukung dari sisi kebijakan dan pengembangan ekosistem industri.
Pemerintah menargetkan produksi massal dapat dimulai pada akhir 2028. Untuk mencapai target tersebut, pembangunan fasilitas produksi perlu berjalan beriringan dengan penyiapan rantai pasok, industri komponen, regulasi, serta ekosistem kendaraan listrik di dalam negeri.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, proyek ini diharapkan tidak hanya menghasilkan kendaraan nasional, tetapi juga memperkuat fondasi industri otomotif dan manufaktur komponen Indonesia.
(ipa)
