Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Belajar dari Nepal, Gen Z Berhasil Gulingkan Perdana Menteri KP Sharma Oli Lewat Aksi Massa

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|12:11 WIB
Bagikan:
Belajar dari Nepal, Gen Z Berhasil Gulingkan Perdana Menteri KP Sharma Oli Lewat Aksi Massa
Ribuan anak muda turun ke jalan di Kathmandu, mengibarkan bendera Nepal sebagai simbol perlawanan terhadap larangan media sosial pemerintah.--Reuters

KATHMANDU – Gelombang protes besar-besaran yang dipimpin anak muda Nepal berhasil memaksa Perdana Menteri KP Sharma Oli mengundurkan diri hanya dalam hitungan hari.

Aksi ini dikenal sebagai Gen Z Uprising, sebuah gerakan yang mencatat sejarah baru di negeri Himalaya tersebut.

Oli resmi mundur pada 10 September 2025, setelah demonstrasi anti-korupsi yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi kerusuhan nasional. Sedikitnya 19 orang tewas, ratusan luka-luka, dan gedung parlemen federal dibakar massa.

Kerusuhan dipicu keputusan kontroversial pemerintah Nepal pada akhir Agustus 2025 yang melarang 26 platform media sosial, termasuk WhatsApp, Instagram, Facebook, YouTube, X (Twitter), dan TikTok.

Pemerintah beralasan kebijakan itu untuk mencegah penyebaran informasi palsu dan menjaga stabilitas nasional.

Namun, bagi Generasi Z, larangan tersebut dianggap sebagai upaya membungkam kritik publik terhadap praktik korupsi yang mengakar.

"Mereka kira bisa mematikan suara kami?

Kami tetap gunakan VPN dan aplikasi alternatif," ujar seorang demonstran di Kathmandu.

Dari Protes Damai Jadi Amukan Massa

Awalnya, ribuan pemuda turun ke jalan dengan damai. Namun, situasi memanas setelah polisi menembakkan gas air mata dan peluru tajam.

Pada 9 September 2025, 19 demonstran tewas. Keesokan harinya, massa melampiaskan kemarahan dengan membakar gedung parlemen, rumah menteri, hingga kendaraan aparat.

Pemerintah memberlakukan jam malam, tetapi ribuan orang tetap mengepung kediaman perdana menteri hingga akhirnya Oli memilih mundur.

"Saya berhenti untuk mencegah lebih banyak pertumpahan darah," katanya.

Meski begitu, banyak pihak meyakini keputusan itu tak lepas dari tekanan parlemen dan militer.

Larangan media sosial hanyalah pemantik. Inti persoalan adalah kemarahan Generasi Z terhadap korupsi, pengangguran, dan ketidakadilan ekonomi.

Nepal menempati peringkat 107 dari 180 negara dalam Indeks Persepsi Korupsi Transparency International.

Elit politik dituding terlibat nepotisme, penyalahgunaan dana publik, hingga terlalu bergantung pada pengaruh asing dari India dan Tiongkok.

Di sisi lain, pengangguran pemuda berusia 15–24 tahun mencapai 22% pada 2022–2023.

Ketimpangan semakin lebar: 10% orang terkaya memperoleh pendapatan tiga kali lipat dibanding 40% penduduk termiskin.

Banyak anak muda merasa "dirampok masa depannya", dengan migrasi ke luar negeri menjadi satu-satunya jalan keluar.

Gerakan ini dijuluki Gen Z Uprising karena digerakkan oleh pemuda berusia 18–25 tahun yang memanfaatkan teknologi untuk mengorganisir diri, tanpa kepemimpinan tunggal.

Salah satu simbol perlawanan adalah Balendra Shah, mantan rapper sekaligus Wali Kota Kathmandu berusia 35 tahun, yang menyerukan pengunduran diri massal pejabat korup.

Kerusuhan menewaskan belasan orang, melukai ratusan, serta menyebabkan kerusakan infrastruktur. Militer pun dikerahkan untuk mengendalikan keadaan.

Pengunduran diri Oli membuka babak baru politik Nepal. Saat ini, pemerintahan sementara dibentuk dengan desakan kuat dari Generasi Z agar dilakukan reformasi menyeluruh, pemberantasan korupsi, serta penyelenggaraan pemilu baru. (disway/idr)

Berita Terbaru

Hanya Menunggu 4 Hari, Layanan Pengukuran Pertanahan Lebih Terukur, Teratur, dan Pasti

Hanya Menunggu 4 Hari, Layanan Pengukuran Pertanahan Lebih Terukur, Teratur, dan Pasti

Nasional6 jam lalu
Hadiri HUT ke-81 TNI, Wamen Ossy: Perjalanan Panjang Pengabdian dalam Menjaga Kedaulatan Bangsa

Hadiri HUT ke-81 TNI, Wamen Ossy: Perjalanan Panjang Pengabdian dalam Menjaga Kedaulatan Bangsa

Nasional6 jam lalu
MK Tolak Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dalam Pilpres 2024

MK Tolak Gugatan Syarat Pendidikan Gibran dalam Pilpres 2024

Nasional6 jam lalu
Dapat Nomor 3, Asep Pulloh Siap Lanjutkan Jilid II Desa Kumpay

Dapat Nomor 3, Asep Pulloh Siap Lanjutkan Jilid II Desa Kumpay

Headline6 jam lalu
ADVERTISEMENT
Panitia Pilkades Wantilan Subang Soroti Akurasi Data Pemilih

Panitia Pilkades Wantilan Subang Soroti Akurasi Data Pemilih

Subang8 jam lalu
Kabel Udara di 63 Ruas Jalan Kota Bandung Sudah Diturunkan

Kabel Udara di 63 Ruas Jalan Kota Bandung Sudah Diturunkan

Bandung Barat8 jam lalu
Menteri PKP Larang Pungutan Bantuan Bedah Rumah, Subang Dapat 1.372 Unit

Menteri PKP Larang Pungutan Bantuan Bedah Rumah, Subang Dapat 1.372 Unit

Subang9 jam lalu
Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Stop Sugar Craving! Ini Lho Cara Kurangi Konsumsi Makanan Manis

Lifestyle10 jam lalu
7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

7 Tips Olahraga Saat Cuaca Panas Agar Tetap Aman dan Sehat

Lifestyle11 jam lalu
Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Cara Pakai QRIS ShopeePay dengan Mudah, Bayar Apapun Cukup Scan!

Lifestyle11 jam lalu