Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Wajib Tahu tentang Gejala Virus Nipah, Tidak Boleh Lengah!

P
Paramitha AuliaEditor: Heru Ramdani
|15:10 WIB
Bagikan:
Wajib Tahu tentang Gejala Virus Nipah, Tidak Boleh Lengah!
Wajib Tahu tentang Gejala Virus Nipah, Tidak Boleh Lengah! (Image From: Illustration/Pexels/Monstera Production)

PASUNDANEKSPRES.ID - Ini dia gejala virus Nipah yang harus kamu tahu. Nama virus Nipah kembali mencuat dan memicu kekhawatiran global. Setelah sempat jarang terdengar, virus mematikan ini dilaporkan muncul lagi di Benggala Barat, India.

Bukan tanpa alasan dunia waspada, Nipah dikenal sebagai virus dengan tingkat kematian tinggi dan dampak serius pada sistem saraf manusia.

Dilansir dari CNN Indonesia, bahwa sejak Desember 2025, otoritas kesehatan India telah mengonfirmasi dua kasus positif. Yang membuat situasi makin sensitif, kedua pasien merupakan tenaga kesehatan.

Meski ratusan orang yang sempat melakukan kontak dekat dinyatakan negatif, risiko penularan tetap menjadi perhatian besar karena karakter virus ini yang agresif dan sulit diprediksi.

Situasi tersebut mendorong sejumlah negara Asia memperketat pemeriksaan di bandara dan pelabuhan internasional. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi agar virus tidak menyebar melampaui wilayah terdampak.

Apa Itu Virus Nipah?

Dilansir dari Alodokter, virus Nipah adalah penyakit menular yang berasal dari hewan (zoonosis) dan dapat menyebabkan radang otak akut atau ensefalitis.

Virus ini masih satu keluarga dengan virus Hendra dan Langya, yang sama-sama berbahaya dan berasal dari hewan.

Pembawa alami virus Nipah adalah kelelawar buah. Hewan ini biasanya tidak menunjukkan gejala, tetapi dapat menularkan virus ke hewan lain, dan akhirnya ke manusia.

Kasus pertama Nipah tercatat pada 1999 di Malaysia. Saat itu, pembukaan hutan besar-besaran membuat kelelawar kehilangan habitat dan berpindah ke area peternakan babi.

Dari sanalah rantai penularan dimulai, menyebar dari kelelawar ke babi, lalu ke manusia, bahkan sempat meluas hingga Singapura.

Bagaimana Virus Ini Menular?

Penularan virus Nipah umumnya terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi.

Selain babi, hewan lain seperti kambing, kuda, anjing, dan kucing juga bisa menjadi perantara.

Manusia dapat terinfeksi lewat:

  • Konsumsi daging hewan yang terpapar
  • Kontak dengan cairan tubuh hewan (darah, urine, kotoran)
  • Kontak erat dengan penderita, termasuk melalui percikan droplet, darah, atau cairan tubuh lainnya

Artinya, penularan antarmanusia sangat mungkin terjadi, terutama di lingkungan rumah sakit atau keluarga.

Apa saja Gejala Virus Nipah?

Setelah terpapar, gejala biasanya muncul dalam waktu 4–14 hari. Masalahnya, tanda awal infeksi sering tampak seperti flu biasa. Beberapa keluhan awal yang umum muncul antara lain:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Batuk dan nyeri tenggorokan
  • Pegal dan nyeri otot
  • Sesak napas
  • Mual, muntah, atau diare

Jika kondisi memburuk, virus bisa menyerang otak. Pada tahap ini, kondisi pasien dapat memburuk sangat cepat, bahkan hanya dalam hitungan satu hingga dua hari. Gejala berat yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Rasa kantuk berlebihan
  • Kebingungan dan gangguan kesadaran
  • Sulit fokus
  • Kejang
  • Hingga koma

Tingkat kematian virus Nipah tergolong tinggi, berkisar antara 40 hingga 75 persen pada kasus berat.

Dalam beberapa kejadian, virus ini bahkan bisa “tertidur” di dalam tubuh dan baru menimbulkan gejala berbulan-bulan atau bertahun-tahun kemudian.

Indonesia memang belum melaporkan kasus virus Nipah. Namun, posisi geografis dan keberadaan kelelawar buah membuat kewaspadaan tetap penting.

Deteksi dini dan kesadaran masyarakat menjadi benteng utama agar virus ini tidak berkembang menjadi wabah besar.

(ipa)

Berita Terbaru

Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Nasional12 menit lalu
Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Purwakarta1 jam lalu
Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta1 jam lalu
Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Nasional2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Jawa Barat3 jam lalu
Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Jawa Barat3 jam lalu
Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Subang3 jam lalu
Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Nasional3 jam lalu
Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina Setelah 21 Tahun Berkarier

Lionel Messi Resmi Pensiun dari Timnas Argentina Setelah 21 Tahun Berkarier

Olahraga4 jam lalu
Dakwaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Didakwa Peras Rp55 Miliar dan TPPU

Dakwaan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah: Didakwa Peras Rp55 Miliar dan TPPU

Nasional4 jam lalu