Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Bantuan Dijatuhkan dari Pesawat di Gaza, Ratusan Warga Sambut dengan Senang

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|10:07 WIB
Bagikan:
Bantuan Dijatuhkan dari Pesawat di Gaza, Ratusan Warga Sambut dengan Senang
Bantuan Dijatuhkan dari Pesawat di Gaza, Ratusan Warga Sambut dengan Senang (Image From: Gulf Today)

PASUNDAN EKSPRES - Bantuan dijatuhkan dari pesawat di Gaza, ratusan warga sambut dengan senang. Beberapa pesawat mengirimkan beberapa bantuan berkotak-kotak ke kota Rafah dan Khan Younis pada hari Selasa, (27/2/2024), hingga ratusan warga Palestina berkumpul untuk berusaha mendapatkan bantuan yang dijatuhkan dari udara di atas Jalur Gaza. 

Bantuan Dijatuhkan dari Pesawat di Gaza

Dikutip New York Times, Rabu (28/2/2024), militer Yordania mengungkapkan bahwa pesawat-pesawat dari Uni Emirat Arab, Mesir, dan Prancis telah bergabung dengan operasi penerjunan udara bantuan dijatuhkan dari pesawat di Gaza pada hari Selasa.

Ini merupakan kali pertama Mesir melakukan penerjunan bantuan dijatuhkan dari pesawat di Gaza sejak dimulainya perang, dan juga merupakan kali pertama bagi Uni Emirat Arab.

Pesawat-pesawat dari Yordania dan Prancis juga telah menerjunkan bantuan pada hari Senin. Mereka melepaskan makanan siap saji dan pasokan lainnya di beberapa lokasi di Gaza.

BACA JUGA:Tarif Tol Jakarta-Cikampek dan MBZ Akan Naik, Ini Daftar Terbarunya

BACA JUGA:Mantan Suami Artis Ternama Ini Tembak Temannya di Jakarta Timur

Pada hari Senin, beberapa bantuan dijatuhkan dari pesawat di Gaza yang dikirimkan dengan menggunakan parasut di atas laut. Namun, pada hari Selasa, beberapa bantuan dijatuhkan tanpa menggunakan parasut, yang mengakibatkan pesawat harus terbang pada ketinggian yang lebih rendah.

PBB melaporkan bahwa pada hari Selasa, sebanyak 138 truk bantuan telah memasuki Jalur Gaza.

Biasanya, kelompok-kelompok bantuan menganggap penerjunan pasokan melalui udara sebagai pilihan terakhir. Hal tersebut disebabkan oleh ketidakefisienan dan biaya yang relatif tinggi dibandingkan dengan pengiriman melalui jalur darat.

Selain itu, ada bahaya dalam mengoperasikan pesawat di udara di atas zona konflik, dan ada risiko yang timbul jika pasokan jatuh ke tanah tanpa zona penurunan yang aman. Hal ini berpotensi membahayakan orang-orang yang berada di sekitarnya.

Lembaga-lembaga bantuan mengaku jika mereka menghadapi proses pemeriksaan yang rumit, yang pada akhirnya hanya memungkinkan sedikit bantuan dijatuhkan dari pesawat ke Gaza, meskipun kebutuhan di sana sangat besar. Israel menjelaskan bahwa pemeriksaan tersebut dilakukan atas alasan keamanan.

BACA JUGA:Kemendikbud Ungkap Status Anak Vincent Rompies dan Teman Gengnya Masih Siswa Binus School Serpong

BACA JUGA:Seorang Santri Pondok Pesantren di Kediri Tewas Dianiaya, Polisi Tetapkan 4 Tersangka

Meskipun ada keterbatasan dalam pengiriman bantuan dijatuhkan dari pesawat di Gaza melalui udara, Prancis meningkatkan kerja sama mereka dengan Yordania karena adanya "situasi kemanusiaan di Gaza sangat mendesak," seperti yang diungkapkan dalam pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Prancis.

Badan-badan PBB dan berbagai lembaga bantuan mengatakan bahwa kekerasan terus berlanjut, penolakan militer Israel untuk memfasilitasi pengiriman bantuan, dan kekacauan yang terjadi di Gaza semakin menghambat upaya pengiriman bantuan ke wilayah tersebut.

Pekan lalu, Program Pangan Dunia (WFP) mengumumkan bahwa mereka telah menunda pengiriman bantuan pangan ke wilayah Gaza utara yang terisolasi. Menurut laporan dari badan anak-anak PBB, sekitar seperenam anak di wilayah tersebut menderita kondisi gizi buruk akut.

Laporan PBB Desember lalu mengemukakan bahwa seperempat populasi Gaza, yang secara keseluruhan berjumlah 2,3 juta jiwa, kelaparan.

 

(ipa)

Berita Terbaru

Retribusi Parkir di Subang Baru Rp496 Juta, Target 2026 Sebesar Rp1,5 Miliar

Retribusi Parkir di Subang Baru Rp496 Juta, Target 2026 Sebesar Rp1,5 Miliar

Headline9 menit lalu
Pemerintah Wacanakan Gaji ASN Melalui Koperasi dan Dana Pensiun, Ini Catatan Ekonom

Pemerintah Wacanakan Gaji ASN Melalui Koperasi dan Dana Pensiun, Ini Catatan Ekonom

Nasional14 menit lalu
Kebakaran Pasar Andir Garut Hanguskan Sejumlah Kios! Penyebab Masih Diselidiki!

Kebakaran Pasar Andir Garut Hanguskan Sejumlah Kios! Penyebab Masih Diselidiki!

Jawa Barat17 menit lalu
GILA! Persib Bikin Port FC Terdiam, Sempat Tertinggal Malah Comeback 3-1 di Thailand

GILA! Persib Bikin Port FC Terdiam, Sempat Tertinggal Malah Comeback 3-1 di Thailand

Olahraga11 jam lalu
ADVERTISEMENT
Lonjak Lima Lipat! Menteri PKP Maruarar Sirait Subang Kucurkan Bantuan 1.372 Rutilahu dan Perumahan

Lonjak Lima Lipat! Menteri PKP Maruarar Sirait Subang Kucurkan Bantuan 1.372 Rutilahu dan Perumahan

Subang13 jam lalu
Pilkades Munjul, Tiga Cakades Dapat Nomor Urut, Afwan 1, Husen 2, Mahdi 3

Pilkades Munjul, Tiga Cakades Dapat Nomor Urut, Afwan 1, Husen 2, Mahdi 3

Subang13 jam lalu
Tracing TB, Puskesmas Cibogo Sasar 100 Warga Sadawarna

Tracing TB, Puskesmas Cibogo Sasar 100 Warga Sadawarna

Subang13 jam lalu
Gelar Operasi Pasar Murah, Bulog Subang Jaga Statabilitas Pangan

Gelar Operasi Pasar Murah, Bulog Subang Jaga Statabilitas Pangan

Subang14 jam lalu
PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema Energi Mandiri, Indonesia Berdaya

Nasional15 jam lalu
DPR Hormati Putusan MK soal Ijazah Gibran, Dasco: Kami Belum Pelajari Mendalam

DPR Hormati Putusan MK soal Ijazah Gibran, Dasco: Kami Belum Pelajari Mendalam

Nasional16 jam lalu