Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Youtuber Korea Daud Kim Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Penggalangan Donasi Ilegal

I
Inessia Nabila MEditor: Inessia Nabila M
|11:43 WIB
Bagikan:
Youtuber Korea Daud Kim Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Penggalangan Donasi Ilegal
Youtuber Korea Daud Kim dilaporkan ke kepolisian atas tuduhan penggalangan donasi ilegal. (Foto: Instagram @jaehan9192)

PASUNDAN EKSPRES - Youtuber Korea Daud Kim resmi dilaporkan ke kepolisian atas tuduhan penggalangan donasi ilegal.

Baru-baru ini, Daud Kim dilaporkan oleh Federasi Islam Korea ke Kantor Polisi Mapo di Seoul atas dugaan penggalangan donasi ilegal dan penyelewengan dana.

Sebelumnya, ia ramai dibicarakan di media sosial terkait rencananya yang akan membangun masjid di Incheon, Korea Selatan.

Namun, pembangunan masjid itu menuai kontroversi sebab Daud Kim membuka penggalangan donasi untuk pembangunan masjid tersebut melalui rekening pribadinya.

Hal itu bertentangan dengan undang-undang di Korea Selatan yang menyebut apabila penggalangan dana lebih dari 10 juta won, maka hasil pengumpulan dan penggunaan dana harus dilaporkan kepada pemerintah setempat.

Namun, Youtuber mualaf Korea itu tidak menyampaikan rencana penggalangan donasi dan penggunaan dana kepada pemerintah setempat saat menggalang dana untuk pembangunan masjid itu.

Dalam sebuah wawancara di media, Daud Kim mengatakan bahwa dirinya sudah menerima dan mengumpulkan sumbangan untuk pembangunan masjid di Incheon sekitar 180 juta Won atau sekitar Rp 2,1 milyar.

Sementara itu, Federasi Islam Korea juga menyampaikan pernyataan bahwa semua anggota Muslim di Korea yang tergabung dalam federasi dan melakukan penggalangan dana atas nama pribadi tidak diperbolehkan.

"Semua anggota Muslim (di Korea) yang tergabung dalam Federasi terdaftar atas nama denominasi agama, dan pendaftaran keanggotaan serta penggalangan dana atas nama individu tidak diperbolehkan," tulis Federasi Islam Korea, dikutip dari Instagram @panncafe, Selasa (14/5).

"Aksi dari tuan A (Daud Kim) adalah aktivitas pribadi yang tidak ada hubungannya dengan denominasi agama," lanjutnya.

Kendati demikian, Daud Kim telah mengumumkan bahwa dirinya telah membatalkan pembangunan masjid di Incheon setelah pemilik tanah itu membatalkan kontrak jual beli tanah di wilayah tersebut usai mencuatnya kontroversi tersebut. (inm)

Berita Terbaru

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Anggota Watimpres Rocky Gerung Sarankan Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ini Alasannya

Nasional1 jam lalu
6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

6 Fakta Kasus Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Headline2 jam lalu
Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Jadwal MotoGP Mandalika 2026 Hari Ini, Sabtu 10 Oktober: Kualifikasi hingga Sprint Race, Digelar Siang Ini

Olahraga2 jam lalu
Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Kabut Asap Sumatera Bikin Singapura Diselimuti Polusi, PSI Tembus 160 Jelang F1 GP 2026

Headline2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline2 jam lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle3 jam lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle4 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle5 jam lalu
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat6 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline6 jam lalu